February 9, 2011 — "mu-plugins" adalah Must Use Plugins, yaitu plugin-plugin yang wajib aktif. Fungsi subdirektori /mu-plugins adalah sebagai path atau tempat instalasi plugin-plugin wordpress. Fungsi Subdirektori /mu-plugins di WordPress diulas oleh rismaka pada February 9, 2011. Berikut ulasan selengkapnya.
Banyak pengguna WordPress, khususnya yang dihosting sendiri belum tahu fungsi dan kegunaan dari subdirektori /mu-plugins. Secara default, proses instalasi wordpress tidak menyertakan subdirektori /mu-plugins di dalam direktori /wp-content. Direktori tersebut haruslah dibuat manual atau dengan bantuan plugin atau fungsi tertentu.
Bila kita perhatikan, subdirektori utama yang ada di dalam direktori /wp-content ada 3, yaitu /plugins, /themes, dan /uploads. Padahal pihak wordpress telah menyertakan fitur ini ketika versi (kalau tidak salah) 3.0 diluncurkan.
/wp-content
/plugins
/themes
/uploads
Pemakaian kata “mu-plugins” dikaitkan dengan Must Use Plugins, yaitu plugin-plugin yang wajib aktif. Fungsi utama dari subdirektori /mu-plugins adalah sama seperti subdirektori /plugins, yakni sebagai path atau tempat instalasi plugin-plugin wordpress. Bedanya adalah plugin yang terdapat di subdirektori /mu-plugins secara otomatis akan aktif terus. Kita tidak bisa menonaktifkannya di panel plugin. Satu-satunya cara untuk menonaktifkannya adalah dengan menghapus atau dengan memindahkan plugin tersebut dari subdirektori /mu-plugins.
Tidak heran bila secara default wordpress tidak menyertakannya saat instalasi berlangsung, karena memang subdirektori ini lebih ditujukan kepada pengguna wordpress multi user, dimana semua pengguna akan mendapatkan instalasi dari plugin yang ada di subdirektori /mu-plugins.
Kita dapat menggunakan subdirektori /mu-plugins ini untuk menempatkan plugin-plugin yang wajib ada bersama instalasi wordpress. Namun sebelumnya kita harus membuatnya secara manual di dalam direktori /wp-content sebelum digunakan. Setelah itu baru tempatkan plugin-plugin wajib yang kita kehendaki di dalamnya.
/wp-content
/mu-plugins
/plugin A
/plugin B
/plugins
/themes
/uploads
Untuk mengeceknya, lihatlah panel admin di bagian plugins, akan tampak pilihan Must-use, yang menunjukan direktori /mu-plugins telah berhasil dibuat.

Perlu diperhatikan, bila kita hendak menjadikan suatu plugin menjadi “must-use”, jangan tempatkan berkas plugin dalam folder, namun tempatkan langsung di dalam subdirektori /mu-plugins, sehingga wordpress dapat mendeteksinya sebagai plugin yang aktif.
Saya sendiri menggunakan subdirekotri /mu-plugins ini untuk menempatkan berkas fungsi/function yang wajib ada di blog-blog yang saya miliki, sehingga ketika mengganti theme (template), maka saya tidak perlu lagi menyunting berkas function.php yang ada di subdirektori /themes yang digunakan.