May 7, 2010 — Efek ketergantungan bisa terjadi pada pengguna WordPress. Biasanya ketergantungan plugin dialami pengguna awam yang tidak tahu cara mengedit fungsi plugin, sehingga ia akan selalu bergantung pada plugin tersebut.. Fenomena Ketergantungan Plugin (WordPress) diulas oleh rismaka pada May 7, 2010. Berikut ulasan selengkapnya.
Efek ketergantungan (candu) tidak hanya terjadi pada pengguna narkoba saja, namun juga pada pengguna WordPress, khususnya wordpress yang dihosting sendiri. Biasanya ketergantungan plugin sering dialami oleh pengguna awam yang tidak tahu cara mengkustom ataupun menyunting fungsi plugin, sehingga ia hanya bisa menggantungkan sepenuhnya pada plugin tersebut.
Apa itu ketergantungan plugin?
Ketergantungan plugin adalah suatu istilah dari saya pribadi untuk menyebut penggunaan suatu plugin yang tidak tergantikan oleh plugin lain, sementara jika plugin tersebut tidak digunakan lagi, maka tampilan ataupun layout blognya akan mengalami kerusakan, atau minimalnya akan terkotori oleh konten-konten tambahan.
Contoh kasus ketergantungan plugin
Dulu saya pernah menggunakan plugin code colorer yang berfungsi untuk melindungi markah/syntax PHP ataupun HTML ketika saya menuliskan tutorial PHP/HTML. Penggunaan plugin code colorer cukup mudah, yakni cukup menuliskan markah PHP di antara elemen <code> dan </code>, maka secara otomatis markah yang saya tulis dapat ditampilkan tanpa terfilter oleh WordPress.
Saya tidak bisa melepas plugin tersebut, karena jika dilepas, maka markah PHP yang sudah saya tulis di banyak artikel akan hilang/terfilter. Dan mengingat jumlahnya yang sudah sangat banyak, maka saat itu saya tidak bisa menghabiskan waktu untuk menyunting/edit satu persatu artikel tutorial yang telah saya posting.
Kasus di atas adalah salah satu contoh ketergantungan plugin code colorer, dimana saya tidak bisa menggantikannya dengan plugin lain, karena jika saya menggantinya, maka tampilan artikel yang berisi markah tersebut akan rusak. Pun saya tidak mempunyai cukup waktu untuk menyuntingnya satu persatu.
NB: Dengan pengorbanan waktu yang luar biasa, akhirnya saya dapat menyembuhkan ketergantungan ini dengan menyunting artikel tutorial tersebut satu persatu. Dan saya menggunakan elemen <pre> yang sudah dikustomisasi CSSnya menggantikan elemen <code> dari code colorer.
Contoh kasus yang bukan merupakan ketergantungan plugin
Penggunaan plugin AIOSEO pack. Mengingat plugin ini menyisipkan meta tag title, keyword, dan description ke bagian header suatu blog, maka melepas plugin ini sama saja artinya dengan melepas semua meta tag seluruh halaman posting. Bagi yang beriorientasi pada SEO, melepas AIOSEO pack tentunya bukan hal yang baik.
Pada kasus ini, penggunaan AIOSEO pack bukan merupakan ketergantungan, karena masih ada plugin alternatif lain, misalnya Platinum SEO pack.
Efek negatif ketergantungan plugin
Seperti yang telah dijelaskan, bahwa efek ketergantungan dari suatu plugin adalah pengguna akan terus menggantungkan sepenuhnya pada plugin tersebut. Ia tidak bisa melepas atau menonaktifkannya. Efek negatif lainnya adalah jika pihak pengembang (developer) plugin yang digunakan itu berhenti memberikan sumbangsihnya, dan pada saat itu tidak ada plugin alternatif lain, maka kita akan mengalami apa yang disebut dengan shock, yakni tampilan blog yang rusak ataupun terkotori oleh konten-konten tambahan.
Plugin itu sendiri adalah candu
Bagi saya, penggunaan plugin WordPress sendiri adalah candu. Selaku pengguna WordPress yang awam (tidak mengerti bahasa pemrograman) saya akan selalu ketergantungan dengan penggunaan plugin demi aksesibilitas dan kebergunaan yang lebih baik. Meminimalisir penggunaan plugin tentulah lebih baik daripada terus menerus bergantung pada satu macam plugin.
Bagaimana dengan anda, apakah anda juga terkena efek ketergantungan plugin?
Pingback: Tweets that mention Fenomena Ketergantungan Plugin (WordPress) | RISOFTE -- Topsy.com
Pingback: 5 Penyebab Broken Link pada Blog | KafeGue.com