HTTP Request, Faktor Paling Utama Penentu Performa Web

Submitted by rismaka on June 14, 2009 at 7:00 am Tags: , , , , ,

http request
IMG source: Unknown, Please claim your work.

Kalau kita pikirkan, faktor-faktor apakah yang menentukan suatu website/blog dikatakan cepat? Banyak jawaban yang bisa kita dapatkan, antara lain: themes/template yang sederhana, tidak ada iklan, gambar yang sedikit, tidak ada javascript, jumlah paragraf yang tidak terlalu panjang, dan lain sebagainya. Semua jawaban di atas adalah benar. Dari semua jawaban di atas, kita bisa simpulkan bahwa faktor utama yang menentukan kecepatan website adalah minimnya jumlah permintaan file yang kita unduh ke perangkat yang kita gunakan, atau yang dikenal dengan HTTP request.

Apa itu HTTP request?

Disebutkan oleh wikipedia, Hypertext Transfer Protocol (HTTP) is an application-level protocol for distributed, collaborative, hypermedia information systems. Its use for retrieving inter-linked resources led to the establishment of the World Wide Web. HTTP is a request/response standard of a client and a server. A client is the end-user, the server is the web site. The client making a HTTP request—using a web browser, spider, or other end-user tool—is referred to as the user agent. The responding server—which stores or creates resources such as HTML files and images—is called the origin server.

Sederhananya, definisi HTTP request adalah permintaan yang dilakukan oleh client (browser, spider, bot, dll) kepada server suatu website untuk mengunduh file-file yang akan dijadikan/ditampilkan menjadi sebuah halaman yang kita akses/baca. Sementara HTTP response adalah respon atau reaksi dari server suatu website terhadap permintaan yang dilakukan oleh client (browser, spider, bot, dll)

HTTP request, dan kaitannya dengan Kecepatan Loading Web

Ketika browser akan membuka suatu halaman web, peramban akan mengunduh setiap file yang dibutuhkan untuk membangun halaman tersebut. File-file itu bisa berupa: html, CSS, javascript, gambar, dan file-file lainnya. Kita pun bisa melihat komponen keseluruhan dari halaman web dengan menyimpan secara komplit (lengkap) halaman web tersebut.

Masing-masing dari file itu mempunyai 1 buah HTTP request. Jadi jika keseluruhan file yang kita unduh mencapai 50 file, maka jumlah HTTP request yang terdapat dalam halaman web itu adalah minimal 50 HTTP request . Kita katakan minimal, karena perhitungan itu tidak meliputi file-file yang tidak ikut terunduh, file yang tidak valid, dan lain sebagainya.

Banyaknya jumlah HTTP request akan membutuhkan waktu yang lama bagi browser untuk mengunduh setiap file yang dibutuhkan. Di artikel sebelumnya telah dijelaskan bagaimana mengoptimasi gambar dalam web, yaitu lebih baik menampilkan 2 buah gambar yang berukuran masing-masing 50 KB daripada menampilkan 10 buah gambar yang berukuran 10 KB. Hal tersebut terkait pada jumlah HTTP request yang akan dieksekusi oleh browser. Semakin sedikit jumlah HTTP request, tentunya semakin cepat pula halaman web itu terunduh.

Bagaimana melihat HTTP request dalam halaman web?

Secara umum, HTTP request yang ada di dalam halaman suatu web dapat kita tentukan dengan melihat page source halaman tersebut. Untuk pengguna firefox, dapat melihatnya dengan meng-klik kanan kemudian pilih view page source. Di situ kita akan menemukan sederet baris markah (kode) html.

Pada kode html tersebut, carilah URL yang menunjukkan sebagai sebuah file. Biasanya diakhiri dengan ekstensi file yang bersangkutan (walaupun hal ini tidak mutlak berlaku bagi setiap file). Contohnya:


http://blog.rismaka.net/wp-content/themes/arthemia-premium/style_home2.css

http://rismaka.net/wp-content/themes/arthemia-premium/images/icons/Favicon.gif

http://rismaka.net/wp-content/plugins/codecolorer/styles.css

http://rismaka.net/wp-content/themes/arthemia-premium/images/logo/Risofte-signatureblack.jpg

http://blog.rismaka.net/wp-content/themes/arthemia-premium/scripts/jcarousellite_1.0.1c4.js

Alamat URL di atas adalah beberapa contoh file yang tereksekusi dan terunduh di halaman depan (homepage) rismaka.NET.

Mahalnya harga sebuah HTTP request

Terkait dengan bertambahnya waktu yang dibutuhkan untuk mengunduh semua file seiring dengan bertambahnya jumlah HTTP request, maka hal ini menjadikan HTTP request sebagai sesuatu yang mahal harganya dalam hal performa atau kecepatan muat halaman web.

Banyak developer web sering menyinggung tentang hal ini. Mereka sangat menganjurkan para webmaster agar membuat web dengan sesedikit mungkin jumlah HTTP request. Dan semua itu kembali kepada pembahasan di awal. Artinya, semakin sedikit HTTP request yang dibutuhkan, maka akan berimbas pada: tampilan web yang sederhana, jumlah gambar yang sedikit, web yang tanpa javascript (mungkinkah?), tanpa iklan, dan lain sebagainya.

Ada satu pertanyaan yang patut didiskusikan, yakni sejauh mana pengaruh kecepatan website terhadap SEO, dan juga imbasnya kepada “penghasilan/finansial” terkait dengan banyaknya fitur-fitur yang dikurangi dalam tampilan webnya?

  Copyright protected by Digiprove © 2010 rismaka EA

This entry was writen by rismaka, The Admin, A part time blogger, Biochemist, and Energy Consultant in PT. BKA. More profile on Contact.

103 Comments | Leave a respond | Back To Top

  • Dinda Watson says:
    using Opera Mini 4.2.13221 on J2ME/MIDP Device

    Mau ganti theme ah! tema pixeledku berat deh kayaknya

  • ryan says:
    using Firefox 3.0.10 on Windows XP

    kalau lewat source kayaknya susah nyarinya, lebih mudah lagi lewat menu View Page Info – Media, tapi menu tersebut tdk menampilkan file cascading style sheet, javascript, dll :P

  • dani says:
    using Opera 10.00 on GNU/Linux

    jadi baiknya, css untuk media screen, handheld, iphone, print, disajikan dalam satu media (embedded style) dengan risiko ukuran berkas lebih besar? atau tetap terpisah–akan diunduh kemudian jika klien membutuhkan? di halaman blog saya ada request https, kayaknya itu lumayan bikin lambat. :(

    karena dulu saya pengguna Internet berbasis volume, biasanya saya itung pake analisis website optimization. :)

    • dani says:
      using Opera 10.00 on GNU/Linux

      maaf, lupa, mas adi, link-nya tolong diedit. makasi. :)

    • rismaka says:
      using Firefox 3.0.10 on Windows XP

      Jika ada beberapa file css dalam satu halaman, mending disatukan / dikombinasikan saja mas. Tapi kalau penggunaannya berbeda=beda tiap halaman (sperti dalam blog saya. Homepage beda dg single dan juga page) lebih baik memakai fungsi php. Saya biasa menggunaka fungsi ini:

      <?php if (is_single() ) { ?>
      <link rel="stylesheet" href="style1.css" type="text/css" media="screen" />
      <?php } else if ( is_home() ){ ?>
      <link rel="stylesheet" href="style2.css" type="text/css" media="screen" />
      <?php } else { ?>
      <link rel="stylesheet" href="style3.css" type="text/css" media="screen" />
      <?php } ?>
      

      HTTPS di bagian mana mas?

      • nomercy says:
        using Firefox 3.0.11 on Linux Mint 7

        apa bedanya pemanggilan beberapa file css melalui satu file css utama dengan pemanggilan satu satu melalui link dari perintah php di atas?

        • rismaka says:
          using Firefox 3.0.10 on Windows XP

          Beda mas. Seperti contohnya di blog ini, halaman homepage beda dg halaman post, jadi file stylesheetnya juga beda. (saat ini saya hanya merubah variabelnya saja, tanpa merubah id css-nya). Kalaupun digabung menjadi satu, hal itu bisa saja, tapi ukuran file CSS akan bertambah besar, dan tentunya hal ini akan memperlambat proses download. Dalam hal performa, faktor kecil perlu diperhitungkan sedetil-detilnya :)

          • nomercy says:
            using Firefox 3.0.11 on Linux Mint 7

            berarti bagusan theme saya yang lama ya … hahaha … yg aslinya layout css dibikin oleh saudara Andi Saleh …
            iya mas … dulu memang dibuat begitu … tetapi saya gak ngerti jadi saya ubah, semua file tetep terpisah tetapi manggil dari satu file css utama … wah saya salah kalau begitu … logika saya gak jalan kemarin2 nih …
            makasih banget mas Adi …

      • dani says:
        using Firefox 3.0.11 on Gentoo

        yang https, logo honcode itu.

        jadi yang diunduh memang sesuai dengan kebutuhan halaman yang dilihat/dibuka pengunjung. gitu kan ya. :)

      • nomercy says:
        using Firefox 3.0.11 on Linux Mint 7

        hmmm … dah saya coba di salah satu blog … digabung dengan db cache … tokcer banget … hehehe … nanti malem rencananya mau coba diterapkan di blog utama … terima kasih buat mas Rismaka yang dah bagi-bagi ilmunya … :)

    • ganda says:
      using Safari 4.0 on Windows XP

      iya. Gimana ya? Apakah banyak file .css di satukan dengan metode embedded? Atau di satukan dalam satu file css dengan satu tag link? Atau banyak file css dengan banyak tag link?

      • rismaka says:
        using Internet Explorer 8.0; on Windows XP

        Lebih baik memang dikombinasikan dg metode embedded. Atau bisa saja disatukan dalam 1 file CSS, tapi agak merepotkan jika ingin mengedit file CSS itu kembali.

        Untuk yg terakhir (banyak file dg banyak tag link), sebaiknya jangan. Karena semakin banyak tag link, semakin banyak pula http request. Ini yg tdk direkomendasikan.

  • rismaka says:
    using Firefox 3.0.10 on Windows XP

    Ga tau kenapa postingan ini bisa muncul di SERP pertama google untuk kata kunci http request.

    • nomercy says:
      using Firefox 3.0.11 on Linux Mint 7

      semua postingku mungkin seminggu ini akan lenyap dari peredaran … hahaha … gara-gara pindah database servernya bandel sekali … akhirnya kacau deh … kata temen itu gara-gara database asalnya yg sudah kacau dioprek jadi gak diterima server yg baru … weks …
      baru abis instalasi untuk blog.sumberide.com … masih menyelidiki sekuritasnya … pr anjlok jadi 0 … hiks

      • nomercy says:
        using Firefox 3.0.11 on Linux Mint 7

        kepalang basah cebur ke kali sekalian … mau rombak total sistem seonya …

      • rismaka says:
        using Firefox 3.0.10 on Windows XP

        Owh, turut berduka cita mas :D (Berduka tapi nyengir… *dipentung sama mas ardi).

        Kalau semua postingannya diimport secara manual aja gimana mas dlm bentuk xml? Kemudian dieksport. Kalaupun ukurannya kegedean, kan bisa dibagi dalam beberapa file…

        Trus PR saya rasa ga akan turun ah. Selagi alamat blog mas ardi masih http://blog.sumberide.com/ (belum diubah jadi http://www.blog.sumberide.com/) saya rasa PR tidak akan berubah. (Kecuali klo blog mas Ardi dapat penalty dari google gara-gara main paid review.., itu siy lain ceritanya) :)

        • nomercy says:
          using Firefox 3.0.11 on Linux Mint 7

          weks .. paid review mah gak kena dong … yg kena itu inlink seperti adbrite, text link ads sejenisnya itu … hehehe *bela diri*

          gak apa-apa pr balik 0 … jadi ketahuan sekarang mana blog yg murah hati kasih peringkat tinggi … hahaha … ternyata tak terduga … blog yg dikira amburadul gak terurus itu lebih tinggi dari yg utama … padahal di googling aja gak nongol2 … pas dilepas sendirian malah ketahuan prnya 5 bo’ … weleh-weleh … amblas ilmu seonya … sulit diterima akal sehatku …

          sepertinya mau nangis … susah2 belajar seo kok mentah-mentah dikibuli oleh kesederhaan theme … yg itu hanya halaman statis mas …

    • ryan says:
      using Firefox 3.0.10 on Windows XP

      mana mas? jangan2 dah turun lagi :D

  • ganda says:
    using Safari 4.0 on Windows XP

    Saya rasa web tanpa javascript itu masih possible. Tanpa css juga masih possible kok. Tapi gak tahu apakah acceptable by user. hahahaha…

  • ganda says:
    using Safari 4.0 on Windows XP

    Saya ada pertanyaan nih. Jika filenya di include dengan php, seperti

    include "style.css";
    

    apakah termasuk httprequest yang berbeda?
    *penilaian saya sementara, include ini tidak akan membuat http request baru*
    tapi saya tunggu pencerahan dari mas adi dulu

    • rismaka says:
      using Firefox 3.0.1 on Windows XP

      Maksudnya seperti ini: ?

      <?php include ('style.css'); ?>
      

      Tidak bisa bang, karena fungsi tersebut tidak berparameter Cascading stylesheet file (mempunyai tag rel=”stylesheet” dan type=”text/css”). Agar browser dapat mengeksekusi CSS, pemanggilan file tsb harus seperti ini:

      <link rel="stylesheet" href="style.css" type="text/css" media="screen" />
      

      Dan rasanya tidak mungkin menghilangkan http request utk pemanggilan file stylesheet, karena setiap pemanggilan dengan

      <style type="text/css">
      Whatever
      </style>
      

      akan mempunyai minimal 1 HTTP request. CMIIW.

  • ganda says:
    using Internet Explorer 8.0; on Windows XP

    Jadi untuk penggunaan,

    <?php include ('style.css'); ?>
    

    itu satu httpRequest juga?

    Maksud saya untuk pertanyaan diatas, kasus kodenya seperti ini(misalnya)

    <html>
    	<head>
    		<title>Include CSS</title>
    		<style type="text/css">
    			<?php include "stylesheet.css"; ?>
    		</style>
    	</head>
    	<body>
    		Test Ajah
    	</body>
    </html>
    
  • ganda says:
    using Internet Explorer 8.0; on Windows XP

    loh.. kode saya malah jadi aneh..
    hehehe, saya kopas lagi yah.. jangan di jitak lohh..

    <?php include ('style.css'); ?>
    

    dan ini satu lagi.

    <html>
    	<head>
    		<title>Include CSS</title>
    		<style type="text/css">
    			<?php include "stylesheet.css"; ?>
    		</style>
    	</head>
    	<body>
    		Test Ajah
    	</body>
    </html>
    
    • rismaka says:
      using Firefox 3.0.1 on Windows XP

      Hmm.. pertanyaan bagus..
      Saya tidak tau bang apakah itu 1 http request, atau malah menghilangkannya. Saya simpen aja pertanyaannya, perlu diuji lebih lanjut nih
      BTW terima kasih atas pertanyaannya. :thanks:

    • rismaka says:
      using Firefox 3.0.1 on Windows XP

      Setelah saya save as menggunakan “web page complete”, ternyata file CSS tersebut menyatu bersama HTML. Berdasar apa yg saya ketahui, CSS yang menyatu (inline) bersama dg file html, tidak terhitung sebagai file yg baru. Atau bisa dikatakan tidak ada HTTP request.

      Sama seperti halnya gambar2 background yg dipanggil lewat CSS, mereka tidaklah terhitung sebagai HTTP request yg baru.

      Wah, thanks berat nih bang atas pertanyaannya. Saya jadi dapat ilmu lagi. ASAP mau diaplikasikan begitu udah nyampe bogor :D

      • ganda says:
        using Internet Explorer 8.0; on Windows XP

        Yah, menurut saya juga begitu. sebenarnya fungsi include tersebut membuat isi file style.css kita ke stdout(standart output) dalam hal ini web browser.

        weh, kok malah mengaplikasikan asap? api nya gak ikut? wkwkwkwk *lari sebelum di jitak bang Adi*

    • rismaka says:
      using Firefox 3.0.1 on Windows XP

      Satu lagi bang. Kekurangan dg metode diatas adalah file CSS tidak bisa di-cache oleh browser. Karena setiap kali kita membuka halaman tsb, browser akan selalu memanggil file CSS itu. (jadi sedikit boros bandwidth). Kecuali dikompress menggunakan gzip. Tapi ga tau juga berapa rasio ukuran filenya setelah dan sebelum dikompress.

      • nomercy says:
        using Firefox 3.0.11 on Linux Mint 7

        kalau digabung dengan db cache gimana mas? … saya belum coba untuk php include … mungkinkah akan dikonversi ke bentuk database? … kan kalau bisa begitu lumayan besar pengaruhnya … malahan bisa semuanya …
        wah jadi tambah semangat saya melakukan ujicoba ini … terima kasih buat semuanya ya …

      • ganda says:
        using Internet Explorer 8.0; on Windows XP

        Tentu saja tidak di cache, karena include tersebut di jalankan di server, sehingga script tersebut di jalankan berulang2 di server.

        • nomercy says:
          using Firefox 3.0.11 on Linux Mint 7

          maaf deh, mungkin pada bingung atas pernyataan saya di atas …
          saya terpikir untuk mengaplikasikan css ke dalam database …
          misalnya: database > format css > php …
          tetapi lupakanlah … setelah dipikir malah ribet mau bikin tablenya …
          memang tadinya css mau dikonversi ke database biar dapat sekaligus dipakai dbcache … jadi tambah irit … tetapi dengan cara kompresi juga sudah cukup …

          • rismaka says:
            using Firefox 3.0.1 on Windows XP

            Saya masih tetep belum ngerti pertanyaanya :big grin:
            Khususnya yg database > format css > php …, Itu maksudnya gimana ya? Trus caranya gimana? Atau mungkin saya-nya yg agak2 OON (ga ngerti2 juga)?

          • ganda says:
            using Internet Explorer 8.0; on Windows XP

            saya rasa tidak perlu bang. Karena klo kita menggunakan model

            <link rel="stylesheet" ..... />

            pun udah di cache oleh browsernya.

            Malah menurut saya dapat memperburuk performa, karena kode css harus di load dari database. Untuk model N-tier application, berarti harus koneksi lagi ke lapisan database. Tentu arsitektur aplikasi ini membuat web kita semakin lamban loadingnya.

          • rismaka says:
            using Firefox 3.0.1 on Windows XP

            */Setelah melakukan semedi, ternyata saya baru paham maksud pertanyaannya. :ngakak: /*

            Owh gitu ya… ya ga perlu mas, toh dbcache hanya utk menyimpan (cache)queries saja, bukan utk mengcache file. Justru jika file sebesar CSS diaplikasikan ke database, maka hal itu akan memperlambat kinerja dari sisi server. (Seperti apa yg bang Ganda maksudkan)

          • nomercy says:
            using Firefox 3.0.11 on Linux Mint 7

            hehehe :lol: *cengir duluan*

            iya ya … ah oon sekali daku ini … lah mas Adi dah susah-susah bikin mau super fast loading kok malah sayanya ngelantur … hehehe

  • edward says:
    using Opera 10.00 on Windows XP

    kayaknya ilmu ku belum sampai ke situ :) tapi info ini berguna juga buat saya (garis besarnya)

    oh.. iya mas saya sudah ganti themes, terakhir mas bilang blog saya agak berat, mungkin karena thmsnya, atau juga hostingan gratis ku.. hehehe

  • using Opera Mini 4.2.14299 on J2ME/MIDP Device

    Betul sekali mas. Minta sarannya dong mas, Blogku berat gag?

  • edy says:
    using Firefox 3.0.11 on Windows XP

    mas, ada ga web yg bisa ngukur kecepatan loading blog kita? saya pernah coba http://tools.pingdom.com/ tapi ga tau sejauh mana vailidtas hasil pengukurannya. mungkin artikel berikutnya bisa ditampilin web-web yg nyediain jasa seperti ini lengkap dng perbandingan hasil pengukurannya :mrgreen:

  • Nisa says:
    using Firefox 3.0.4 on Windows XP

    Pak…. Nisa gak mudeng… T_T

    hm…. nanti saya baca ulang deh… >_<

    *nisakatrookknihh…*

  • ibnu fauzy says:
    using Firefox 3.0.11 on Windows XP

    akhi ana mau ijin memposting artikel2 di web antum boleh g? ana sudah memposting 2 artikel dari antum : ttg kasus prita dan trik di tilang polisi di web ana http://www.ibnufauzy.wordpress.com klo antum tidak mengijinkan nanati ana hapus deh.. sekali lagi afwan ya, ana baru sempat minta izin.
    sukron

  • abrari says:
    using Firefox 2.0.0.16 on Windows XP

    Satu website dikompres aja biar cuma pake 1 HTTPrequest pas nampilinnya. Ntar pas udah nyampe dibuka lagi :D

    Kita juga harus ingat teknologi Google Gears, yang menyimpan (lebih dari sekedar men-cache) sebagian dari konten website tertentu yang sering diakses, sehingga mengurangi beban ke serper karena file2 itu disimpen di komputer lokal. Tapi nggak semua website support Gears deng…

    Komenku 73% nggak nyambung.

    • nomercy says:
      using Firefox 3.0.11 on Linux Mint 7

      kenapa kebanyakan pemilik situs/blog lebih memilih pakai cara caching daripada kompresi? mungkin lebih dikarenakan masalah kompatibility dengan browser … apalagi kalau kita menghadapi kenyataan bahwa saat ini pemakai browser mobile Indonesia adalah nomor 2 dunia …
      kalau memang bertujuan tidak memasukkan pemakai browser lama atau mobile mungkin bisa diterapkan secara full … kembali lagi, mungkin dari sisi teknologi browsernya yang harus memberikan dukungan …

  • masoglek says:
    using Firefox 3.0.7 on Windows XP

    saya juga mesti ribet modif theme inanis saya biar agak ringan. Kayaknya sekarang performa blog saya udah lumayan tuh

  • ariosaja says:
    using Firefox 3.0.11 on Windows XP

    matur tengkyu ilmunya bos… coba akan saya coba di web

  • WordPress 2.8

    [...] semua file CSS tersebut menjadi satu. Hal ini terkait dengan pentingnya upaya untuk menjaga jumlah HTTP request agar tetap dalam kisaran minimal. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca artikel sebelumnya, HTTP [...]

  • using Firefox 3.0.11 on Windows XP

    sepertinya menarik neh berhubungan dengan akses sebuah web…
    http request, sptnya juga berpengaruh pada besarnya file yang diminta … artinya perbandingan besar file sama http request juga berdampak pada kecepatan loading nantinya …
    apalagi terkait dengan topologi jaringan yang membawa paket dr file-file tersebut
    klo cuman perbandingan gambar yang berukuran 50KB 2 buah dan 10KB 10 buah, dilihat dari bandwith yang 100KB, maka akan lebih cpet 50KB 2buah krn ukuran filenya tidak melebihi bandwith, namun jika bandingkan dngan 1MB 1 buah dan 100 KB 10 buah dgn bandwith 100KB … menurut saya lebih cepat yang 100KB 10 buah :)
    Hmmmm….. tp itu menurut saya yang kapasitasnya segini :)
    mohon pencerahannya :)

    • rismaka says:
      using Firefox 3.0.10 on Windows XP

      Iya benar, dengan kasus seperti itu kecepatan koneksi internet lah yang menentukan (di sisi pengguna), Kalau dari sisi query sendiri, tetap saja sedikit HTTP request itu lebih baik. :)

  • using Opera Mini 4.2.14320 on J2ME/MIDP Device

    klo soal http request.. emang aku ada rencana untuk membuang beberapa banner nggak penting.. tp boleh nanya nggak.. blogku.. klo dibuka di homenya muncul beberapa popup ads.. aku udah coba check xml scriptnya.. tapi kyknya oke oke aja.. apa klo blogger.com kdng ada kyk gitunya ya.. bisa bantu nggak om …please.. klo nggak aku mo coba ganti templte dulu…

  • ibnu fauzy says:
    using Firefox 3.0.11 on Windows XP

    akhi tolongin ana, blog ana ibnufauzy.wordpress.com klo diklik ko muncul tulisan Terms of Service dan tidak bisa dibuka. waktu itu ana setting taut dan ana tulis suatu alamat, tapi blog ana jadi diblokir gitu, gimana ini akh?tolongin ana ya, jazakalloh khoir

    • rismaka says:
      using Firefox 3.0.10 on Windows XP

      Hmm.. setelah saya lihat, sepertinya blog antum kena suspend (diblokir) oleh pihak wordpress.com. Adapun mengenai pemblokiran tersebut, saya kurang tahu persis penyebabnya, hanya saja di Term of Service wordpress dijelaskan beberapa alasan kenapa wordpress.com memblokir suatu blog.

      Kemungkinan, blog antum:
      1. Memasang link2 atau banner afiliasi.
      2. Terdapat konten yang memiliki hak cipta yg dimiliki oleh blog/situs lain.
      3. Berisikan kontent spam (link-link yang banyak yang merujuk kepada suatu situs)
      4. Melakukan copy paste tanpa menyebutkan sumber.
      5. dll

      Untuk lebih jelasnya, silahkan antum baca di http://support.wordpress.com/suspended-blogs/

      Coba antum kirim pengaduan ke wordpress untuk mengembalikan lagi blog antum. Pengaduan bisa ditulis dalam bahasa inggris dan dikirim ke http://support.wordpress.com/contact/

      Antum akui saja kesalahan, terus meminta maaf, dan berjanji tidak akan melanggar lagi hal-hal yg berkaitan dengan Term of service-nya wordpress.

      Semoga membantu.

  • using Firefox 3.0.11 on Windows XP

    Ya….!! Dimana2 mas…!! Semua web harus ada http request..!!!
    Mas… Rismaka Dukung Aku ya..
    | Stop Dreaming Stop Action |

  • Abi says:
    using Firefox 3.0.11 on Windows XP

    Minimalisir Whitespace pada css dan blocking spammer dan hotlinking pada .htaccess juga sangat manjur buat mempercepat loading akses

  • ibnu fauzy says:
    using Firefox 3.0.11 on Windows XP

    jazakalloh khoir atas sarannya, iya kemarin ana posting banner ke blog ana, ana g tahu klo wordpress g boleh pasang banner. kira2 klo sudah gini kita bikin blog dengan nama yg sama masih bisa g?
    sukron jiddan akhi

    • rismaka says:
      using Firefox 3.0.10 on Windows XP

      Banner sebenarnya boleh kok akh, asalkan bukan banner afiliasi (yg merujuk pada situs2 komersial). Jika blog sudah disuspend, kita tidak akan bisa lagi membuat dengan nama yg sama. Satu-satunya jalan memang bikin pengaduan ke pihak wordpress, dan berjanji tidak akan melakukan pelanggaran lagi. Banyak kok pengalaman2 orang lain waktu blognya disuspend, tapi kemudian dikembalikan lagi.

      Coba antum cari di google dengan kata kunci: blog wordpress disuspend

  • ibnu fauzy says:
    using Firefox 3.0.11 on Windows XP

    alhamdulillah ibnufauzy.wordpress.com dah aktif lagi senangnya…. makasih akhi…

  • WordPress 2.8

    [...] yang dipanggil secara tersendiri (terpisah), hal itu akan menyebabkan bertambahnya jumlah HTTP request, yang tentunya akan semakin menambah beban persoalan. Silahkan baca kembali artikel berjudul HTTP [...]

  • mas Nawi says:
    using Firefox 3.0.1 on Windows XP

    berarti blog saya lambat dong? karena banyak warnanya, iklannya dan… kayaknya rame.

    tapi menurut saya selama traffik masih minim, kayaknya masih lancar aja seperti blog saya. :)

    • rismaka says:
      using Firefox 3.5 on Windows XP

      Iya mas, traffik memang salah satu faktor yang mempengaruhi kecepatan. Namun ada faktor-faktor lain yang jauh lebih mempengaruhinya, salah satunya adalah struktur template atau theme yang kita gunakan.

  • WordPress abc

    [...] satu keuntungan pemanggilan javascript secara inline (internal) adalah tidak adanya HTTP request dalam pemanggilannya, karena javascript langsung dapat dieksekusi tanpa memanggilnya terlebih [...]

  • WordPress 3.0

    [...] waktu muat halaman lebih ditentukan oleh http-request. Apa itu http-request? Silakan baca artikel HTTP Request, Penentu Paling Utama Performa Web (di [...]

  • WordPress 3.0

    [...] HTTP Request yang tentunya memperlambat waktu muat [...]

  • WordPress 3.0

    [...] emoticon yang ditampilkan di halaman, akan menambah 1 (satu) buah HTTP request. Kita tahu bahwa HTTP request adalah faktor utama penentu performa atau kecepatan muat halaman web. Seandainya saya memasang plugin emoticon, niscaya blog ini akan terbebani dengan puluhan http [...]

  • maminx says:
    using Firefox 3.6.8 on Windows 7

    salam kenal..saya mamin..mo nanya
    kalau ad yang seperti ini

    kemudian si file css tersebut jika di view source, adalah seperti dibawah ini :

    @import url(tableLs.css);
    @import url(tableHover.css);
    @import url(moduleStyle.css);
    @import url(../styles/main/mainTab.css);
    @import url(../styles/main/objectHtml.css);
    @import url(../styles/main/default.css);

    jadi css sintax nya tidak terlihat di view source.

    Yang seperti itu dianggap berapa request ya?
    thanks..

  • maminx says:
    using Firefox 3.6.8 on Windows 7

    sori ko ilang y script import css nya..jadi gini saya membuat import link css seperti ini :

    link rel=”stylesheet” type=”text/css” href=’/xcore2-web/css/mainCssHeaderOrderList.css’

    dimana mainCssHeaderOrderList.css tersebut adalah mengimport file-file dibawah ini :

    @import url(tableLs.css);
    @import url(tableHover.css);
    @import url(moduleStyle.css);
    @import url(../styles/main/mainTab.css);
    @import url(../styles/main/objectHtml.css);
    @import url(../styles/main/default.css);

    Jika seperti itu, dianggap berapa request y?
    thanks..

    • rismaka says:
      using Firefox 3.6.8 on Windows 7

      maminx,
      Kalau dilihat dari sisi server, maka ada 6 buah http request, yaitu sebanyak file CSS yang diimpor. Kalau dilihat dari sisi client (peramban/browser), maka hanya terdapat 1 buah http request, yaitu file CSS yang dipanggil secara external.

  • maminx says:
    using Firefox 3.6.8 on Windows XP

    berarti metoda seperti itu bisa dijadikan salah satu cara memercepat proses loading browser ya mas?

    thanks lagi

Leave a comment!