Optimasi JavaScript (1) : Pendahuluan

Submitted by rismaka on July 4, 2009 – 7:00 am48 Comments

javascriptSetelah sekian lama tak terupdate, kini saatnya kita kembali ke tema seputar optimasi website pada umumnya dan wordpress khususnya. Dan topik yang akan dibahas kali ini adalah tentang cara mengoptimasi javascript. Tujuan dari optimasi ini tak lain adalah untuk meningkatkan performa atau kecepatan loading website atau blog. Kita sudah membahas ini berkali-kali, dan sudah berulang kali saya (siapa saya??!!) para web developer sangat menganjurkan pemilik web/blog agar mengoptimasi web/blog mereka terkait masalah kecepatan web dan juga kenyamanan pengunjung.

Apa itu JavaScript?

JavaScript adalah salah suatu bahasa program yang biasa digunakan untuk membuat halaman web lebih interaktif dan lebih atraktif. Menurut wikipedia:

JavaScript is a scripting language used to enable programmatic access to objects within other applications. It is primarily used in the form of client-side JavaScript for the development of dynamic websites. JavaScript is a dialect of the ECMAScript standard and is characterized as a dynamic, weakly typed, prototype-based language with first-class functions. JavaScript was influenced by many languages and was designed to look like Java, but to be easier for non-programmers to work with.

Dalam dunia web designer, javascript biasanya digunakan sebagai fitur tambahan atau “penghias” web, yaitu agar tampilan website ataupun blog dapat lebih bagus, baik itu dari segi animasi, visual, maupun kebergunaan. Dalam dunia periklanan, javascript juga digunakan untuk menampilkan iklan-iklan yang sesuai kata kunci (keyword) seperti contohnya google adsense.

Jika kita menyimpan (save) suatu halaman web dengan lengkap (web page complete), biasanya kita menemukan sebuah file yang berekstensi .js. File itulah yang disebut javascript. Pada blog wordpress pun juga demikian. Biasanya beberapa theme / template wordpress mempunyai fitur yang membutuhkan javascript di dalamnya. Javascript biasanya dipanggil di bagian header dengan kode sebagai berikut:

1
<script type="text/javascript" src="http://namadomain.com/nama_script.js"></script>

Penggunaan JavaScript, Masih Perlukah?

Perlu tidaknya suatu web/blog menggunakan javascript tergantung dari kebergunaan javascript itu sendiri. Jika suatu web/blog ditujukan sebagai lahan pencari uang dengan bisnis PPC (paid per click) semisal adsense, adbrite, kliksaya, kumpulblogger, dan lain-lain, maka tidak bisa tidak javascript harus ada, karena itu merupakan kebutuhan primer yang tidak bisa tergantikan. Begitu pula jika suatu web/blog menggunakan template yang mendukung ajax (ajax compatibility) dalam aplikasinya, maka penggunaan javascript merupakan suatu keharusan.

Penggunaan javascript sebagai pemantau statistik kunjungan web, seperti google analytics, plugin statpress, wp-stats, dan lain sebagainya, juga merupakan kebutuhan yang dirasa penting bagi pemilik website/blog, walaupun dari sisi pengunjung/pembaca hal tersebut bukanlah sesuatu yang penting. Bisa dikatakan penggunaan javascript dalam hal ini adalah kebutuhan sekunder.

Lain halnya jika suatu web/blog menggunakan javascript sebagai penghias saja. Seperti misalnya penggunaan jcarousel sebagai animasi, ataupun pemasangan javascript untuk menampilkan “recent readers” seperti mybloglog, blogcatalog, follow this blog-nya google, ataupun game sudoku. Penggunaan javascript dalam hal ini merupakan kebutuhan tersier, dan seyogyanya untuk disingkirkan karena akan memperlambat kecepatan loading web/blog saja. Kecuali jika anda cukup egois untuk menyingkirkannya…

Pentingnya Optimasi JavaScript

Dibandingkan dengan komponen web yang lain seperti file html, stylesheet (CSS), gambar, icon, dan lain-lain, JavaScript merupakan komponen yang paling lama untuk divisualisasikan. Dan parahnya, jika dalam suatu halaman web terdapat javascript di bagian atas dari komponen tertentu (katakanlah=komponen A), maka komponen A itu tidak akan tertampilkan sebelum browser selesai memanggil file javascript tersebut. Hal inilah yang menyebabkan suatu halaman web/blog biasanya loadingnya lambat/lama.

Hal lainnya adalah biasanya javascript mempunyai ukuran file yang besar. File besar = lama waktu downloadnya = menurunkan performa. Disamping itu pula, hampir kebanyakan theme/template yang mendukung javascript, mempunyai banyak file javascript yang dipanggil secara tersendiri (terpisah), hal itu akan menyebabkan bertambahnya jumlah HTTP request, yang tentunya akan semakin menambah beban persoalan. Silahkan baca kembali artikel berjudul HTTP request sebagai faktor utama penentu performa web.

Saya ingin mengatakan, bahwa kunci utama optimasi javascript ini adalah MENIADAKAN javascript itu sendiri. Itulah cara ekstrem-nya. Namun semua itu tergantung dari kebergunaannya bagi pengelola web/blog maupun bagi pengunjung. Jika kebutuhan kita akan javascript merupakan kebutuhan tersier, akan lebih bijaksana jika kita menyingkirkan semua javascript itu. Namun jka kebutuhan kita merupakan kebutuhan sekunder ataupun primer, ada baiknya jika kita menerapkan beberapa tips optimasi yang akan saya ulas pada pembahasan berikutnya. Sengaja saya membagi pembahasan mengenai javascript ini menjadi tiga artikel, karena setiap optimasi yang akan dilakukan membutuhkan penjabaran yang cukup lengkap.

Optimasi JavaScript Secara Umum

Pada dasarnya optimasi untuk javascript tidak berbeda jauh dengan optimasi untuk file Cascading StyleSheets (CSS), karena keduanya bersumber pada simbol atau karakter yang sama, yakni “huruf“, “angka“, dan “white space (ruang kosong), sehingga optimasinya pun tak jauh-jauh dari: kompress karakter, kompress ukuran file, kombinasi, letak kode pemanggilan, sumber (source) file yang akan dipanggil, dan lain-lain. Hal utama yang membedakan javascript dari CSS adalah karena javascript itu spesial. Ia tidak bisa dikompress dan dikombinasikan begitu saja. Ia pun tak bisa dipanggil dengan letak kode yang sembarang. Semua harus ada aturannya.

Bersambung insya Allah…

Referensi:

http://en.wikipedia.org/wiki/JavaScript
http://www.boutell.com/newfaq/definitions/javascript.html

Artikel yang berhubungan:

  1. Optimasi JavaScript (2) : Memanggil Script Secara Eksternal dan Menempatkannya di Footer
  2. Cascading StyleSheet (CSS) dan 8 Tips Optimasinya
  3. 6 Tips Optimasi Gambar Untuk Web
  4. Sebuah Pendahuluan: Lima langkah Membuat Situs Gratis
  5. HTTP Request, Faktor Paling Utama Penentu Performa Web
  6. Mempercepat Loading WordPress dengan HTTP Compression

Berlangganan Artikel

Dengan berlangganan, anda akan dikirim artikel terbaru blog ini secara lengkap. Masukkan alamat email anda, kemudian tekan tombol subscribe:

Jika tidak mendapatkan informasi yang diinginkan, anda bisa manfaatkan mode pencarian berikut ini:

48 Comments »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.