July 14, 2010 — ada ribuan theme. Namun apakah semuanya aksesibel? Tulisan ini bertujuan agar narablog dapat mengetahui theme atau template yang aksesibel bagi semua orang normal dengan berbagai kondisi.. Seberapa Aksesibel Theme yang Anda Gunakan? ditulis oleh rismaka pada July 14, 2010. Berikut ulasan selengkapnya.
Ada ribuan theme atau template baik yang berbayar maupun yang bisa diunduh secara gratis. Namun apakah semuanya aksesibel? Tulisan ini tidak hanya terpaku pada pengguna WordPress saja, tetapi untuk semua pemilik blog yang theme atau templatenya dapat diganti-ganti.
Tulisan ini bertujuan agar narablog sedikitnya dapat mengetahui bagaimana theme atau template yang aksesibel (dapat dilihat/diakses) bagi semua orang normal dengan berbagai kondisi.
Mengapa theme harus aksesibel?
Pengguna internet banyak macamnya, baik itu yang mempunyai koneksi internet yang cepat maupun yang lambat. Bagi pengguna yang mempunyai koneksi lambat, mereka cenderung mematikan gambar dan javascript di peramban yang mereka gunakan.
Bila pengguna fakir/miskin tersebut mengakses blog kita dengan opsi gambar dan javascript dimatikan, maka akan terlihat aksesibel atau tidaknya theme yang kita gunakan. Bila aksesibel, maka pembaca tidak akan kehilangan informasi sedikitpun. Namun bila ternyata tidak aksesibel, maka pembaca akan kehilangan informasi, atau setidaknya dibuat bingung.
Tes sederhana untuk melihat aksesibilitas theme yang kita gunakan
Saya akan mencoba mengetes theme yang saya kenakan sekarang ini. Saya menggunakan peramban firefox 3.6.6, dengan opsi gambar dan javascript dimatikan. Sampel atau contoh halaman adalah halaman posting dengan judul Pengkomentar, Wajib Bagi Anda Memiliki Gravatar.
-
Tampilan logo dan navigasi halaman

Bagian logo dan deskripsi cukup jelas dibaca ketika gambar dan javascript dimatikan. Bagian navigasi halaman pun tidak bermasalah tatkala diakses menggunakan peramban firefox 3.6.6.
-
Bagian konten

Ada sedikit permasalahan di bagian navigasi breadcrumb, yaitu pembaca akan mengalami kebingungan. Pembaca kehilangan informasi tentang apa sesungguhnya bagian yang diberi tanda tanya (“?”) di gambar. Untuk gambar, pembaca tidak akan kehilangan informasi, karena saya memberikan atribut
ALTdan juga border (batas) untuk tiap-tiap gambar, sehingga pembaca akan tahu bahwa di situ ada gambar. -
Bagian Sidebar

Tidak ada masalah. Ordered list maupun unordered list bisa dikenali dengan pemisahan menggunakan border atau batas bawah.
-
Bagian Komentar

Saya rasa tidak masalah, karena pembaca masih mengetahui dimana letak gambar avatar dari masing-masing pengkomentar. Thread comment (komentar berulir) pun masih terlihat bentuk dan polanya ketika gambar dimatikan.
-
Bagian form komentar

Tidak masalah, karena semua form isian, baik itu komentar, nama, alamat surel, maupun tombol submit comment masih bisa dilihat.
Catatan: Sering saya lihat pada beberapa blog, saat opsi gambar dimatikan, tombol submit commentnya hilang alias tidak kelihatan, karena menggunakan gambar sebagai backgroundnya. Hal ini tentunya tidak aksesibel bagi pengguna yang mematikan opsi gambarnya.
Tes di atas hanyalah tes sederhana untuk melihat tampilan blog dengan opsi gambar dan javascript dimatikan. Tes di atas tidak bisa dijadikan parameter keseluruhan untuk menyebut suatu theme sebagai theme yang aksesibel, karena masih banyak faktor lain yang menentukan aksesibilitas suatu blog.
Bagaimana dengan anda, apakah theme yang anda gunakan cukup aksesibel bagi orang-orang miskin (baca: fakir bandwidth)? Kalau tidak, saran terbaik adalah gantilah dengan theme yang lebih aksesibel, karena dengan begitu anda tidak akan kehilangan pangsa pasar (pembaca) dari kalangan orang-orang miskin seperti saya :).
Pingback: Belajar dari Sahabat | blog Rudy Azhar