October 28, 2011 — Terhitung sejak ditulisnya postingan pertama hingga detik ini, sudah 4 kali blog ini mengalami serangan. 3 serangan diantaranya dari peretas.. Kisah Blog ini dan Serangan Peretas ditulis oleh rismaka pada October 28, 2011. Berikut ulasan selengkapnya.
Terhitung sejak ditulisnya postingan pertama hingga detik ini, sudah 4 kali blog ini mengalami serangan. 3 serangan diantaranya dari peretas, dan 1 serangan lainnya dari orang awam yang tolol, yang mencoba me-reset password blog ini dengan cara konvensional.
Serangan dari peretas tampaknya mengalami kesuksesan besar. Mereka dua kali berhasil menembus celah keamanan blog ini, dan kemudian mengganti username serta alamat email yang didaftarkan sebagai pengguna. Alhasil, saya pun sempat kelabakan karena tidak bisa login.
Serangan terakhir oleh peretas pada tanggal 22 oktober 2011 kemarin nampaknya membuat kesabaran saya habis. Tidak hanya username dan password yang diubah, tampaknya si peretas pun menghapus database blog ini hingga musnah tanpa jejak. Satu-satunya jejak yang bisa saya temukan dalam database hanyalah username dan alamat email yang telah diganti.
Username telah diganti menjadi: risma. Dan alamat email telah diganti menjadi kokom_yayang@yahoo.com. Saya tak tahu apakah alamat email tersebut merupakan alamat email asli dari peretas, ataukah bukan. Namun saya 90% yakin bahwa alamat email itu milik mereka, yang digunakan sebagai senjata pertahanan mereka untuk mereset password bila diperlukan kembali.
Saya tak habis pikir, mengapa banyak peretas rela mengorbankan waktunya untuk membobol blog saya ini. Dilihat dari sisi finansial pun blog ini tidak menghasilkan provit yang berarti. Justru yang ada adalah sang peretas akan mendapatkan doa yang jelek dari saya yang merasa dirugikan atas tindakan ini.
Saya perlu menuliskan pengalaman ini, untuk mengingatkan kepada anda sekalian untuk lebih berhati-hati dalam mengelola blog. Ada banyak tips keamanan di luar sana untuk menjaga blog anda tetap aman, silakan dicari sendiri.
Untuk sang peretas, saya yakin keluarga anda sangat sayang kepada anda. Oleh karena itu sangat adil kiranya bila saya mendoakan keburukan untuk anda atas ulah anda ini. Terima kasih, semoga anda nyaman di sana.