Mengembalikan Jati Diri Bangsa
Entahlah apa yang mungkin timbul di benak anda saat merenungi kalimat Mengembalikan Jati Diri Bangsa Indonesia. Beberapa dari kita mungkin tidak menyadari bahwa jati diri bangsa ini hampir atau bahkan sudah hilang. Kita saksikan di belahan kota manapun di Indonesia, banyak dari pemuda-pemudanya tidak mengerti sopan santun, tata krama, kurangnya adab berbicara kepada yang lebih tua, serta banyak melakukan pergaulan bebas.
Berbeda halnya dengan berpuluh-puluh tahun yang lalu, saat bangsa ini belum dirasuki oleh paham-paham liberalisme, baik yang berkedok kebebasan berpendapat maupun kebebasan dalam bertindak. Jati diri bangsa saat itu sangat terlihat di kalangan pemudanya. Mereka sedikit banyak masih menjunjung tinggi norma-norma agama, kesopanan, dan pergaulan. Ironis memang, bangsa Indonesia yang dulunya dikenal sebagai bangsa yang menjujung tinggi budaya ketimuran, saat ini telah kehilangan jati dirinya.
Kini kita mesti berpikir bagaimana caranya mengembalikan jati diri Indonesia yang telah tercoreng oleh bangsanya sendiri. Bangsa ini telah rusak, bangsa ini telah bobrok, dan bangsa ini telah kehilangan jati dirinya. Kepada siapakah kita patut menyalahkan hal ini? Tidak, tidak ada yang mesti disalahkan saat ini. Mengembalikan jati diri bangsa adalah tugas kita bersama, bukan hanya tugas kepala negara, ataupun pejabat-pejabat yang terkait langsung dengannya. Marilah kita memulai dari diri sendiri untuk mengembalikan jati diri bangsa Indonesia menjadi bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, kesopanan, dan pergaulan.
Tulisan ini ditujukan sebagai ajang kontes SEO dengan target kata kunci (keyword) “Mengembalikan Jati Diri Bangsa” (tanpa tanda petik) yang diadakan oleh Beritajitu.com. Kontes ini dibuat untuk menyadarkan diri kita bersama, dan juga anda semua akan pentingnya mengembalikan harkat dan martabat bangsa dengan Mengembalikan Jati Diri Bangsa. Semoga kontes SEO ini akan sedikit membantu memberikan aura positif terutama bagi anak bangsa di internet Indonesia dengan cara yang positif dan bermartabat.


[...] sendiri mencoba mengikuti kontes ini dengan artikel saya yang berjudul Mengembalikan Jati Diri Bangsa. Alasannya, selain ingin bersaing dengan blogger-blogger beken lainnya, saya juga tertarik dengan [...]
Wah ikutan kontes ini ya bro. Sukses aja deh..
Terlepas dari kontes atau bukan, tapi tema yang disajikan sangat menarik untuk disimak. Bagaimana tidak, sekarang banyak pemuda-pemuda yang notabene harapan bangsa, tapi kelakuannya seperti bukan bangsa indonesia aja.
Mereka labih bangga dengan budaya asing daripada dengan budayanya sendiri. yach, seperti yang telah udah dibahas, bahwa mereka telah kehilangan jati diri mereka sebagai bangsa indonesia.
Mengembalikan Jati Diri Bangsa merupakan tanggung jawab kita semua sebagai warga negara yang hidup di negara Indonesia tercinta ini.Jati diri sebagai Bangsa yang besar bermartabat dan kedaulatan sebagai negara yang merdeka.
Tugas kita bersama lah untuk mengembalikan jati diri bangsa ini menuju jati diri sebenarnya.. halah… ngomong apa siy gw ini
Iya bro. Sekedar iseng aja ikutan
Minta dukungannya yach. Tolong kalau bisa trackback artikel ini, atau link ke sini.
Ditaro di blogroll aja ya? males ikut-ikutan yg kek gini. Linknya ditaro di blog yg mana?
[...] Mengembalikan jati diri bangsa adalah tugas setiap elemen dan komponen bangsa ini agar, kejayaan, kesejahteraan, kemakmuran bangsa ini kembali kita rasakan bersama. Segala hal yang tidak baik dan merusak tatanan bangsa yang Agung ini harus bersama-sama kita singkirkan. Semua elemen bangsa harus saling bahu-membahu bekerja, dan selalu berusaha secara maksimal untuk selalu memberikan yang terbaik yang ia bisa. Apapun profesi dan bidang anda harus bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa ini. Posted by admin Uncategorized Subscribe to RSS feed [...]
[...] bersama sama kita mencoba Mengembalikan Jati Diri Bangsa yang pelan tapi pasti mulai terkikis oleh Budaya bangsa lain.Dukung Blog ini dalam menyebarkan [...]
Thanks infona..
Jati diri bangsa memang harus dikembalikan
Salam Kenal juga mas. Thanks atas kunjungannya
Memang benar. Sebagaian dari bangsa ini udah biadab. Bom dimana-mana, teror terus melanda. Mau jadi apa bangsa kita nantinya?????
[...] tadi sudah banyak disinggung tentang Mengembalikan Jati Diri Bangsa, tapi apa sekarang jati diri kita? Jati Diri Bangsa kita menurut saya pribadi yaitu Bahasa (Bahasa [...]
[...] ini dengan Jati diri bangsa Indonesia yang telah hilang. Silahkan simak artikel menarik bagaimana Mengembalikan Jati Diri Bangsa terkait peledakan bom ini. Komentar anda sangat kami harapkan sebagai bentuk kepedulian anda [...]
[...] para elite/pemimpin bangsa indonesia benar-benar dapat mengembalikan jati diri bangsa ini dan selalu merangkul rakyat untuk bekerja sama membangun bangsa ke arah yang lebih baik, mari kita [...]
[...] masih dalam tahap penghitungan dan belum mendapat hasil akhir. Sesuai dengan tema kontes kali ini, Mengembalikan Jati Diri Bangsa, kita harapkan hasil pemilu presiden indonesia 2009 bisa memberikan hasil yang terbaik. Kita [...]
[...] sudah saatnya kita mengembalikan jati diri bangsa ini. Menemukan kembali budaya kita yang terlindas jaman. Mencari arti hidup yang sebenarnya. Kita ini [...]
Maju terus pantang mundur.. Salam kenal
Yup, salam kenal juga
Jati diri bangsa indonesia memang telah terkikis oleh arus globalisasi. Dan memang betul apa yang dikatakan oleh mbak rismaka, bahwa pemuda-pemuda di zaman sekarang sudah kehilangan jati diri budaya mereka. Mereka lebih menyukai kehidupan ala barat ketimbang budaya asli indonesia. Mestinya kita turut prihatin dengan kondisi yang demikian, bukan hanya duduk berpangku tangan.
Sukses buat mbak rismaka. Semoga menang dalam kontes ini. Salam kenal ya..
Terima kasih atas dukungannya mbak intan. Salam kenal juga
Dengan adanya kejadian bom di hotel Ritz Carlton dan jw marriot, harga diri bangsa indonesia langsung otomatis jatuh di depan mata dunia, kepercayaan internation.
Salam
Hmm..sebelum mempertanyakan bagaimana cara mengembalikan jatidiri bangsa, well mgkn mesti difahami dulu sebenarnya jatidiri bangsa Indonesia yang sebenarnya itu apa sih, klo nunut dari ideologi yang dipakai siy pastinya Pancasila, masih inget ga sama butir-butir P4 so klo ngomong soal ke-Indonesiaan pastinya itu standarnya, bagaimana membentuk manusia indonesia seutuhnya menjadi invividu yang sadar dengan budayanya yang at least ketimuran. Mungkin gambarannya seperti yang disampaikan Rismaka bahwa dulu masih punya jati diri karena dulu masih kuatnya masyarakat di memegang norma dan nilai-nilai postif yang ada.
Gw rasa globalisasi adalah niscaya, ga ada yang bisa mengelak dengan itu, sekali lagi ini lebih kepada keadaan kita yang gampang terpengaruh, budaya yang berkembang tak lebih dari budaya meniru alias bermain persepsi, apa yang dianggap bagus dan baik secara umum itu yang dipakai padahal kebanyakan bertentangan dengan norma yang ada, terutama norma agama.
Yang jelas mengembalikan jati diri bangsa harus dimulai dengan keadaran, bahwa nilai dan kultur positif di negeri ini bagaimanapun lebih baik daripada sekedar terbawa arus karena ingin dikatakan modern dengan meniru-niru kultur yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa ini sendiri.
Getu kali ya, kepanjangan ga siy, Mba Rismaka..wkwkwkwkwkwk…Mba???
Makasih ney.. Cuma sepertinya gw butuh waktu untuk menyerap dan memahami postingan lu ini
Jangan lupa komentar lagi besok, biar gw makin paham yak..
disini tho tulisannya…
aq memilih mengembalikan jati diriku dlu bro…
tegakkan islam di hatimu, niscaya islam akan tegak dengan sendirinya di negerimu…
{hasan albana, nashiruddin al albani}
Iya, setuju. Allah tidak akan mengubah suatu kaum sampai mereka (kaum tersebut) mengubah diri-diri mereka sendiri.
[...] walaupun nilai hadiahnya ga seberapa dibandingkan dengan kontes-kontes SEO yang sedang berlangsung, tapi di sini teman-teman bisa berlomba dengan jujur, tanpa target harus masuk peringkat pertama [...]
jika kita bersatu dan bersama-sama kita memperbaiki moral yang sudah hancur, perbaikan ini akan cepat selesai.
Makasih bung ganda. kita harus bersatu dan brsama-sama dalam memperbaiki moral bangsa yang sudah bejad. Selain itu kita memang harus mengembalikan jati diri bangsa kita menjadi seperti dulu lagi. halah.. halah….
Nanti komen lagi ya… yang lebih banyak dari ini, dan yang terpenting harus mempunyai keyword “mengembalikan jati diri bangsa”.
Saya ikut bang. Memang jati diri ini sudah harus di kembalikan ke sedia kala. Seperti kata Mario Teguh, untuk menjadi pemimpin, kita tidak perlu menunggu pemimpin melakukan hal yang benar. Kita mulai dari diri kita sendiri.
Sepertinya bang Rismaka sudah merayu dengan tingkat gombal stadium 24. Berani bayar berapa bang? Hahahahaa…
Hahahaahh. Raja ngomporin ternyata sudah saya sandang sedemikian rupa ya bang? Iya nih.. saya lagi ke luar kota dalam beberapa hari ini. Maaf kalau komentar2 lainnya belum sempat dibalas.
Silahkan kalau punya unek2 komentarnya di halaman ini aja ya Hahahahh… LOL
gak rencana pakai hp browsingnya?
saya sangat setuju, mengembalikan jati diri kalau saya artikan bisa juga dengan mempertahankan budaya dan adat istiadat budaya yangt kita miliki,
sampai dengan saat ini, saya sendiri melihat kenyataan dan menyadari bahwa kebanyakan generasi muda penerus bangsa sudah tidak “nyaman” dengan yang namanya adat istiadat daerahnya dan budaya yang ada, generasi muda saat ini seakan akan cuek dan muak dengan adat dan budaya yang ada..
mari kita mulai dari diri kita masing masing untuk mengembalikan jati diri bangsa kita dengan memulai mengembangkan dan mempertahankan adat dan budaya yang kita miliki
salam untuk anda yang sedang menunaikan tugas yang mulia
Jati diri bangsa juga bisa kita jaga dengan mempertahankan budaya dan adat istiadat (tentunya yang tidak bertentangan dengan norma-norma agama).
Terima kasih atas tanggapannya mas Alfaroby. Salam dari Bogor
Salam
Sejauh ini banyak sekali perubahan standar nilai yang berlaku di masyarakat, well mgkn karena pembauran dan akulturasi dengan budaya luar yang notabene tidak sesuai dengan jati diri bangsa ini, akhirnya serba samar, timur engga, barat juga engga, so gmn mengembalikan jati diri bangsa ini tak lain dan tak bukan mesti disikapi dan disadari oleh semua pihak untuk melek dengan budaya dan nilai-nilai yang kita punya, tul ga Mba Rismaka
Sangat betul mbak ney, terima kasih atas komentarnya. Sangat ditunggu komntar selanjutnya di artikel ini.
Sudah sedemikian parahkah kejatuhan jati diri bangsa ini sehingga perlu dikembalikan ? Kenapa harus dikembalikan ? Hmmm….bingung saya !, buat saya pribadi untuk mengembalikan jati diri bangsa ini, mulai dulu dengan mengembalikan jati diri pribadi, kehancuran jati diri bangsa ini, juga berawal dari ketidakmampuan pribadi-pribadi untuk menjaga jati dirinya. Anak-anak muda yang kurang punya sopan santun karena dirumah tidak diajarkan, orangtuanya masing-masing sibuk dengan urusannya, bapak sibuk cari uang, ibunya sibuk arisan. Nah pribadi yang masih butuh bimbingan ini kelak jika dewasa menjadi manusia yang tidak mengenal secara utuh jati dirinya, sehingga mulailah meniru dari tempat lain, padahal yang ditiru salah. Satu, dua, seratus, seribu…yang seperti ini, habislah negeri ini. Jati diri tertinggal di pembuangan belakang. Yang dibawa justru jatidiri orang lain yang tidak cocok dengan karakternya. Akibatnya ? sepertinya kita semua sudah merasakannya….
Terima kasih mas atas komentarnya. Saya sangat mengharapkan masukan-masukan berharga selanjutnya tentang bab ini. Sengaja saya letakkan halaman ini di hompage, agar orang2 yg berkunjung dapat berpartisipasi serta menyumbang suaranya
dulu didesa, klo lihat pria dan wanita berduaan atau berboncengan, pasti disiulin dan diejek. eh sekarang kalo ada orang melihat orang yang sedang pacaran hot, malah yang malu yang melihat, langsung cepat2 ngeluyur dan pura2 tidak tahu. klo dulu, pasti sudah diarak keliling kampung..
mas ris, gimana sih caranya ikutan kontes SEO? pingin nyoba juga nih (buat beginner boleh kan?heee )
Di link sudah ada keterangannya akh, lebih lengkap. Pokoknya tinggal nulis artikel saja tentang masalah ini (mengembalikan jati diri bangsa), kemudian dupublish.
para bloger, pingin dapat hadiah? klik http://ibnufauzy.wordpress.com/hadiah-buat-kam/
Kontes is kontes …
Tapi sebetulnya grafik kita sedang naik. Citra Indonesia juga sedang meningkat di mata internasional (sebelum peristiwa dua bom di dua hotel).
Sebenarnya bangsa ini tetap mencetak prestasi di dalam dan luar negeri di berbagai bidang. Olah raga, Olimpiade sains internasional, diplomasi, dan lain-lain. Tapi seringkali berita2 positif ini tertutup berita ‘termehek-mehek’ yang memang di dunia jurnalis lebih menjual.
So, tetaplah berpikir positif dan jangan merendahkan diri sendiri.
Setuju bang Dje, dibalik yang saya tulis diatas memang kita juga tidak menutup mata dengan prestasi yang diukir oleh anak-anak bangsa, yang menjadi masalah adalah sebelangapun jika kena nila setitik maka rusaklah susu itu.
Susu yang mana mas?
Makasih banyak komentarnya bang. Kalau bisa nanti ke sini lagi ya, komentar yang panjang banget juga boleh, yang penting ada keyword “mengembalikan jati diri bangsa”nya.
wah ikutan juga ya bro…
salam kenal ya… lagi blogwalking nih,,,
pingin tau tulisan temen2 yang lain….
MARI KITA MULAI DARI MEMBENTUK DIRI KITA MASING MASING AGAR MENJADI MANUSIA SEUTUHNYA DAN MULAI BERBAGI DENGAN SESAMA
SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG ‘TUK SAHABATKU TERSAYANG
I LOVE YOU PHUUUUUUULLLLLL
SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG ‘TUK SAHABATKU TERSAYANG
I LOVE YOU PHUUUUUUULLLLLL
Salam kenal dan semoga sukses kontesnya…miki-mkir untuk buat juga neh..walaupun nggakmenang yang penting pesan moralnya kesampaian…
Salam kena yaa syeckh chokey… senang menjumpai syekh di sini
Ayo, ikutan aja, selain meramaikan, bisa pula untuk menyampaikan pesan moralnya
Selamat oy.. tak dukung dan tak gendong wis hehehe, TAk tambahi keywordnya MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA. mampir2…
translate
Belajar ngeblog
Wokeh, tengkyu bro
[...] ini dengan Jati diri bangsa Indonesia yang telah hilang. Silahkan simak artikel menarik bagaimana Mengembalikan Jati Diri Bangsa terkait peledakan bom ini. Komentar anda sangat kami harapkan sebagai bentuk kepedulian anda [...]
waduh bener-bener semangat ni ikutan kontes, hantam terus ya semangaaatt. kalao saya kek nya emang gak bakat di kontes SEO hiks. sudah action extra lumayan tapi makin gak jelas ae. yang terpenting bukan kemenangan akhir. tapi bagaimana kita mampu menerapkan SEO dalam meraih penghasilan dengan blog melalui bisnis online. bagaimana kita mengeruk penghasilan dan mendatangkan pengunjung sebanyak-banyak nya dari SEO. karena inilah tujuan utama SEO yang sifatnya kontinue alias terus menenerus.
oia ditunggu sedekah komentar berkualitasnya dalam tulisan ini yaa…cheers..
masih ada waktu 10 hari mas .. mari lanjutkan perjuangan hingga garis finish
Ga enak pake hape, terbatas banget. Mana di sini sinyal 3Gnya ga ada (cuma GPRS doank).