Sulit Berkomentar? Bukan Menjadi Masalah Seharusnya

July 9, 2011 — Sulit berkomentar hendaknya tidak perlu dipermasalahkan dan mereka hendaknya mengerti alasan pemilik blog "agak mempersulit" orang memberikan tanggapan.. Sulit Berkomentar? Bukan Menjadi Masalah Seharusnya diulas oleh rismaka pada July 9, 2011. Berikut ulasan selengkapnya. 4.8

Tiap narablog saya rasa pernah merasakan dongkol karena merasa sulit bila hendak berkomentar di blog orang lain, entah itu karena dipasangi CAPTCHA, Quiz penjumlahan, Komentar yang dimoderasi, harus meng-klik dulu tautan sebelum berkomentar, dan lain sebagainya.

Menurut saya hal tersebut tidak perlu dipermasalahkan. Bagi mereka yang hendak berkomentar, hendaknya mengerti alasan si pemilik blog “agak mempersulit” orang memberikan tanggapan.

komentar para pengkomentar

Hakikat berkomentar

Ketika hal tersebut terjadi, hendaknya kita meninjau ulang hakikat kita ingin berkomentar. Apakah untuk memberikan feedback, untuk memberi saran atau kritik, just say hello, ataupun hanya numpang nyepam.

Orang yang hanya mencari backlink tentu saja akan malas berkomentar di blog-blog yang dipasang CAPTCHA ataupun diharuskan mendaftar (register) terlebih dahulu sebelum berkomentar. Bisa dikatakan, fungsi CAPTCHA yang dipasang pemilik blog benar-benar bekerja sesuai fungsinya, yakni anti spam, dalam hal ini spamnya adalah manusia.

Bila seorang benar-benar tertarik untuk berdiskusi, maka seberat apapun perjalanan yang ditempuh, ia akan berusaha mati-matian agar niatnya tercapai.

Bagaimana bila ada orang yang ingin menyapa atau just say hello pada sang pemilik blog? Maukah ia berkomentar pada area yang telah dilindungi CAPTCHA ataupun moderasi? Kembali lagi ke hakikatnya, apakah sapaan itu penting, ataukah hanya basa-basi. Bila sekiranya penting, maka ia pun akan tetap berusaha melewati rintangan tersebut. Bila tidak, mungkin ia akan berlalu dari blog itu tanpa meninggalkan jejak apapun.

Sulit berkomentar? Tidak usah dipermasalahkan

Kembali lagi ke hakikatnya, bila anda menemui blog yang rintangannya banyak, maka sebaiknya anda tinjau ulang kepentingan anda. Pemilik blog juga berhak untuk menerima ataupun menolak setiap komentar yang masuk, karena itulah ia memasang rintangan agar setiap orang tidak bisa seenaknya berkomentar.

Dongkol atau jengkel hanya karena CAPTCHA? Tak usah dipermasalahkan, baca saja blog tersebut tanpa berkomentar. Ataukah anda tak mau berkunjung lagi gara-gara sulit berkomentar? Ah, seperti anak kecil saja. Pemilik blog pun juga tidak butuh orang yang berkunjung hanya untuk berkomentar saja.

Mengapa marah karena komentar anda dimoderasi?

Lantas, mengapa pula anda marah ketika tahu komentar yang anda kirim dimoderasi terlebih dahulu oleh pemilik blog? Pemilik blog pastinya memiliki alasan khusus mengapa ia memoderasi komentarnya. Dengan anda berkomentar, secara tak langsung anda setuju memberikan seluruh tulisan komentar anda kepada pemilik blog. Sudah pasti sang pemilik mempunyai hak mutlak atas komentar tersebut, apakah akan menampilkannya langsung, memoderasinya terlebih dahulu, ataukah langsung menghapusnya.

Tidak setuju dengan pendapat saya di atas? Silakan tuangkan pendapat anda di area komentar. Dan jangan lupakan satu hal, komentar yang anda submit adalah milik saya sepenuhnya.

  • http://catatan.legawa.com Cahya
    using Opera 11.50 on Windows Vista

    Kalau di blog saya yang paling banyak tulisannya itu biasanya orang protes karena komentarnya langsung dihapus oleh mesin antispam. Maklum saya pakai yang kejam :D.

    Lha, pada akhirnya kan jika ingin bertanya-pun masih dapat menghubungi pemilik blog via surel atau jalan lainnya kan tanpa perlu meninggalkan tanggapan jika memang merasa kesulitan.

    • rismaka
      using Firefox 5.0 on Windows 7

      Cahya,
      Berarti lebih kejaman mas cahya ketimbang saya ya :D

      Betul mas, untuk bertanya ataupun memberi tanggapan tidak harus selalu melalui komentar, namun bisa juga melalui halaman kontak (bila ada), ataupun men-trackback melalui postingan sendiri dan menjawabnya di situ. Saya rasa kebanyakan narablog sudah melengkapi blognya dengan halaman kontak. Nah kalau tidak ada? Ya berarti dia boleh “mempermasalahkan” :)

  • http://www.diptara.com Joko Sutarto
    using BlackBerry 9300 on BlackBerry

    Saya suka dengan kalimat terakhir diatas “Komentar yang Anda submit adalah milik saya sepenuhnya”. Ha Ha Ha.

    Kalau di blog saya masih saya tambahi lagi dengan disclaimer semua komentar yang masuk sepenuhnya menjadi tanggung jawab si komentator, bukan tanggung jawab saya.

    Ah, anggap saja itu impas karena saya tak memberi rintangan apapun kepada si komentator apalagi capek-capek memoderasi dan menyeleksinya. Setuju, Mas saya. :D

    • rismaka
      using Firefox 5.0 on Windows 7

      Joko Sutarto,
      Wah kalau saya belum ada halaman disclaimer tuh pak, sepertinya sangat bermanfaat untuk menunjang usability sebuah blog :)

      Apa kira-kira tepat kalau disebut demikian.. “Semua komentar yang masuk sepenuhnya milik saya akan tetapi menjadi tanggung jawab si komentator, bukan tanggung jawab saya” :lol:

  • http://kafegue.com iskandaria
    using Chromium 14.0.813.0 on Ubuntu 11.04

    Kali ini saya setuju 100% mas :) (walaupun dulu sempat kesal juga dengan fitur moderasi). Tapi moderasi yang kurang saya sukai sebenarnya yg tidak langsung menampilkan isi komentar kita begitu usai disubmit. Umumnya itu terjadi di blogspot. Kalau di wordpress, walaupun pakai moderasi, isi komentar kita tetap muncul sementara usai kita submit. Kecuali mungkin setelah kita refresh halamannya.

    Khusus captcha, sebenarnya yang kurang saya sukai yaitu yang agak sulit dibaca. Biasanya ditandai dengan liukan yang membuat agak sulit terbaca dan seringkali suka bikin saya salah saat menuliskan kode/karakternya di input text. Kalau masih enak dibaca sih nggak masalah banget buat saya.

    Tapi yach balik lagi deh pada niat kita berkomentar. Yang sedikit mengesalkan mungkin pas lagi semangat-semangatnya pengen komentar yang memperkaya konten, tapi oleh captcha yang sulit terbaca itu jadi terhambat. Mau gimana lagi kalau begitu.

    Oya, saya juga membuat rintangan lain untuk berkomentar di blog saya. Di antaranya memblacklist kata tertentu, membatasi input minimal karakter isi komentar, serta membatasi input maksimal karakter nama dan URL. Nah, yang terakhir ternyata beberapa kali makan korban pada mereka yang menggunakan blogspot (berhubung nama blognya juga panjang dan ditambah lagi dengan embel-embel blogspot.com di ujungnya)..hehehe. Bukan bermaksud meremehkan blogspot lho. Tapi ini juga kesalahan saya yang tidak memikirkan pengguna blogspot, sehingga akhirnya saya tambah lagi jumlah karakter maksimal yang saya izinkan di bagian isian URL :)

    • rismaka
      using Firefox 5.0 on Windows 7

      Iskandaria,
      Betul mas, CAPTCHA yang sangat susah biasanya menyusahkan banyak pihak, saya pun demikian. Kalaupun ingin membuat susah, mbok ya jangan susah-susah amat, bukan begitu? :D

      Kalau saya menemukan CAPTCHA yang tidak jelas biasanya saya refresh halaman tersebut. Pernah saya refresh hingga 2X tetap tidak terbaca, setelah refresh ke-3 kalinya baru bisa. Itulah perjuangan saya dalam mengomentari sebuah tulisan :)

      Saya tidak menggunakan teknik yang mas is pakai, karena kebanyakan orang yang berkomentar di blog ini tidak berniat spamming. Kalau pun ada langsung ditelan sama akismet, dan tinggal saya hapus.

  • http://psdesain.net Jaka @psdesain.net
    using Google Chrome 12.0.742.112 on Windows XP

    Kadang berkomentar pada blog yang harus ketik ini itu klik itu ini juga menjadi masalah pada para pengomentar. seperti halnya berkomentar di kotak komentar blogspot, kita dipermasalahkan untuk mereload ulang halaman saat klik submit, apalagi jika ada capcha itu, kita harus reload ulang 2 kali site tersebut untuk berkomentar. Pastinya ini sangat menyusahkan apalagi yang memiliki internet lemah seperti saya ini :)

    • rismaka
      using Firefox 5.0 on Windows 7

      Jaka,
      Nah kalau masalahnya adalah jaringan internet yang lemah, mungkin bisa disiasati dengan menjawab komentar berupa posting tersendiri mas.. Kan lebih mudah disamping menambah jumlah konten :)

  • http://www.isnuansa.com isnuansa
    using Opera Mini 6.24455 on Unknown

    saya nggak suka dihalang halangi. Apalagi dipersulit. Kalau bisa ada yang mudah, kenapa pakai birokrasi. Ah, saya jadi mikir, pembuat birokrasi pemerintahan kita juga pakai dasar pemikiran yang sama dengan Mas Adi, kali ya? *kabur*

    • rismaka
      using Firefox 5.0 on Windows 7

      isnuansa,
      Wah mbak nunik salah paham. Maksud saya bukan mempersulit mbak, tapi membiarkannya tanpa harus mempermasalahkannya. Toh kalaupun kita mempermasalahkan adanya CAPTCHA, komentar dimoderasi, blahblahblah, toh itu karena kehendak dari pemilik blog sendiri, ktia cuma bisa pasrah :)

      Waduh, sayangnya saya bukan pejabat tinggi birokrasi mbak. Kalau saya, bakal saya hapus tuh birokrasi2 yang njlimet bin nyusahin :D

  • http://www.nurulimam.info/ Nurul Imam
    using Firefox 5.0 on Windows XP

    Moderasi Komentar itu menurut saya sah – sah aja. Lha Klo yang kesel ama Moderasi emangnya dia mau nyepam toh ?

    • rismaka
      using Firefox 5.0 on Windows 7

      Nurul Imam,
      Yup, sah-sah saja, tergantung keinginan dari sang narablog :) . Kalau kesel, itu lebih kepada sang pengomentar ingin melihat langsung komentar yang disubmit tampil sehingga bisa dibaca oleh orang lain menurut saya.

  • http://kaget.net/ Kaget
    using Firefox 5.0 on GNU/Linux

    Komntar milik Anda sepenuhnya, dan saya juga tak setiap kali BW harus komen. Menarik simpati, beri komen! Tapi bukan mengharap kunjungan balik. Posting dihargai karena isinya, bukan karena rajin BW atau sekedar buang link. Saya sendiri belakangan mulai menerapkan sistem moderasi, dan itu penting! Bagi saya, lebih baik tak ada komentar daripada harus menerima komen spam :D

  • http://themenworlds.com crazyhusband
    using Firefox 8.0.1 on Windows XP

    hehehe… bener juga kalau dipikir-pikir koq kesannya ngeblog atau blogwalking itu kepaksa gitu ya :D gak enjoy banget hehe padahal apapun yang terjadi kalau kita sudah niat untuk terjung lepas ke dunia bloging semua itu tak ada artinya jiaaah :P