HTTP Request, Faktor Paling Utama Penentu Performa Web

IMG source: Unknown, Please claim your work.
Kalau kita pikirkan, faktor-faktor apakah yang menentukan suatu website/blog dikatakan cepat? Banyak jawaban yang bisa kita dapatkan, antara lain: themes/template yang sederhana, tidak ada iklan, gambar yang sedikit, tidak ada javascript, jumlah paragraf yang tidak terlalu panjang, dan lain sebagainya. Semua jawaban di atas adalah benar. Dari semua jawaban di atas, kita bisa simpulkan bahwa faktor utama yang menentukan kecepatan website adalah minimnya jumlah permintaan file yang kita unduh ke perangkat yang kita gunakan, atau yang dikenal dengan HTTP request.
Apa itu HTTP request?
Disebutkan oleh wikipedia, Hypertext Transfer Protocol (HTTP) is an application-level protocol for distributed, collaborative, hypermedia information systems. Its use for retrieving inter-linked resources led to the establishment of the World Wide Web. HTTP is a request/response standard of a client and a server. A client is the end-user, the server is the web site. The client making a HTTP request—using a web browser, spider, or other end-user tool—is referred to as the user agent. The responding server—which stores or creates resources such as HTML files and images—is called the origin server.
Sederhananya, definisi HTTP request adalah permintaan yang dilakukan oleh client (browser, spider, bot, dll) kepada server suatu website untuk mengunduh file-file yang akan dijadikan/ditampilkan menjadi sebuah halaman yang kita akses/baca. Sementara HTTP response adalah respon atau reaksi dari server suatu website terhadap permintaan yang dilakukan oleh client (browser, spider, bot, dll)
HTTP request, dan kaitannya dengan Kecepatan Loading Web
Ketika browser akan membuka suatu halaman web, peramban akan mengunduh setiap file yang dibutuhkan untuk membangun halaman tersebut. File-file itu bisa berupa: html, CSS, javascript, gambar, dan file-file lainnya. Kita pun bisa melihat komponen keseluruhan dari halaman web dengan menyimpan secara komplit (lengkap) halaman web tersebut.
Masing-masing dari file itu mempunyai 1 buah HTTP request. Jadi jika keseluruhan file yang kita unduh mencapai 50 file, maka jumlah HTTP request yang terdapat dalam halaman web itu adalah minimal 50 HTTP request . Kita katakan minimal, karena perhitungan itu tidak meliputi file-file yang tidak ikut terunduh, file yang tidak valid, dan lain sebagainya.
Banyaknya jumlah HTTP request akan membutuhkan waktu yang lama bagi browser untuk mengunduh setiap file yang dibutuhkan. Di artikel sebelumnya telah dijelaskan bagaimana mengoptimasi gambar dalam web, yaitu lebih baik menampilkan 2 buah gambar yang berukuran masing-masing 50 KB daripada menampilkan 10 buah gambar yang berukuran 10 KB. Hal tersebut terkait pada jumlah HTTP request yang akan dieksekusi oleh browser. Semakin sedikit jumlah HTTP request, tentunya semakin cepat pula halaman web itu terunduh.
Bagaimana melihat HTTP request dalam halaman web?
Secara umum, HTTP request yang ada di dalam halaman suatu web dapat kita tentukan dengan melihat page source halaman tersebut. Untuk pengguna firefox, dapat melihatnya dengan meng-klik kanan kemudian pilih view page source. Di situ kita akan menemukan sederet baris markah (kode) html.
Pada kode html tersebut, carilah URL yang menunjukkan sebagai sebuah file. Biasanya diakhiri dengan ekstensi file yang bersangkutan (walaupun hal ini tidak mutlak berlaku bagi setiap file). Contohnya:
http://blog.rismaka.net/wp-content/themes/arthemia-premium/style_home2.css http://rismaka.net/wp-content/themes/arthemia-premium/images/icons/Favicon.gif http://rismaka.net/wp-content/plugins/codecolorer/styles.css http://rismaka.net/wp-content/themes/arthemia-premium/images/logo/Risofte-signatureblack.jpg http://blog.rismaka.net/wp-content/themes/arthemia-premium/scripts/jcarousellite_1.0.1c4.js
Alamat URL di atas adalah beberapa contoh file yang tereksekusi dan terunduh di halaman depan (homepage) rismaka.NET.
Mahalnya harga sebuah HTTP request
Terkait dengan bertambahnya waktu yang dibutuhkan untuk mengunduh semua file seiring dengan bertambahnya jumlah HTTP request, maka hal ini menjadikan HTTP request sebagai sesuatu yang mahal harganya dalam hal performa atau kecepatan muat halaman web.
Banyak developer web sering menyinggung tentang hal ini. Mereka sangat menganjurkan para webmaster agar membuat web dengan sesedikit mungkin jumlah HTTP request. Dan semua itu kembali kepada pembahasan di awal. Artinya, semakin sedikit HTTP request yang dibutuhkan, maka akan berimbas pada: tampilan web yang sederhana, jumlah gambar yang sedikit, web yang tanpa javascript (mungkinkah?), tanpa iklan, dan lain sebagainya.
Ada satu pertanyaan yang patut didiskusikan, yakni sejauh mana pengaruh kecepatan website terhadap SEO, dan juga imbasnya kepada “penghasilan/finansial” terkait dengan banyaknya fitur-fitur yang dikurangi dalam tampilan webnya?
Copyright protected by Digiprove © 2010 rismaka EA
Mau ganti theme ah! tema pixeledku berat deh kayaknya
Ganti aja dind. Coba deh pake themes yg sederhana. Terus widget2 yg ga berguna dikurangin. Blogroll/link lebih baik memakai teks daripada banner. Saya lihat blog dinda terlalu ramai..
kayaknya itu banner RFren deh! kalo RFren, itu mengharuiskan anggotanya memasang 1 banner, aku aja yang lebay… masanga ampe semuanya… sekarang mau aku pindahin ke halaman aja deh!
Nah itu, bilang aja ke RFren, kalo banner itu memberatkan. Lebih baik masang link (teks).
Ga bisaa… sebenernya cuma 1… tapi waktu itu aku yang kelebayan
kalau lewat source kayaknya susah nyarinya, lebih mudah lagi lewat menu View Page Info – Media, tapi menu tersebut tdk menampilkan file cascading style sheet, javascript, dll :P
Kalau melihat lewat page source akan lebih tepat dan akurat dibanding lewat view page info, karena digunakan utk media saja (gambar, icon, dll)
jadi baiknya, css untuk media screen, handheld, iphone, print, disajikan dalam satu media (embedded style) dengan risiko ukuran berkas lebih besar? atau tetap terpisah–akan diunduh kemudian jika klien membutuhkan? di halaman blog saya ada request https, kayaknya itu lumayan bikin lambat. :(
karena dulu saya pengguna Internet berbasis volume, biasanya saya itung pake analisis website optimization. :)
maaf, lupa, mas adi, link-nya tolong diedit. makasi. :)
O iya, saya baru ngerti maksudnya linknya diedit. Tapi pas diedit entah kenapa kok ga bisa ya…
aneh juga ya. kenapa ngga bisa.
Jika ada beberapa file css dalam satu halaman, mending disatukan / dikombinasikan saja mas. Tapi kalau penggunaannya berbeda=beda tiap halaman (sperti dalam blog saya. Homepage beda dg single dan juga page) lebih baik memakai fungsi php. Saya biasa menggunaka fungsi ini:
<?php if (is_single() ) { ?> <link rel="stylesheet" href="style1.css" type="text/css" media="screen" /> <?php } else if ( is_home() ){ ?> <link rel="stylesheet" href="style2.css" type="text/css" media="screen" /> <?php } else { ?> <link rel="stylesheet" href="style3.css" type="text/css" media="screen" /> <?php } ?>HTTPS di bagian mana mas?
apa bedanya pemanggilan beberapa file css melalui satu file css utama dengan pemanggilan satu satu melalui link dari perintah php di atas?
Beda mas. Seperti contohnya di blog ini, halaman homepage beda dg halaman post, jadi file stylesheetnya juga beda. (saat ini saya hanya merubah variabelnya saja, tanpa merubah id css-nya). Kalaupun digabung menjadi satu, hal itu bisa saja, tapi ukuran file CSS akan bertambah besar, dan tentunya hal ini akan memperlambat proses download. Dalam hal performa, faktor kecil perlu diperhitungkan sedetil-detilnya :)
berarti bagusan theme saya yang lama ya … hahaha … yg aslinya layout css dibikin oleh saudara Andi Saleh …
iya mas … dulu memang dibuat begitu … tetapi saya gak ngerti jadi saya ubah, semua file tetep terpisah tetapi manggil dari satu file css utama … wah saya salah kalau begitu … logika saya gak jalan kemarin2 nih …
makasih banget mas Adi …
yang https, logo honcode itu.
jadi yang diunduh memang sesuai dengan kebutuhan halaman yang dilihat/dibuka pengunjung. gitu kan ya. :)
hmmm … dah saya coba di salah satu blog … digabung dengan db cache … tokcer banget … hehehe … nanti malem rencananya mau coba diterapkan di blog utama … terima kasih buat mas Rismaka yang dah bagi-bagi ilmunya … :)
iya. Gimana ya? Apakah banyak file .css di satukan dengan metode embedded? Atau di satukan dalam satu file css dengan satu tag link? Atau banyak file css dengan banyak tag link?
Lebih baik memang dikombinasikan dg metode embedded. Atau bisa saja disatukan dalam 1 file CSS, tapi agak merepotkan jika ingin mengedit file CSS itu kembali.
Untuk yg terakhir (banyak file dg banyak tag link), sebaiknya jangan. Karena semakin banyak tag link, semakin banyak pula http request. Ini yg tdk direkomendasikan.
Ohh… begitu… thanx for explanation bro.. :D
hasilnya memang ampir ngga terasa kasat mata, karena itungannya 0 koma sekian detik. misalnya 10 queries vs 50 queries ternyata ngga beda jauh. :) tapi seperti mas rismaka bilang di atas, sekecil apapun pengoptimalannya, itulah best practice-nya.
kayaknya tag link yang diitung hanya yang diunduh aja ya. misal di laman/homepage blog saya ada banyak tag link. yang tercatat di kode footer biasanya hanya 6-8 queries (sila cek situs anda; tool ini menyebut angka 6 untuk blog saya).
sedangkan css print dan handheld diunduh sesuai kebutuhan. total ada 9 berkas requests. cmiiw
Punya saya kacau. Sampai 37 request. hahahaa
Ga tau kenapa postingan ini bisa muncul di SERP pertama google untuk kata kunci http request.
semua postingku mungkin seminggu ini akan lenyap dari peredaran … hahaha … gara-gara pindah database servernya bandel sekali … akhirnya kacau deh … kata temen itu gara-gara database asalnya yg sudah kacau dioprek jadi gak diterima server yg baru … weks …
baru abis instalasi untuk blog.sumberide.com … masih menyelidiki sekuritasnya … pr anjlok jadi 0 … hiks
kepalang basah cebur ke kali sekalian … mau rombak total sistem seonya …
Sepertinya mas Ardi akan dapat ilmu baru yg berlimpah gara-gara kejadian ini. Ditunggu tips-tips SEO terbarunya mas :)
Owh, turut berduka cita mas :D (Berduka tapi nyengir… *dipentung sama mas ardi).
Kalau semua postingannya diimport secara manual aja gimana mas dlm bentuk xml? Kemudian dieksport. Kalaupun ukurannya kegedean, kan bisa dibagi dalam beberapa file…
Trus PR saya rasa ga akan turun ah. Selagi alamat blog mas ardi masih http://blog.sumberide.com/ (belum diubah jadi http://www.blog.sumberide.com/) saya rasa PR tidak akan berubah. (Kecuali klo blog mas Ardi dapat penalty dari google gara-gara main paid review.., itu siy lain ceritanya) :)
weks .. paid review mah gak kena dong … yg kena itu inlink seperti adbrite, text link ads sejenisnya itu … hehehe *bela diri*
gak apa-apa pr balik 0 … jadi ketahuan sekarang mana blog yg murah hati kasih peringkat tinggi … hahaha … ternyata tak terduga … blog yg dikira amburadul gak terurus itu lebih tinggi dari yg utama … padahal di googling aja gak nongol2 … pas dilepas sendirian malah ketahuan prnya 5 bo’ … weleh-weleh … amblas ilmu seonya … sulit diterima akal sehatku …
sepertinya mau nangis … susah2 belajar seo kok mentah-mentah dikibuli oleh kesederhaan theme … yg itu hanya halaman statis mas …
mana mas? jangan2 dah turun lagi :D
Yup, betul. udah turun lagi :D
Saya rasa web tanpa javascript itu masih possible. Tanpa css juga masih possible kok. Tapi gak tahu apakah acceptable by user. hahahaha…
jadi plain old html lagi dong.. :)
hehehe… yang penting aksesibel banget pak. hahahahaha… *ngeles berat*
bukannya sampai sekarang yang begitu masih ada bang? saya sering berkunjung ke halaman-halaman dokumentasi unix … tetapi memang sih buatan jaman baheula … hahaha
Masih ada. Dan saya sangat senang membacanya dengan tanpa style seperti itu. :D …. lebih geek rasanya.. hahahahaha…
memangnya yang geek seperti itu ya?
clean, simple, super standard, ….
hmmmm … kalau yang mendekati … sepertinya … blognya mas Dani deh … hahaha :lol:
Kebanyakan malah tanpa css. hahahaha.. :D
Saya ada pertanyaan nih. Jika filenya di include dengan php, seperti
apakah termasuk httprequest yang berbeda?
*penilaian saya sementara, include ini tidak akan membuat http request baru*
tapi saya tunggu pencerahan dari mas adi dulu
Maksudnya seperti ini: ?
<?php include ('style.css'); ?>Tidak bisa bang, karena fungsi tersebut tidak berparameter Cascading stylesheet file (mempunyai tag rel=”stylesheet” dan type=”text/css”). Agar browser dapat mengeksekusi CSS, pemanggilan file tsb harus seperti ini:
Dan rasanya tidak mungkin menghilangkan http request utk pemanggilan file stylesheet, karena setiap pemanggilan dengan
akan mempunyai minimal 1 HTTP request. CMIIW.
Jadi untuk penggunaan,
<?php include ('style.css'); ?>itu satu httpRequest juga?
Maksud saya untuk pertanyaan diatas, kasus kodenya seperti ini(misalnya)
loh apaan neh … mesti copy paste ke konverter nih *sambil garuk-garuk kaki* :D
Hahaha… betul sekali bang..
loh.. kode saya malah jadi aneh..
hehehe, saya kopas lagi yah.. jangan di jitak lohh..
<?php include ('style.css'); ?>dan ini satu lagi.
Hmm.. pertanyaan bagus..
Saya tidak tau bang apakah itu 1 http request, atau malah menghilangkannya. Saya simpen aja pertanyaannya, perlu diuji lebih lanjut nih
BTW terima kasih atas pertanyaannya. :thanks:
Setelah saya save as menggunakan “web page complete”, ternyata file CSS tersebut menyatu bersama HTML. Berdasar apa yg saya ketahui, CSS yang menyatu (inline) bersama dg file html, tidak terhitung sebagai file yg baru. Atau bisa dikatakan tidak ada HTTP request.
Sama seperti halnya gambar2 background yg dipanggil lewat CSS, mereka tidaklah terhitung sebagai HTTP request yg baru.
Wah, thanks berat nih bang atas pertanyaannya. Saya jadi dapat ilmu lagi. ASAP mau diaplikasikan begitu udah nyampe bogor :D
Yah, menurut saya juga begitu. sebenarnya fungsi include tersebut membuat isi file style.css kita ke stdout(standart output) dalam hal ini web browser.
weh, kok malah mengaplikasikan asap? api nya gak ikut? wkwkwkwk *lari sebelum di jitak bang Adi*
Satu lagi bang. Kekurangan dg metode diatas adalah file CSS tidak bisa di-cache oleh browser. Karena setiap kali kita membuka halaman tsb, browser akan selalu memanggil file CSS itu. (jadi sedikit boros bandwidth). Kecuali dikompress menggunakan gzip. Tapi ga tau juga berapa rasio ukuran filenya setelah dan sebelum dikompress.
kalau digabung dengan db cache gimana mas? … saya belum coba untuk php include … mungkinkah akan dikonversi ke bentuk database? … kan kalau bisa begitu lumayan besar pengaruhnya … malahan bisa semuanya …
wah jadi tambah semangat saya melakukan ujicoba ini … terima kasih buat semuanya ya …
Hmm. saya kurang tau, digabung dengan db cache bagaimana maksudnya mas? Dbcache itu plugin kan?
hmm… saya belum pernah menggunakan dbcache. bukannya hanya untuk cache database saja bang?
Tentu saja tidak di cache, karena include tersebut di jalankan di server, sehingga script tersebut di jalankan berulang2 di server.
maaf deh, mungkin pada bingung atas pernyataan saya di atas …
saya terpikir untuk mengaplikasikan css ke dalam database …
misalnya: database > format css > php …
tetapi lupakanlah … setelah dipikir malah ribet mau bikin tablenya …
memang tadinya css mau dikonversi ke database biar dapat sekaligus dipakai dbcache … jadi tambah irit … tetapi dengan cara kompresi juga sudah cukup …
Saya masih tetep belum ngerti pertanyaanya :big grin:
Khususnya yg database > format css > php …, Itu maksudnya gimana ya? Trus caranya gimana? Atau mungkin saya-nya yg agak2 OON (ga ngerti2 juga)?
saya rasa tidak perlu bang. Karena klo kita menggunakan model
pun udah di cache oleh browsernya.
Malah menurut saya dapat memperburuk performa, karena kode css harus di load dari database. Untuk model N-tier application, berarti harus koneksi lagi ke lapisan database. Tentu arsitektur aplikasi ini membuat web kita semakin lamban loadingnya.
*/Setelah melakukan semedi, ternyata saya baru paham maksud pertanyaannya. :ngakak: /*
Owh gitu ya… ya ga perlu mas, toh dbcache hanya utk menyimpan (cache)queries saja, bukan utk mengcache file. Justru jika file sebesar CSS diaplikasikan ke database, maka hal itu akan memperlambat kinerja dari sisi server. (Seperti apa yg bang Ganda maksudkan)
hehehe :lol: *cengir duluan*
iya ya … ah oon sekali daku ini … lah mas Adi dah susah-susah bikin mau super fast loading kok malah sayanya ngelantur … hehehe
kayaknya ilmu ku belum sampai ke situ :) tapi info ini berguna juga buat saya (garis besarnya)
oh.. iya mas saya sudah ganti themes, terakhir mas bilang blog saya agak berat, mungkin karena thmsnya, atau juga hostingan gratis ku.. hehehe
iya saya juga blm nyampe elmu nya,,,, sering2 mampir ke sini juga nanti ngikut pinter deh saya… amiinn…
bener … saya juga kena racun ngoprek wp asalnya dari blog ini juga … :D
Setelah saya lihat, malah tambah berat tuh mas :)
Penampilan yg bagus berbanding terbalik dg performa. Dilematis memang..
:lol: nasib ku punya domain gratis + webhost gratis, tapi gpp deh, buat belajar2 dulu, kalo dah mantep, baru beli :mrgreen:
ah … rasanya untuk web desain gak selalu yang bagus itu berbanding terbalik terhadap performa … kan masih ada faktor x, y, z yang lainnya … terutama kualitas server hosting …
Betul sekali mas. Minta sarannya dong mas, Blogku berat gag?
Tidak mas. Blog mas Rudy udah cukup cepat kok, apalagi jika pakai hosting yg lebih bagus
Oo.. Gitu ya.. pengennya pindah hosting. Uang sudah ada. tapi bingung milih hosting yang berkualitas. mas pake hosting apa?
Ada di footer mas, ga enak klo nyebut di sini :)
ini mah sama dengan saya kemarin … racun … racun … dasar dikau racun … hahaha :lol:
yang jelas seperti yang pernah saya tulis harus memperhatikan:
1) apakah sudah begitu perlunya untuk pindah hosting? masih perlu dikaji, mungkin dari sisi uptime servernya (ini yang utama kalau gak mau kehilangan pengunjung)…
2) beda hosting ada kemungkinan beda sistem yang dipakai
Hehe.. gpp toh mas. itung-itung ngasih untung buat penyedia usaha hosting. Siapa tau saya dapat diskon :D
mas, ada ga web yg bisa ngukur kecepatan loading blog kita? saya pernah coba http://tools.pingdom.com/ tapi ga tau sejauh mana vailidtas hasil pengukurannya. mungkin artikel berikutnya bisa ditampilin web-web yg nyediain jasa seperti ini lengkap dng perbandingan hasil pengukurannya :mrgreen:
yups setuju saya … buat daftarnya mas …
jangan lupa masukkan link ajuan dari mas Dani kemarin … itu cukup lengkap analisanya …
Mungkin bisa coba link ini ed, http://www.websiteoptimization.com/services/analyze/
Di situ disertakan analisisnya, dari jumlah HTTP request, waktu download, jumlah object external, dll beserta solusinya. Semoga bermanfaat
Pak…. Nisa gak mudeng… T_T
hm…. nanti saya baca ulang deh… >_<
*nisakatrookknihh…*
akhi ana mau ijin memposting artikel2 di web antum boleh g? ana sudah memposting 2 artikel dari antum : ttg kasus prita dan trik di tilang polisi di web ana http://www.ibnufauzy.wordpress.com klo antum tidak mengijinkan nanati ana hapus deh.. sekali lagi afwan ya, ana baru sempat minta izin.
sukron
Silahkan akhi, selagi itu bermanfaat bagi antum dan bagi orang lain. Ana izinkan kok ^_^
Satu website dikompres aja biar cuma pake 1 HTTPrequest pas nampilinnya. Ntar pas udah nyampe dibuka lagi :D
Kita juga harus ingat teknologi Google Gears, yang menyimpan (lebih dari sekedar men-cache) sebagian dari konten website tertentu yang sering diakses, sehingga mengurangi beban ke serper karena file2 itu disimpen di komputer lokal. Tapi nggak semua website support Gears deng…
Komenku 73% nggak nyambung.
kenapa kebanyakan pemilik situs/blog lebih memilih pakai cara caching daripada kompresi? mungkin lebih dikarenakan masalah kompatibility dengan browser … apalagi kalau kita menghadapi kenyataan bahwa saat ini pemakai browser mobile Indonesia adalah nomor 2 dunia …
kalau memang bertujuan tidak memasukkan pemakai browser lama atau mobile mungkin bisa diterapkan secara full … kembali lagi, mungkin dari sisi teknologi browsernya yang harus memberikan dukungan …
saya juga mesti ribet modif theme inanis saya biar agak ringan. Kayaknya sekarang performa blog saya udah lumayan tuh
matur tengkyu ilmunya bos… coba akan saya coba di web
[...] semua file CSS tersebut menjadi satu. Hal ini terkait dengan pentingnya upaya untuk menjaga jumlah HTTP request agar tetap dalam kisaran minimal. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca artikel sebelumnya, HTTP [...]
sepertinya menarik neh berhubungan dengan akses sebuah web…
http request, sptnya juga berpengaruh pada besarnya file yang diminta … artinya perbandingan besar file sama http request juga berdampak pada kecepatan loading nantinya …
apalagi terkait dengan topologi jaringan yang membawa paket dr file-file tersebut
klo cuman perbandingan gambar yang berukuran 50KB 2 buah dan 10KB 10 buah, dilihat dari bandwith yang 100KB, maka akan lebih cpet 50KB 2buah krn ukuran filenya tidak melebihi bandwith, namun jika bandingkan dngan 1MB 1 buah dan 100 KB 10 buah dgn bandwith 100KB … menurut saya lebih cepat yang 100KB 10 buah :)
Hmmmm….. tp itu menurut saya yang kapasitasnya segini :)
mohon pencerahannya :)
Iya benar, dengan kasus seperti itu kecepatan koneksi internet lah yang menentukan (di sisi pengguna), Kalau dari sisi query sendiri, tetap saja sedikit HTTP request itu lebih baik. :)
klo soal http request.. emang aku ada rencana untuk membuang beberapa banner nggak penting.. tp boleh nanya nggak.. blogku.. klo dibuka di homenya muncul beberapa popup ads.. aku udah coba check xml scriptnya.. tapi kyknya oke oke aja.. apa klo blogger.com kdng ada kyk gitunya ya.. bisa bantu nggak om …please.. klo nggak aku mo coba ganti templte dulu…
Saya tidak tahu kalau blogspot mas :)
akhi tolongin ana, blog ana ibnufauzy.wordpress.com klo diklik ko muncul tulisan Terms of Service dan tidak bisa dibuka. waktu itu ana setting taut dan ana tulis suatu alamat, tapi blog ana jadi diblokir gitu, gimana ini akh?tolongin ana ya, jazakalloh khoir
Hmm.. setelah saya lihat, sepertinya blog antum kena suspend (diblokir) oleh pihak wordpress.com. Adapun mengenai pemblokiran tersebut, saya kurang tahu persis penyebabnya, hanya saja di Term of Service wordpress dijelaskan beberapa alasan kenapa wordpress.com memblokir suatu blog.
Kemungkinan, blog antum:
1. Memasang link2 atau banner afiliasi.
2. Terdapat konten yang memiliki hak cipta yg dimiliki oleh blog/situs lain.
3. Berisikan kontent spam (link-link yang banyak yang merujuk kepada suatu situs)
4. Melakukan copy paste tanpa menyebutkan sumber.
5. dll
Untuk lebih jelasnya, silahkan antum baca di http://support.wordpress.com/suspended-blogs/
Coba antum kirim pengaduan ke wordpress untuk mengembalikan lagi blog antum. Pengaduan bisa ditulis dalam bahasa inggris dan dikirim ke http://support.wordpress.com/contact/
Antum akui saja kesalahan, terus meminta maaf, dan berjanji tidak akan melanggar lagi hal-hal yg berkaitan dengan Term of service-nya wordpress.
Semoga membantu.
Ya….!! Dimana2 mas…!! Semua web harus ada http request..!!!
Mas… Rismaka Dukung Aku ya..
| Stop Dreaming Stop Action |
Minimalisir Whitespace pada css dan blocking spammer dan hotlinking pada .htaccess juga sangat manjur buat mempercepat loading akses
Terima kasih atas tambahannya, kebetulan sudah pembahasan mengenai optimasi CSS sudah saya tulis di posting ini
jazakalloh khoir atas sarannya, iya kemarin ana posting banner ke blog ana, ana g tahu klo wordpress g boleh pasang banner. kira2 klo sudah gini kita bikin blog dengan nama yg sama masih bisa g?
sukron jiddan akhi
Banner sebenarnya boleh kok akh, asalkan bukan banner afiliasi (yg merujuk pada situs2 komersial). Jika blog sudah disuspend, kita tidak akan bisa lagi membuat dengan nama yg sama. Satu-satunya jalan memang bikin pengaduan ke pihak wordpress, dan berjanji tidak akan melakukan pelanggaran lagi. Banyak kok pengalaman2 orang lain waktu blognya disuspend, tapi kemudian dikembalikan lagi.
Coba antum cari di google dengan kata kunci: blog wordpress disuspend
alhamdulillah ibnufauzy.wordpress.com dah aktif lagi senangnya…. makasih akhi…
[...] yang dipanggil secara tersendiri (terpisah), hal itu akan menyebabkan bertambahnya jumlah HTTP request, yang tentunya akan semakin menambah beban persoalan. Silahkan baca kembali artikel berjudul HTTP [...]
berarti blog saya lambat dong? karena banyak warnanya, iklannya dan… kayaknya rame.
tapi menurut saya selama traffik masih minim, kayaknya masih lancar aja seperti blog saya. :)
Iya mas, traffik memang salah satu faktor yang mempengaruhi kecepatan. Namun ada faktor-faktor lain yang jauh lebih mempengaruhinya, salah satunya adalah struktur template atau theme yang kita gunakan.
[...] satu keuntungan pemanggilan javascript secara inline (internal) adalah tidak adanya HTTP request dalam pemanggilannya, karena javascript langsung dapat dieksekusi tanpa memanggilnya terlebih [...]
[...] waktu muat halaman lebih ditentukan oleh http-request. Apa itu http-request? Silakan baca artikel HTTP Request, Penentu Paling Utama Performa Web (di [...]
[...] HTTP Request yang tentunya memperlambat waktu muat [...]
[...] emoticon yang ditampilkan di halaman, akan menambah 1 (satu) buah HTTP request. Kita tahu bahwa HTTP request adalah faktor utama penentu performa atau kecepatan muat halaman web. Seandainya saya memasang plugin emoticon, niscaya blog ini akan terbebani dengan puluhan http [...]
salam kenal..saya mamin..mo nanya
kalau ad yang seperti ini
kemudian si file css tersebut jika di view source, adalah seperti dibawah ini :
@import url(tableLs.css);
@import url(tableHover.css);
@import url(moduleStyle.css);
@import url(../styles/main/mainTab.css);
@import url(../styles/main/objectHtml.css);
@import url(../styles/main/default.css);
jadi css sintax nya tidak terlihat di view source.
Yang seperti itu dianggap berapa request ya?
thanks..
sori ko ilang y script import css nya..jadi gini saya membuat import link css seperti ini :
link rel=”stylesheet” type=”text/css” href=’/xcore2-web/css/mainCssHeaderOrderList.css’
dimana mainCssHeaderOrderList.css tersebut adalah mengimport file-file dibawah ini :
@import url(tableLs.css);
@import url(tableHover.css);
@import url(moduleStyle.css);
@import url(../styles/main/mainTab.css);
@import url(../styles/main/objectHtml.css);
@import url(../styles/main/default.css);
Jika seperti itu, dianggap berapa request y?
thanks..
maminx,
Kalau dilihat dari sisi server, maka ada 6 buah http request, yaitu sebanyak file CSS yang diimpor. Kalau dilihat dari sisi client (peramban/browser), maka hanya terdapat 1 buah http request, yaitu file CSS yang dipanggil secara external.
berarti metoda seperti itu bisa dijadikan salah satu cara memercepat proses loading browser ya mas?
thanks lagi