Komentar Tidak Semuanya Harus Ditanggapi

Submitted by rismaka on August 18, 2009 – 7:00 am38 Comments
This entry was writen by Rismaka, The Admin, Biochemist (sometimes) and Data Management Staff of PT. Ex-WF. [Contact: rismaka[at]rismaka.net]

commentMenanggapi diskusi yang saya buat di threaded yang berjudul “Perlukah Komentar Itu Dibalas Melalui Email?“, maka saya memutuskan saat ini untuk tidak serta merta membalas setiap komentar yang masuk. Saya hanya akan membalas komentar yang sekiranya penting untuk dibalas, entah itu berupa pertanyaan, maupun tanggapan yang membutuhkan penjelasan. Ada beberapa alasan mengapa saya memutuskan hal ini, antara lain:

1. Saya menggunakan/memasang plugin ReplyMail.

Fungsi dari plugin tersebut adalah meneruskan setiap balasan komentar ke alamat email sang pemberi komentar. Plugin ini sangat bermanfaat bagi pengunjung yang bertanya tentang suatu masalah dan mengharapkan jawaban dari sang empunya blog. Dengan demikian, maka pengunjung tidak perlu mengecek untuk melihat adanya jawaban atau tidak, karena jawaban akan terforward langsung ke alamat email pengunjung.

Saya tetap memilih untuk mempertahankan plugin ReplyMail dikarenakan kemudahan dalam menjawab pertanyaan yang masuk, serta memberikan loyalitas dan kenyamanan pengunjung.

Planet Orange menulis:
Perkara mereka suka atau tidak saya kurang bgitu yakin, karena mungkin saja ada yang gak suka mendapat email reply tersebut, tapi kl untuk saya pribadi saya suka koq… Kan sekarang kapasitas inbox sudah gede, tidak sperti dulu yang terbatas.. *malahan kadang saya selalu menunggu email tersebut, karena kadang kala saya mengharapkan balasan dari empunya blog…

Aldy menulis:
ada perlu dijawab ada juga yang tidak, balasan auto melalui email terkadang terasa mengganggu. Memenuhi mailbox, tetapi ada kalanya karena waktu yang tidak banyak dengan membuka email kita tahu kalau ada balasan commentar. So gimana enaknya aja.

Brandal Surga menulis:
Wah dilematis juga sih kalo ditanya perlu gak sebuah komentar dibales by email. Soalnya kadang saya ngerasa bete kl komentar saya di suatu blog dibales by imel. Tp terkadang perlu juga buat notifikasi kl pas saya butuh jawaban yg emang penting. So terserah yg punya blog aja deh mo pasang plugin-nya ato gak

Abdul Cholik menulis:
Saya agak kurang nyaman kalau komentar saya dibalas melalui email. Apalagi kalau balasan itu sudah di setting seperti answering machine dan berlaku umum. Coba kalau ada balasan otomatis berbunyi begini ” Tx, kamu sudah komen. Datang lagi ya ”. Agak terganggu arena inbox saya jadi penuh. Lagian sudah dikasih blog kok mbalas lewat email. Email digunakan untuk konfirmasi2 saja deh, jangan balasan2 yang hanya “tx, trims,suwun”. Bikin capek.

Chokey menulis:
Menurut saya cukup dibalas di kolom komentar ,karena kita akan tahu sahabat mana yang rajin mengunjungi balik dan tidak hanya sekedar membaca postingan terbaru tapi akan tetap kembali mencari jawaban di postingan sebelumnya, dengan demikian akan semakin mengakrabkan sesama blogger.karena terkadang ada sahabta yang tidak baca postingan namun mencari jawaban tentang komen yang ia posting sebelumnya. Mengenai yang di balas lewat email..rasanya cukup bisa merepotkan yang punya email.tapi itu terserah pribadi masing-masing

Pilihan kepada plugin ini dirasakan lebih memberikan kenyamanan daripada plugin wp comment autoresponder, karena pengunjung hanya akan menerima email dari jawaban komentar, sementara plugin wp comment autoresponder akan mengirim dua notifikasi email yang tentunya cukup mengganggu kenyamanan.

Dinda Watson menulis:
Jujur aku seneng kalo komentar yang aku tinggalkan di blog orang di balas via e-mail… apapun balasannya
yang kurang aku suka, kalau saat kita mengirim komentar (cuma ngirim loh…) trus dapet e-mail
“terima kasih telah berkomentar di blog saya”
jujur deh terganggu banget!
(padahal saya juga kayak gitu)

Plugin ReplyMail dirasakan lebih efektif dan efisien daripada plugin Subscribe to Comments, karena pengunjung tidak perlu untuk melakukan “unsubscribe” jika komentar ataupun pertanyaannya telah terjawab.

Blogodolar menulis:
Sekadar menjawab pertanyaan:
1. Relatif. Kalau ada waktu, lebih baik dijawab karena akan membuat kesan kita memperhatikan komentar mereka.
2. Kalau balasan melalui email tidak perlu. Kita bisa memberikan pilihan kepada pengunjung dengan menyediakan Notify me of followup comments via e-mail.
3. Kalau saya tidak terganggu oleh balasan melalui email.
4. Saya selektif memilih plugin, agar tidak memberatkan blog. So, saya pilih saja plugin yang perlu dan mana yang tidak perlu. Ya, inilah pilihan bro :D

2. Saya ingin tetap mempertahankan fitur threaded comment.

Saya tetap mempertahankan fitur ini karena sangat bermanfaat sebagai alur diskusi, serta juga lebih menarik minat pengunjung untuk berkomentar. Walaupun dari segi aksesibilitas (accessibility) kurang baik, namun kemudahan, serta interface-nya yang menarik tetap menjadi prioritas utama saya.

Aditya menulis:
Saya biasanya mengedit komentar yang ada… saya belum tahu itu masuk ke email teman-teman yang komentar apa nggak… Sebenarnya mengirim lewat email juga penting agar pengunjung di blog kita tahu komentarnya sudah dibalas atau belum, dan sebenarnya kita lebih care pada pengunjung kita… nice post Mas…

3. Komentar biasa dan basa-basi tidak perlu dijawab

Kita tahu dan bahkan pernah atau sering melakukannya, yakni memberikan komentar yang biasa-biasa atau basa-basi saja. Kita pun pasti memaklumi bahwa komentar yang semacam ini tidak membutuhkan jawaban. Jika seandainya saya menjawabnya, maka jawaban saya pun akan sama, yakni biasa-biasa dan basa-basi saja.

raiderhost menulis:
tapi saya juga berfikir bagaimana seorang penulis menjawab pertanyaan visitor sebaik mungkin sehingga mampu membangun sebuah loyalitas visitor.

Satu hal yang kita semua pasti merasakannya, bahwa balasan yang basa-basi itu kurang diharapkan, dan dapat mengganggu kenyamanan jika terkirim lewat email yang hanya akan memenuhi inbox saja. Oleh karena itu saya memutuskan untuk tidak menjawab komentar yang demikian.

arifin

Arifin: the best comment

Kesimpulan

Menjawab komentar pengunjung itu sangat penting karena merupakan bentuk perhatian dan penghargaan kita kepada mereka yang telah meluangkan waktu memberikan komentarnya, hanya saja proses selektif diperlukan untuk membalas setiap komentar yang masuk demi kenyamanan mereka sendiri.

Artikel yang berhubungan:

  1. Sebuah Diskusi : Mengapa Komentar Saya Tidak Ditanggapi?
  2. Plugin DB Cache Tidak Kompatibel di WordPress Versi 2.8
  3. Trik Agar Blog Mempunyai Banyak Komentar
  4. Mengenal Tingkatan Kasta Komentar Para BlogWalker
  5. 5 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Menginstall WordPress
  6. HANYA SEBUAH KOMENTAR
  7. Menangkal Serangan Spam Dengan Plugin Quiz

Berlangganan Artikel

Dengan berlangganan, anda akan dikirim artikel terbaru blog ini secara lengkap. Masukkan alamat email anda, kemudian tekan tombol subscribe:

Jika tidak mendapatkan informasi yang diinginkan, anda bisa manfaatkan mode pencarian berikut ini:

38 Comments »

  • rismaka says:

    Terima kasih buat para blogger yang turut serta dalam diskusi tersebut. Sungguh sangat bermanfaat sekali masukannya :)

  • ganda says:

    yah. replymail itu saya rasa penting, seperti saya misalnya. jadi saya tidak perlu bolak-balik cross check untuk melihat reply saya. tapi kok saya belum pakai plugin ini yah.. hehehe.. pastinya sesuatu hal lah.. :)

  • adirossi says:

    Mungkin bagi blog baru yang ingin mendapatkan traffic tinggi, setiap komeng memang hendaknya harus dibalas, akan tetapi juga harus selektif, jgn sampe komeng spam juga dibales..wakakakak

  • Yep says:

    Diluar semua hal yang mungkin dipertimbangkan oleh Mas rismaka, mungkin ada satu hal yang tidak dipertimbangkan Mas…perasaan senang dan bahagia dari pemilik blog apabila dikunjungi oleh blogger sekaliber anda :lol:

    Hal ini mungkin tidak dirasakan oleh Mas Rismaka…tetapi saya salah satunya yang merasakan kebahagiaan tersebut apabila dikunjungi oleh blogger idolanya , termasuk kunjungan anda Mas :)

    • Aldy says:

      Benar sob, ini juga layak dipertimbangkan oleh Mas Ris a.k.a Mas Adi.

    • rismaka says:

      Wah.. ini benar-benar berlebihan dan melampaui batas :D
      Sepertinya saya harus membuat pernyataan tersendiri nih, kalau saya tidaklah sekaliber yang diberitakan orang-orang :lol:
      Tapi terlepas dari kaliber maupun tidak kaliber, setiap kunjungan memang seharusnya dibalas dengan kunjungan serupa, ibarat kata adalah membalas sebuah kebaikan yang diberikan oleh orang lain. Betul tak?

      Masukan yang bagus yep, semoga para blogger dapat mengimplementasikannya secara baik dan benar.

    • chokey says:

      Sama neh perasaan kita Yep..
      alagkah bahagianya kalau ada Simbol R dikomentku..karena komentnya emang kadang bikin fresh hehehe

      sayang jawabanku tidak termasuk the best coment yang direbut oleh mas Arifin

    • Aditya says:

      Bener Mas Yep saya setuju sekali :D…
      Kepuasan setelah menulis (walau kadang sampai lembur :D) hanya bisa diobati dengan secuil komentar sekalipun. Apalagi bila responnya besar serta pertanyaan yang timbul (bukan karena tulisannya jelek lho :D) dari topik yang diulas….

  • Indo Hijau says:

    Sejujurnya saya sangat sependapat dengan YEP, sebagai pemula dari pemilik sebuah blog ada sebuah kebanggaan jika blog kita dikunjungi/dikomentari oleh pengelola blog yang kita jadikan acuan. Kunjungan tersebut terusterang menambah semangat dan menjadi koreksi jika komentarnya sebuah kritikan. One more, komentar rekan YEP layak juga dipertimbangkan.

    • rismaka says:

      Iya mas. Sungguh layak dipertimbangkan.

      Masukan tersebut sangat bagus, hanya saja yang diharapkan kunjungannya pun harus memberikan kontribusi yang bermanfaat, bukan sekedar komentar basa-basi.

      Kita semua tentu pernah merasakan saat mengharapkan kunjungan balik dari seseorang, namun seseorang tersbut hanya memberikan komentar yang formalitas saja, dan terkesan basa-basi. Setelah itu menghilang bagai ditelan bumi. Bagi kita, sikap seperti itu tentunya sangat mengecewakan, bukan?

      Berikutnya mungkin para blogger harus mengikuti diskusi “pentingnya kunjungan balik yang memberikan manfaat”.

  • Andy says:

    Wah udah lama nih saya gak maen ke blog ini. :D
    Mas rismaka dan teman teman sekalian, saya baru buat blog baru nih, melelahkan rasanya kalo pertama kali buatnya harus oprek tema dan sebagainya, memakan waktu hampir 3 jam :D tapi alhamdulillah akhirnya jadi juga.
    Berkunjung yah ke blog baruku Di Sini jangan lupa kasih komentar ya ?
    Salam bloger indonesia.

  • Entah komen saya disini masuk kategori apa yang penting niat baik untuk silaturahmi dan menjalin persahabatan. Mungkin basa-basi tapi cuma sekedar mengucapkan selamat ibadah puasa sebelumnya buat bung rismaka.

    Terima kasih untuk segala infonya semoga amal ngeblog bung rismaka mendapat pahala. :lol:

  • dani says:

    mas adi, kalo misal saya pengen tahu jawaban tiap komentar (bukan hanya komentar saya) di posting ini via email, baiknya saya pake plugin yang mana ya?

    • rismaka says:

      Ada beberapa plugin mas, tapi setahu saya yang paling bagus adalah plugin Subscribe to Comments, Mas Dani juga sudah memakainya, bukan?

      Plugin tsb memang efektif sebagai media diskusi karena setiap subscriber akan mendapatkan tanggapan orang lain melalui email, sehingga dengan demikian diharapkan diskusi bisa berjalan. Namun tidak efektif bila dalam artikel tsb banyak yang berkomentar basa-basi, seperti halnya: “wah, infonya bagus, thanks ya..”, “makasih mas atas tipsnya…”, “mantabs.. lanjutkan…”, “pertamaxxxx, keduaxxx, ketigax…” dan lain sebagainya. Komentar2 itu hanya akan menjadi pengganggu saja, karena tidak diharapkan sebagai bahan diskusi yang baik, dan juga akan memenuhi inbox email.

      Kira-kira begitulah :)

      • Aditya says:

        [“makasih mas atas tipsnya…”, “mantabs.. lanjutkan…”]
        Komentar di atas kadang saya menganggapnya serius lho Mas… Kenapa? Karena saya ingin tamu yang berkunjung dan membaca tulisan yang ada benar-benar mengerti dan jika ada komentar seperti itu maka saya harus lebih meneliti lagi apa yang kurang dari tulisan saya (atau mungkin.. maaf sang pembaca kurang mengerti atau kurang berminat:D). Plus kalau ada kritik dan saran dari pembaca pasti akan saya perhatikan dengan serius :D
        *Panjang amat ya :D

        • rismaka says:

          Sepertinya ada salah paham nih :)

          Maksud saya, komentar basa-basi sekalipun, itu berharga bagi saya. Namun bisa menjadi pengganggu bagi orang lain yang “subscribe” komentar dari artikel yang saya tulis. Maksud hati ingin membaca diskusi blogger lain, namun yg terjadi adalah ia akan terus dikirimi secara otomatis bila ada orang yang berkomentar (apapun komentar itu, baik bermutu maupun sekedar basa-basi).

          Oleh karena itu, saya lebih memilih utk tidak memasang plugin itu, takut ada orang baik hati yg “subscribe”, namun ternyata yg didapat hanyalah komentar2 basa-basi :D

          Kira-kira begitulah. Semoga bisa dipahami apa yg saya sampaikan ke mas Dani.

          • dani says:

            ah ya saya masi make itu (karena ngga ngecek yang sejenis..). itu sisi negatif/risiko subscribe-subscribe-an tiap komen baru itu ya. kembali ke selera. :)

      • Darmawan says:

        dl pernah pakai Subscribe to Comments,tp skr kumatikan karena kadang jd mengganggu orang yg subscribe jika komentarnya banyak. kalau secara keseluruhan balasnya tergantung mud dan inetnya lg lemot atau tidak :D

  • Pakde Cholik says:

    Saya senang diskusi2 seperti ni sehingga semakin menambah wawasan saya sebagai blogger pemula ( sampai kapan ya sebagai blogger pemula he..he..he)

    Dengan cara ini pula saya bisa merogoh jeroan para senior untuk menyerap ilmunya yang bermanfaat.

    Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan, mohon maaf lahir dan batin

    Salam hangat dari Surabaya

  • adirossi 2 says:

    Selamat menyambut bulan Ramadhan yang penuh barokah, mohon maaf jika selama ini saya memiliki kesalahan baik yang disengaja mapun tidak, baik pada postingan maupun komentar, saya mohon maaf..

    Selamat menunaikan ibadah puasa :D

  • Blogodolar says:

    Saya setuju dengan kesimpulannya.
    Btw, alangkah lebih baik kalau para komentator yang tertera di gambar-gambar di atas disertai link-nya.

    Lumayan kan saya dapat link dari blog ber-PR 3. Ha ha ha…

    ***semoga komentar ini dibalas oleh yang punya blog, karena komentar ini bukan basa-basi…***

    • rismaka says:

      Update, Link sudah saya tambahkan kang. Terima kasih sudah mengingatkan (secara tidak langsung), bahwa komentar juga merupakan karya cipta blogger yang bersangkutan, dan dalam mempublikasikannya, mestinya juga harus menyertakan link creditnya. :)

  • Rigih says:

    walah, telat berkunjung. ga sempet ikut diskusi. ya sebenernya keren juga c ada balesan via email. cm kadang2 koq isi intinya sedikit, iklannya banyak. hehehe
    piss bro..

  • ryan says:

    kalau sy memanfaatkan fiturnya wp thread comment saja, saat komentar di blog dibalas oleh author/admin atau pengunjung lain otomatis akan masuk ke email pengunjung yg berkomentar

  • rismaka says:

    @adirossi:

    Iya mas, tapi kalau tiap kali balas komentar, dan kemudian komentar tsb terforward ke email mereka, menurut saya pasti akan mengganggu. Jadi lebih baik tidak membalasnya.

    @bootingskoBlog:

    Komentar anda selama ini baik kok mas. Bagi saya komentar basa-basi itu berharga. Namun saya lebih baik tidak membalasnya, karena dapat mengganggu sang pemberi komentar tsb.

    Terima kasih juga mas, sudah berniat baik dan silaturrahim. Sukses buat anda :) . Selamat menunaikan ibadah puasa.

    @Pakde Cholik:

    Terima kasih pakdhe :)

    Selamat menunaikan ibadah puasa pula bagi pakdhe dan keluarga.

    @adirossi 2:

    Sami-sami mas, Selamat menunaikan ibadah puasa :)

    Saya maafkan :lol: , dan saya juga minta maaf bila ada posting dan komentar saya yg menyinggung perasaan :lol:

    @Rigih:

    Hehehee.. itu strategi marketing bro. Setiap fitur harus kita manfaatkan utk menghasilkan pengikut (baca=dollar). Tapi sepertinya mulai sekarang bakal ditiadakan deh iklan-ikalnnya :D

    @ryan:

    Lhah, itu memang yg lagi dibahas bung :D

  • Dinda Watson says:

    kak, nggak tau kenapa kalau aku install reply mail malah gagal kak… jadinya, aku masih mempertahankan yg lama…

    gimana donk? ada alternatif lain ngga??

  • Rigih says:

    kebanyakan iklan. jadinya seperti kebanyakan salam penutupnya daripada inti beritanya. padahal aq juga pengen kaya gitu. tapi ga bisa. hehehe. gut lak
    selamat menunaikan ibadah puasa bro

  • [...] diskusi sebelumnya tentang “tidak semua komentar yang masuk harus ditanggapi“, nampaknya ada beberapa blogger yang kurang paham akan maksud dari pernyataan saya yang [...]

  • hokya says:

    menurut saya, lebih bagus komentar diberi fasilitas notify via email,

    jadi bisa otomatis kirim email ke semua komentator saat ada yang komen baru

  • Ratno says:

    Maaf mas kalo saya kurang setuju, Bagaimana pun komentar yang ada harus di tanggapi kecuali komentar tidak sopan.

    Memang menguras waktu kita, tapi dengan menanggapi komenter yang masuk ini akan membuat pengunjung akan senang dan akan berkunjung lagi ketempat anda.

  • raiderhost says:

    wach ternyata diriku disebut2 disni ,,,

    :) namun karena skrang banyaknya komentar jadi kagak sempat balez

    :D

  • Ahmad says:

    thank’s atas reviewnya….

  • hpnugroho says:

    boleh ikutan nimbrung?
    buat seorang pemula seperti saya, merespon komentar adalah interaksi dengan pengunjung,
    kalau balasan lewat email, biasanya lebih selektif, jika sekiranya jawaban tidak pantas dipublikasikan maka balasnya lewat email.
    Rasanya akan lebih tepat sasaran, kadang pengunjung juga melihat komentar yang masuk dan membaca jawabannya, terutama jika menyangkut pertanyaan seputar tips dan trik.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.