Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Submitted by rismaka on July 20, 2009 – 2:22 pm53 Comments

Entahlah apa yang mungkin timbul di benak anda saat merenungi kalimat Mengembalikan Jati Diri Bangsa Indonesia. Beberapa dari kita mungkin tidak menyadari bahwa jati diri bangsa ini hampir atau bahkan sudah hilang. Kita saksikan di belahan kota manapun di Indonesia, banyak dari pemuda-pemudanya tidak mengerti sopan santun, tata krama, kurangnya adab berbicara kepada yang lebih tua, serta banyak melakukan pergaulan bebas.

Berbeda halnya dengan berpuluh-puluh tahun yang lalu, saat bangsa ini belum dirasuki oleh paham-paham liberalisme, baik yang berkedok kebebasan berpendapat maupun kebebasan dalam bertindak. Jati diri bangsa saat itu sangat terlihat di kalangan pemudanya. Mereka sedikit banyak masih menjunjung tinggi norma-norma agama, kesopanan, dan pergaulan. Ironis memang, bangsa Indonesia yang dulunya dikenal sebagai bangsa yang menjujung tinggi budaya ketimuran, saat ini telah kehilangan jati dirinya.

Kini kita mesti berpikir bagaimana caranya mengembalikan jati diri Indonesia yang telah tercoreng oleh bangsanya sendiri. Bangsa ini telah rusak, bangsa ini telah bobrok, dan bangsa ini telah kehilangan jati dirinya. Kepada siapakah kita patut menyalahkan hal ini? Tidak, tidak ada yang mesti disalahkan saat ini. Mengembalikan jati diri bangsa adalah tugas kita bersama, bukan hanya tugas kepala negara, ataupun pejabat-pejabat yang terkait langsung dengannya. Marilah kita memulai dari diri sendiri untuk mengembalikan jati diri bangsa Indonesia menjadi bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, kesopanan, dan pergaulan.


Tulisan ini ditujukan sebagai ajang kontes SEO dengan target kata kunci (keyword) “Mengembalikan Jati Diri Bangsa” (tanpa tanda petik) yang diadakan oleh Beritajitu.com. Kontes ini dibuat untuk menyadarkan diri kita bersama, dan juga anda semua akan pentingnya mengembalikan harkat dan martabat bangsa dengan Mengembalikan Jati Diri Bangsa. Semoga kontes SEO ini akan sedikit membantu memberikan aura positif terutama bagi anak bangsa di internet Indonesia dengan cara yang positif dan bermartabat.

53 Comments »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.