Menampilkan Tag Dalam Bentuk Dropdown
Kita biasanya mengenal tag dalam bentuk awan, yang biasa disebut dengan awan tag atau tag cloud. Terlepas dari fungsinya sebagai search engine optimizer, keberadaan awan tag atau tag cloud sangat penting dalam blog, salah satunya sebagai kata kunci (keyword) yang memudahkan navigasi. Awan tag yang terdapat dalam halaman utama (homepage) juga dapat berfungsi untuk meratakan (menyebarkan) nilai pagerank ke setiap halaman yang mempunyai nilai pagerank yang lebih rendah.

Ditilik dari bentuknya, awan tag kurang aksesibel untuk pembaca. Pembaca hanya dapat mengetahui jumlah posting dalam tag tertentu setelah mengarahkan mouse ke arah tag tersebut. Kini kita dapat membuat tag-tag tersebut lebih aksesibel dengan mengubahnya menjadi bentuk dropdown. Trik ini telah ditulis oleh Jean Baptiste Jung di wprecipes. Caranya adalah sebagai berikut.
Copy kode berikut di dalam file function.php di folder theme yang kita gunakan.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 | <?php function dropdown_tag_cloud( $args = '' ) { $defaults = array( 'smallest' => 8, 'largest' => 22, 'unit' => 'pt', 'number' => 45, 'format' => 'flat', 'orderby' => 'name', 'order' => 'ASC', 'exclude' => '', 'include' => '' ); $args = wp_parse_args( $args, $defaults ); $tags = get_tags( array_merge($args, array('orderby' => 'count', 'order' => 'DESC')) ); // Always query top tags if ( empty($tags) ) return; $return = dropdown_generate_tag_cloud( $tags, $args ); // Here's where those top tags get sorted according to $args if ( is_wp_error( $return ) ) return false; else echo apply_filters( 'dropdown_tag_cloud', $return, $args ); } function dropdown_generate_tag_cloud( $tags, $args = '' ) { global $wp_rewrite; $defaults = array( 'smallest' => 8, 'largest' => 22, 'unit' => 'pt', 'number' => 45, 'format' => 'flat', 'orderby' => 'name', 'order' => 'ASC' ); $args = wp_parse_args( $args, $defaults ); extract($args); if ( !$tags ) return; $counts = $tag_links = array(); foreach ( (array) $tags as $tag ) { $counts[$tag->name] = $tag->count; $tag_links[$tag->name] = get_tag_link( $tag->term_id ); if ( is_wp_error( $tag_links[$tag->name] ) ) return $tag_links[$tag->name]; $tag_ids[$tag->name] = $tag->term_id; } $min_count = min($counts); $spread = max($counts) - $min_count; if ( $spread < = 0 ) $spread = 1; $font_spread = $largest - $smallest; if ( $font_spread <= 0 ) $font_spread = 1; $font_step = $font_spread / $spread; // SQL cannot save you; this is a second (potentially different) sort on a subset of data. if ( 'name' == $orderby ) uksort($counts, 'strnatcasecmp'); else asort($counts); if ( 'DESC' == $order ) $counts = array_reverse( $counts, true ); $a = array(); $rel = ( is_object($wp_rewrite) && $wp_rewrite->using_permalinks() ) ? ' rel="tag"' : ''; foreach ( $counts as $tag => $count ) { $tag_id = $tag_ids[$tag]; $tag_link = clean_url($tag_links[$tag]); $tag = str_replace(' ', ' ', wp_specialchars( $tag )); $a[] = "\t<option value='$tag_link'>$tag ($count)</option>"; } switch ( $format ) : case 'array' : $return =& $a; break; case 'list' : $return = "<ul class='wp-tag-cloud'>\n\t<li>"; $return .= join("</li>\n\t<li>", $a); $return .= "</li>\n</ul>\n"; break; default : $return = join("\n", $a); break; endswitch; return apply_filters( 'dropdown_generate_tag_cloud', $return, $tags, $args ); } ?> |
Kemudian kita bisa menampilkan tag dropdown tersebut di sidebar atau footer, atau di bagian lain dengan memanggilnya dengan kode berikut.
1 2 3 4 | <select name="tag-dropdown" onchange="document.location.href=this.options[this.selectedIndex].value;"> <option value="#">Tag dalam bentuk dropdown</option> <?php dropdown_tag_cloud('number=0&order=asc'); ?> </select> |
Kita dapat menentukan jumlah tag yang akan ditampilkan dengan mengubah parameter “number=0″ dengan angka lain. Keterangan: angka 0 adalah untuk menampilkan seluruh tag yang ada.
Tag dalam bentuk awan yang telah dikustomisasi telah saya jelaskan di postingan terdahulu, Membuat Custom Tag Cloud (Awan Tag). Semoga bermanfaat.
Artikel yang berhubungan:
Berlangganan Artikel
Dengan berlangganan, anda akan dikirim artikel terbaru blog ini secara lengkap. Masukkan alamat email anda, kemudian tekan tombol subscribe:





Trimakasih mas tipsnya, langsung dicoba..
seberapa penting sih mas, kita nampilin tag diblog kita, maksudnya bukan di bawah artikel posting tapi di sidebar?
Apakah berpengaruh besar pada SEO atau bagaimana ?
Bagaimana dengan penggunaan plugin semacam tag yang bisa bergerak memutar, jika kita mengerakkan mouse di atasnya, apakah akan memperberat akses blog?
trims
Beberapa sudah saya jelaskan mengenai pentingya tag cloud di postingan yang telah lalu. Mengenai SEO sendiri, saya kurang tahu persisnya, yg jelas tag cloud akan membuat index page kita meningkat di mesin pencari.
Plugin cumulus tag cloud memang bagus, karena bisa bergerak-gerak (menggunakan flash), tapi search engine lebih susah mengindex flash dibanding dengan link biasa. Lagian cumulus tag cloud tsb ga bermanfaat banyak buat pengunjung. Memperberat? Jelas iya, karena (1) menggunakan/menambah plugin, (2) berbentuk flash.
Maaf mas, agak melenceng sedikit dari tema, bagaimana dengan penggunaan shoutbox, apakah akan menghabiskan bandwidth secara signifikan dan apa benar katanya melalui shoutbox, hacker bisa memasukkan kode2 jahat yang bisa mengancam keamanan blog, shg wordpress.com sengaja tidak mengijinkan javascript pada blog gratisannya?
Saya sendiri lebih menyukai blog yang simpel, alias ga ribet he..he..he
Jika shoutbox tersebut berupa script yang kita install di server sendiri, maka sudah barang pasti akan memboroskan bandwidth, karena shoutbox tersebut akan autorefresh setiap selang waktu tertentu. Tapi jika shoutbox yang kita pasang adalah dari pihak ketiga (sperti shoutmix, Cbox, dll), maka itu tidak mempengaruhi pemakaian bandwidth, hanya saja mengurangi kecepatan loading blog.
Mengenai kode-kode jahat, saya tidak tahu persisnya shoutbox dapat menyebabkan hal itu.
untuk search engine tag dari plugin wp-cumulus tidak berbeda dengan tag biasa, bisa dilihat dari sourcenya
Trims bung atas koreksinya
Kalo tag sih, menurut saya pribadi lebih asik berbentuk cloud… kalo dropdown takutnya ga bisa di bedain sama kategori…
yaudah thank’s kak infonya…
Iya dind, saya juga lebih suka bentuk tag cloud. Lebih bagus aja rasanya
Ini kok mirip basa-basi yak
wew, ilmu baru nih… oke sya coba, mungkin diblog yg lain dulu kali yah untuk ngetes. Soalnya sya krng paham soal code2 kyak gtu..
Silahkan mas. BTW virus blogna udah dibersihin mas?
udah dunk..
Hehehhe.. dah rame tuh diblog, maen2 ksana..
Mantap neh mas, ilmunya…..
Mas jumlah tag clound-nya tetap dibatasi hanya 45 saja ya ? atau bisa dikostom sesuai keinginan ? tapi kayaknya enakan difooter aja mas, tapi tergantung selera ding…
Tidak mas, jumlahnya bisa tak terbatas, tergantung jumlah tag yang kita miliki. Untuk jumlah yang tidak terbatas, isi saja denngan angka 0
Ku coba ah nanti
wah aku kok nga kepikiran pagerank ya. tapi boleh juga seeh
terima kasih atas tulisannya..
tapi udah lama nih ga belajar php..
kebanyakan menggunakan AutoCAD hehe..
Sama-sama akhi. Gpp, kita saling berbagi saja. Mungkin suatu saat saya yang bakal berguru tentang AutoCAD sama antum hehe..
kalau idenya agar halaman lebih simpel bagus juga … tetapi dari pengalaman saya, bentuk drop down ternyata jarang sekali digunakan oleh pengunjung sebagai navigasinya … pengunjung lebih memilih navigasi langsung yang terpapar secara jelas … lihat, klik, beres … sepertinya pengunjung tidak begitu menyukai sesuatu yang tersembunyi …
tetapi entahlah apakah hal tersebut juga berlaku pada situs/blog lain …
Iya siy mas. Saya pribadi lebih menyukai bentuk tag cloud. Kalau bentuk dropdown lebih kepada aksesibilitasnya. Begitulah apa-apa yang sering mas Dani tekankan
Maksudnya aksesibilitas jika tag tersebut terbaca oleh manusia maupun screen reader.. Walah, kok jadi pusing ya ngomongin usability sama accessibility.. mana pakarnya juga ga muncul-muncul, terlalu sibuk kali, sekolah tentang accessibility
ayooo..gosip lagi..
sepertinya model drop-down memang hemat tempat. tapi ngga bisa diklik kanan kan ya?
yang wp-cumulus bisa di-tabbing ngga ya tautannya?
Hahahah.. pak dokternya nongol
haduuuhh salah lagi donk saya..
Jadi kesimpulannya apa nih mas, ga aksesibel yach?
hmm… kurang tepat buat saya. hehehehehe
Yaa gpp, buat yang merasa cocok aja heheh..
Iya deh. Saya bilang cocok aja deh. Dari pada kena timpuk lagi. hahahahaha
kalo cara manual biar tampilannya kayak wp culumus gitu ada mas? soalnya theme yang saya pake gak suport widget
Bisa siy mas, tapi harus edit theme dulu, setelah itu mengintegrasikan widget ke dalam theme tsb. Panjang kalau dijelaskan di sini.
mbak mo nanya, saya kurang ngerti dengan yang namannya tag, cara menentukan “tag” itu sendiri gimana ya? maaf nubie..