Nothing Impossible | Tuluslah dalam Menulis
Submitted by rismaka on July 22, 2009 9:45 am69 Comments
Artikel yang berhubungan:
Berlangganan Artikel
Dengan berlangganan, anda akan dikirim artikel terbaru blog ini secara lengkap. Masukkan alamat email anda, kemudian tekan tombol subscribe:
Cari Artikel
Jika tidak mendapatkan informasi yang diinginkan, anda bisa manfaatkan mode pencarian berikut ini:Next Post: Hello World & Hello WordPress »
« WordPress 2.8.2 Telah Dirilis :Prev Post




wew…. berlomba-lomba dalam memenangkan lomba itu boleh kan yak !??!
termasuk kebajikan juga nggk ya ?!?
ya boleh
Yang terpenting adalh berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan heheh
Betul itu, saya sangat setuju 1000%
Mantap deh si dinda…salut saya ama adek satu itu…
aq ikut kontes ini ah…
mumpung pas ama rumah mimpiku…
tuluslah dalam menulis, betapa indahnya…
konten is the best lah..
aq dah nyoba nyampah di blogosfer dg tulisan2 yang bener2 sampah, dan akhirnya…ya, tak ada yg bisa aq dapatkan disana..
emang aq ga cocok nulis klo untuk menulis seperti itu…
terima kasih untuk nasehatnya dalam postingan ini…bener2 mengingatkanku…
just let it flow…
do the best, and let God do the rest
Thanks bro.
Let it flow, just do the best, and let God do the rest. Alangkah indahnya kalimat tsb
Sip.. Ku ikutan juga kyakny
Sip, semoga sukses Rud..
si dinda emng keren, bkin smngt! Ayo ikutan kntes, hdiahnya mkin banyak tuh
hah?? bukan juri?? aaa… aku udah nulis jurinya adalah aku dan para sponsor… yaudah deh gapapa kak… takut kak ris nya sibuk…
kalo perlu bantuan menilai, boleh kan??
Iya dind. Takutnya nanti malah tambah kacau kalau aku yang jadi juri
Aku jadi sponsor aja deh. Juri silahkan dinda dan yang lain saja. Tapi kalau ada yang bisa aku bantu, nanti bilang aja ya.. Insya Allah kalau sanggup aku bantuin.
Kalau nyogok sponsor bisa nggak ??? soalnya salah satu sponsornya dekat aku neh haha
Nyogoknya pake bambu aja, biar lebih muantabs
Setuju saya, apanya ? yang terakhir itu lo ? Jumlah komentar, tapi mudah-mudahan para juri hanya menilai itu sebagai nilai tambah saja. Sulit memang mas, khususnya yang tidak punya banyak waktu untuk melakukan blogwalking, apalagi yang koneksi hanya mengandalkan GPRS. Tetapi terlepas dari itu semua, saya juga sepakat kontes ini lebih memacu kreatifitas dalam menulis, bukan hanya SEO, SEO, SEO, SERP saja…sejalan dengan prinsip Rismaka.net, Content is the king…
Emang kenapa dengan SEO mas? Hahahah. Jangan salah lho.. saya juga mainan SEO di sebagian artikel saya. Tapi tentunya tetap mengedepankan konten yang informatif, bukan hanya menembak keyword saja.
BTW saya sependapat. Sepertinya poin penilaian pada jumlah komentar harus segera dihapuskan.
Kalau seo untuk content sih oke-oke aja mas, tapi kalau harus ikut kompetisi seo, serp ha…ha…gak deh ( mematikan kreatifitas …) remember that ?
setuju ttg poin..
udah pesimistis dari awal… :cry:
maaf, td kurang lengkap
setuju ma penghapusan poin penilaian terkait komentar..
Aku pun tidak setuju dengan point ketiga coz itu memberatkan sekali
kecuali kalo itu memang kontes SEO mungkin akan lain lagi ceritanya pasti bukan cuma komentar yang bakalan dimaksimalin tapi juga backlink
tapi karena emang sudah ketentuan ya apa bleh buat
aku sih ikut buat ngeramein kalo menang syukur gak ya gak masalah
Benar sob, menang kalah bukan hal yang utama, yang penting partisipasi dan menjalin kebersamaan dengan teman-teman blogger lainnya. Punya saya malah belum didaftarkan, padahal udah diposting…:D
Iya, setuju mas surya Ikhasanudin, Kalah menang itu biasa, yang penting adalah partisipasi
menuju tkp________:ngacir:
Sucipto Kuncoro Blog. A Personal Blog that contains about sucipto
ada lomba lagi ya….mana sempat???? coba aja kali…ada tutorial belajar menulis yang bagus dak?? kalau ada mohon di share….
Nah, saya juga lagi nyari mas. Kalau ada kasih tau ya.
Gak usah dicari jauh-jauh, baca saja blog ini dari awal sampai akhir, yakin deh kita akan tahu gimana cara menulis yang efektive *mode angkat telor on*
Sip.. insya Allah ikut. Tapi belum ndaftar. udah dapat ide sih.. hehehe..
Salam kenal mas ris..
kalau ingin tahu tulus apa tidak, maka harus dibelah dadanya. kayak lagunya siapa ya itu, betaria soneta bukan
hehe..
nda pernah ikutan kontes,meski in9in..
sualna blo9 aku dan isinya hanya tulisan tulisan yan9 seadanya sesuai ama penulisnya
Ikut aja wiend. Janganlah ye bertarget utk menang. Tapi ikutlah utk diri ye sendiri. (Tante mode ON)
Sepertinya lagi mengkampanyekan slogan “This is my blog, who cares?” ya? hahahaha.. klo Slogan saya agak nyerempet 1 line code, menjadi “This is my blog, I cares”. hahahaha
Hahahah. Iya nih, orang yang bikin slogan malah kagak ada
katanya sih lagi sakit. mudah-mudahan yang punya slogan cepat sembuhnya.
saya juga sangat setuju, terkadang kita menghalalkan segala cara untuk memenangkan perlombaan, saya pikir perlombaan seperti ini bukanlah untuk mencari siapa pemenangnya dan siapa yang kalah, tetapi lebih kepada bagaimana kita dapat mengaktualisasikan diri kita melalui karya karya kita berupa pikiran yang tertuang dalam tulisan….
salam untuk anda yang sedang menunaikan tugas yang mulia
Wowww.. Mas ikutan juga yaa…
Hehe…
Mantap… Aku mendukungmu……
*Salam Sahabat*
Salam sahabat juga.
Wah ketahuan ga baca ya… Di situ perasaan saya hanya menginformasikan deh, bukan ikutan
iya bener imposible is nothing sob… thats right..
wah kk juga ikutan, kalo kk dapet juara 1 do’ain ak juara 2 ya ka
Kalau memang penilaian berdasarkan kualitas dan layout tulisan, kenapa mesti ditambah dengan jumlah komentar?
Kecuali para juri mau menyeleksi, maka komentar yang benar-benar komentar dan mana yang cuma nyepam
Apalagi sekarang ada gerakan hiblogikoh, yang komentar berulang-ulag cuma buat nulis pertamaxxx, kedua, ketiga dst
Tetap mendukung dan berdoa semoga kontesnya sukses!!
Iya nih bund, saya juga sebenarnya kurang setuju. Mungkin banyaknya masukan yang mengkritik kriteria penilaian ini dapat mengubah kriteria para juri tersebut supaya mencabutnya.
BTW bunda lina ga ikutan?
makin banyak saja ya yg koment senada seperti ini
btw, klo menang mau gimana ya? secara aq ga th sama sekali tentang hosting n domain.
ikutan kontes ini cm sekedar ngetes kemampuan menulis. siapa th ada yg terkesan
hehehe
Ikuti aja perkembangan artikel2 di blog ini bro. Insya Allah akan terus membahas mengenai wordpress
Mas Rismaka menulis:
1…..Yang terakhir (yang sebenarnya saya kurang setuju) adalah banyaknya jumlah komentar yang semakin menambah poin penilaian.
Komentar saya :
Ini sudah saya utarakan kepada panitia. Jika jumlah komentar juga menambah point maka blog pemula kayak saya akan tersungkur karena pengunjungnya belum seberapa.
Panitia harus lebih spesifik dalam menentukan kriteria penilain, apakah ini lomba SEO,loma menulis artikel atau lomba mengumpulkan banyak-banyakan komentar.
Harusnya mirip pilpres, yang dihitung adalah ” jumlah pemilih yang sayah”. Soal bagus tidaknya gaya waktu kampanye ka nggak ditambahkan dalam penilaian pilpres, bentuk songkok, jilbaban atau tidak, juga nggak masuk kriteria kan. ha..ha..ha
2…..Kenapa saya mengistimewakan pengguna wordpress.com? Karena saya melihat banyak pengguna WordPress.Com mempunyai talent yang bagus dalam menulis. Mereka biasanya lebih memfokuskan diri pada kualitas konten, bukan kepada SEO, pagerank, dan lain-lain. Sementara blog lain yang bisa dikustomisasi, lebih cenderung mengutamakan penampilan, pagerank, dan lain sebagainya. [Catatan: Tidak mutlak berlaku bagi semuanya]
Komentar saya : jangan ngompori panitia, entar kriteria penilaian ditambah lagi lho.Blog jenis apapun boleh ikut kok.
Salam hangat dari pakde di Surabaya.
Terima kasih atas sarannya pak
Wah ternyata sudah mulai ikutan lomba-lomba mas.
Awas penipuan !!! (he he he)
Enak ya mas dah bebas ikutan segala kontes.
Saya ga ikutan kok mas. Cuma pemberi info aja hehe
Kok bisa bebas ikutan segala kontes mas? Emang kenapa?
Maksudnya tdk spt wordpress.com yg bnyk peraturannya. Semoga lombanya sukses jga kampanye menulisnya
Saya tulus kok kalo nulis
Semoga ya mas
sampai sekarang saya tidak “ngeh” dengan sistem penilaian berdasarkan banyaknya suara … ini khusus dalam kontes-kontes yang bersifat kejuaraan … sama halnya dengan kontes pencarian bakat atau bintang di televisi … karena hal tersebut dapat membunuh tujuan sesungguhnya dari diadakan kontes tersebut … ada banyak kisah, yang terbaik tersisihkan oleh yang lebih banyak mendapatkan suara … metode proporsional dapat mengatasi hal ini … penyaringan awal berdasarkan kelayakan dengan elemen-elemen penilaian yang transparan, kemudian tahap selanjutnya penggabungan berbagai elemen, seperti kualitas konten, komentar, daya jelajah, visi misi, keluasan wacana atau wawasan, dan tambahan lainnya … mungkin akan rumit, tetapi terasa lebih adil … apalagi salah satu elemen, terutama komentar (atau kalau di televisi, sms) itu banyak sekali kecurangannya … kalau metode sms seperti di televisi difilter untuk setiap nomor satu kali suara pun masih dapat saja satu orang punya sejuta nomor … ataukah sebaiknya dihapus saja, diganti dengan saling review mengenai konten setiap peserta … ah … kok jadi ngelantur dan sok ngatur … hahaha
yang penting, fun aja deh … mana yang disuka ditelaah atau disarikan manfaatnya …
aku tulus kok nulisnya…cuma kadang-kadang aja, nulis demi nyang lain…sukanya mempraktekkan ilmu yg baru didapat. cuba ngikut ah.
Silahkan ikut mas, semoga sukses lombanya
[...] Dahulu saya sempat berpikir, alangkah susahnya ngeblog itu, dan alangkah mustahilnya bersaing dengan para master dalam menduduki posisi teratas mesin pencari. Namun kini saya bisa menjawab bahwa semua itu mudah, asalkan kita mau untuk berusaha menggapainya. Let it flow… Let’s do the best, and let God do the rest, begitulah apa yang sahabat bayu bilang. [...]
Ini kontes yang saya sukai karena lebih meningkatkan nalar dan daya kritis dalam hal kemampuan menulis. Nanti, sekiranya saya ikutan kontes ini, saya harap Rismaka ikut memberikan komentar di posting saya, supaya bisa menambah pundi-undi komentar sebagai salah satu sarat kontes;
agak lucu juga yach karena HARUS banyak komentar, tapi ndak usah dipersoalkan lagi; toh itu merupakan hak dari penyelenggara kontes; terima kasih informasinya, saya lanjutkan untuk Olah (di) TKP.
Insya Allah, nanti kalau diundang saya akan datang ke tempat Kang nawar.
Mengenai banyaknya komentar.., ya sudahlah, saya juga setuju sama kang Nawar, tidak usah dipermasalahkan lagi, biar juri yang menilai.
Semoga sukses kang, dan menang tentunya
Benar Mas ..ketulusan itu nilainya sangat tinggi,,,
Saya juga ikut namun tidak harap menangnya tapi harap hadiahnya aja wkakaka…
Tapi aku tulis tulus koq di kisah humor ala blog sahabat… syang Rismaka saat itu belum ada di daftar sahabat jadi belum masuk jadi pemain ha..ha .ntar di episode lainnya kali ya !
Wokeh syaikh, Ditunggu ya
Semoga Sukses Mas…
Aku setuju dengan pendapat Mas Rismaka, kenapa harus jumlah komentar ya?
Tetapi saya rasa Dinda Smart memiliki alasan tersendiri dan % point jlh komentar tdk besar.
Malah klu bisa komentar yg diperhitungkan adalah komentar yg berhbg, jgn komentas spam juga dihitung dan juga komentar double dr blog yg sama tdk diperhitungkan.
Walah..kenapa aku yg atur ya?
Betul, saya juga dulu sempat protes, tapi mau gimana lagi, wong udah peraturan dari dewan juri
Salam kenal!
Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]
Wah lomba ” nothing is impossible ” ya?
kayaknya seru…
Ikut ah… tapi…ya begitulah…
Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]
Saya tunggu kunjungan anda…
Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]
Sukses selalu
Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]
[...] yang berinisial Blog GABUS ini kemudian kembali nyepam di artikel Nothing Impossible | Tuluslah dalam Menulis. Tidak cuma satu, tapi empat komentar sekaligus, semuanya bermotif sama, yakni menebarkan alamat [...]
Mau nulis buat kontes juga nih….mudahan tulisan saya menarik buat dibaca…
Salam Sahabatku….
Kunjungan perdana ini, salam kenal aja dulu…
Maaf, saya memang hanya mantan manusia bejat, tapi sumpah, saya sudah benar-benar insyaf.
Satu yg membuat saya yakin bahwa saya pasti bisa berubah menjadi orang yg lebih baik, yaitu Kuasa Tuhan.
Yup kamu benar, Nothing Impossible, ndak ada yg ndak mungkin.
Selama kita mau berusaha, pasti jalan untuk itu akan terbuka.
Maka dari itulah kali ini saya akan berbagi sedikit kisah hidup saya selama masa transisi itu, kalo sahabatku berkenan, saya tunggu motivasinya buat saya di Mantan Copet Itu Akhirnya Jadi Seorang Pengusaha.
Trimakasih Sahabatku.
Salam.
wah langsung saya coba deh …
ya juga neh, apa memang mutlak komentar salah satu pendukung penilaian?kalau gitu ta sundul neh dengan komentar, nah ditunggu komentar baliknya
Blog Contes Nothing Impossible