May 29, 2009 — Arthemia merupakan sebuah themes yang bagi saya unik, menarik, dan sesuai dengan style saya pribadi. Sisi kelebihan themes Arthemia versi ini dibanding versi originalnya. Review Lengkap Arthemia Freemium diulas oleh rismaka pada May 29, 2009. Berikut ulasan selengkapnya.
Update, Arthemia2010 sebagai pembaharuan dari arthemia freemium. Lihat tulisan lengkapnya di Arthemia2010 WordPress Theme Released
Berawal dari seseorang yang mengadukan tentang permasalahan script timthumb.php pada themes arthemia, saya akhirnya iseng memodifikasi themes arthmia versi free (gratis) agar bisa tetap menampilkan gambar tumbhnail tanpa mengaktifkan script timthumb.php. Arthemia sendiri merupakan suatu themes untuk wordpress yang dibuat oleh orang Indonesia, yaitu Michael Jubel Hutagalung.
Sekilas tentang Arthemia
Arthemia is combining a magazine and a weblog into one; it is not too magazine-ish nor too blog-ish. The front page of Arthemia shows the headline and featured post of yours along with the pictorial representation, that’s the magazine style, while the rest of your post will be shows sequentially just like a usual weblog. In the middle of the front page, Arthemia has a nice blue-and-black category bar which will help your readers exploring you site. At the bottom, Arthemia is outfitted with a blog must-have section, a three-list of favorite posts.
Fitur Arthemia versi original
- A Drop-down Menu
- Automatic Image Resizer
- support WordPress 2.5
- gravatar support
Kekurangan Arthemia versi original
Arthemia merupakan sebuah themes yang bagi saya unik, menarik, dan sesuai dengan style saya pribadi. Dulu sewaktu saya masih memakai themes arthemia yang versi original, saya terkadang menjumpai beberapa permasalahan, antara lain:
-
Boros space dan bandwidth.
Sisi pemborosan themes ini adalah pada penggunaan script timthumb.php yang akan me-resize sebuah gambar menjadi gambar yang lebih kecil ukurannya. Kecil di sini adalah ukuran dimensi gambar tersebut, namun tidak dengan ukuran file yang dihasilkan. Karena pada dasarnya script ini akan meng-eksekusi sebuah gambar, lalu kemudian merendernya menjadi file gambar baru. Ukuran file ini jika dibanding dengan gambar aslinya terkadang jauh lebih besar. Hal itulah yang menyebabkan pemborosan disk space hosting dan juga bandwidth.
-
Tidak mendukung threaded comment.
Fitur threaded comment memang hanya tersedia di wordpress versi 2.7 ke atas, sedangkan arthemia versi original belum mendukung versi 2.7.
-
Belum didukung oleh sebagian layanan hosting.
Dikarenakan beberapa hal, maka beberapa situs penyedia layanan hosting gratis tidak mengizinkan servernya untuk menjalankan script timthumb.php. Akibatnya adalah gambar tumbhnail tidak akan tertampilkan.
Oleh karena ketiga hal tersebut di atas, maka saya mencoba untuk memodifikasi themes ini sendiri, tentunya dengan keterbatasan kemampuan seorang Newbie seperti saya dalam dunia webdesign.
Beberapa modifikasi yang telah lakukan adalah:
- Menonaktifkan secara permanent script timthumb.php dan menggantinya dengan penggunaan fitur custom field untuk menampilkan gambar tumbhnail.
- Menambahkan animasi jcarousel, sehingga tampilan arthemia versi modifikasi ini agak-agak mirip Arthemia versi premiumnya.
- Melakukan sedikit modifikasi CSS pada stylesheetnya untuk menyisipkan fitur Headline di tiap postingan.
- Mengubah form komentar sehingga mendukung threaded comment (komentar bertingkat).
- Menyisipkan meta tag untuk title (judul) dan description (deskripsi) di halaman depan (homepage) dan menambahkan fitur optional (pilihan) dengan menggunakan custom field untuk menyisipkan meta tag title dan description untuk tiap judul postingan. Attribut ALT juga disisipkan secara otomatis di tiap tumbhnail yang dihasilkan.
- Menambahkan widget di bagian header (gambar tajuk atas), di sisi samping (sidebar) halaman depan, di sisi samping halaman posting (single), serta di bagian footer untuk menyisipkan java script semacam google analytics, mybloglog, dan lain-lain.
- Memaksimalkan performa kecepatan loading themes, dengan mengkompress file stylesheet (CSS) dan meletakkannya di bagian header, serta memindahkan javascript ke bagian kaki (footer).

Cara menginstall arthemia
Sama seperti semua theme-theme yang lain, Download filenya, kemudian upload ke server hosting, lalu aktifkan lewat panel admin.
Catatan: Ada bug saat pengaktifan theme ini di panel admin, yakni ada warning (peringatan) sebanyak 2-3 kali. Jika anda menemuinya, abaikan saja dengan meng-klik OK.
Mengkonfigurasi (mengatur) themes Arthemia Freemium ini
Arthemia ini bukanlah versi premium, yang mana konfigurasi bisa dilakukan di panel admin wordpress. Berikut konfigurasi yang bisa anda lakukan.
-
Mengubah gambar header (gambar tajuk)
Masuk ke fitur widget, kemudian pilih text widget. Lalu masukkan kode html logo yang berukuran panjang=177 px dan lebar= 39 px. Contoh kode html:
<img src="http://namadomain.com/wp-content/themes/arthemia/images/logo.png" width="177px" height="39px" alt="Nama Blog" />
-
Mengubah Banner top (atas)
Bisa dilakukan dengan mengedit file 468×60.php dan link-468×60.php yang ada di direktori /arthemia/banner/. Di situ sudah ada contohnya, silahkan ubah sendiri. Atau masuk ke fitur widget ==> text widget, dan masukkan kode html gambar dengan ukuran 468×60. Contoh:
<a href="http://link-tujuan.com"><img src="http://namadomain.com/wp-content/themes/arthemia/images/468x60.jpg" width="468px" height="60px" alt="Nama Banner" /></a>
-
Mengubah Banner sisi samping (sidebar)
Sama seperti contoh di atas.
-
Menampilkan Postingan pada Headline dan Featured
Buatlah kategori dengan nama Headline dan Featured. Setiap posting dengan kategori di atas akan ditampilkan di dalam kategori Headline dan atau Featured.
-
Menampilkan gambar tumbhnail
Di tiap postingan, isilah custom field dengan nama “Image” (tanpa tanda petik dengan huruf ‘i’ kapital). Di value, isilah dengan alamat lengkap url gambar yang hendak kita tampilkan sebagai tumbhnail. Anda dapat menggunakan media Imagehosting semacam imageschack, flickr, dll untuk mengupload gambar. Contoh:
Name: Image
Value: http://imageshack.us/05/56535/ser5/nama-gambar.jpgYang perlu diperhatikan adalah pemilihan ukuran dimensi gambar agar tampilan tumbhnail proporsional. Jika ingin menampilkan gambar tumbhnail pada Headline, sebaiknya menggunakan gambar dengan ukuran 225×270. Untuk Featured sebaiknya berukuran 100×65, dan untuk kategori biasa sebaiknya berukuran 100×100.
-
Menampilkan nama-nama kategori untuk ditampilkan di bagian bawah Headline dan Featured
Edit file index.php, kemudian cari snippet berikut:
<!-- Kustomisasi Nomer ID kategori di bawah kategori headline --> < ?php $display_categories = array(5,6,7,8,11); $i = 1; foreach ($display_categories as $category) { ?>Ubahlah nomer-nomer ID (5,6,7,8,11) untuk kategori tersebut sesuai dengan pilihan anda. Nomer ID kategori dapat kita anda di pojok kiri bawah browser saat kita mengarahkan pointer di nama-nama kategori di bagian panel admin.
-
Menampilkan jumlah postingan terakhir pada halaman depan (homepage)
Masih mengedit file index.php, kemudian cari sniplet berikut:
<!-- Kustomisasi Jumlah postingan terakhir pada halaman homepage --> < ?php $page = (get_query_var('paged')) ? get_query_var('paged') : 1; query_posts("cat=-27,-28&paged=$page&posts_per_page=5"); ?>_per_page=5 adalah jumlah posting terakhir. Ubahlah nilai 5 tersebut.
-
Menyisipkan keywords dan description
Ini berguna di sisi SEO. Pilihan ini menggunakan fitur custom field. Isilah pada custom field nama “keywords” (tanpa tanda petik dan huruf kecil semua”, kemudian pada value, isilah dengan kata-kata kunci yang akan anda tembak.
Untuk description, sama seperti keywords, hanya saja Nama yang kita masukkan adalah “description” (tanpa tanda petik dan huruf kecil semua), dan pada value isilah dengan deskripsi singkat postingan anda.

-
Menyisipkan java script pada themes
Masuk ke menu widget ==> just for script, kemudian tambahkan text widget (hanya text, bukan widget yang lain). Masukkan script yang hendak anda sisipkan, semisal script untuk google analytics, mybloglog track, serta script2 yang lain yang dirasa bermanfaat bagi blog anda.
Sisi kelebihan themes Arthemia versi ini dibanding versi originalnya
- Tidak memboroskan space dan bandwidth, karena gambar yang ditampilkan bisa diupload di luar server.
- Tampilan yang lebih cantik dengan animasi jcarousel pada halaman depan dan single. Tampilan ini serupa dengan arthemia versi premium.
- Performa yang lebih baik, karena mengurangi jumlah http request secara paralel dalam menampilkan gambar tumbhnail, sehingga gambar tumbhnail dapat lebih cepat tampil. Sisi performa yang lainnya adalah file stylesheet.css yang sudah terkompresi sehingga mengurangi waktu loading. Dan juga pemindahan javascript di bagian kaki (footer). Hal tersebut dapat membuat proses render halaman lebih cepat.
- Penambahan kustomisasi untuk mengubah logo, banner, serta menyisipkan script di bagian widget.
- Mendukung threaded comment (komentar bertingkat), sehingga lebih bagus dan lebih menarik minat pengunjung untuk berkomentar.
- SEO friendly. Karena akan menyisipkan keywords dan description, link dengan rel=”canonical” di tiap postingan. Hal ini serupa dengan penggunaan plugin all in one seo pack, sehingga anda tidak perlu lagi menggunakan plugin tersebut. Pada halaman depan, attribut ALT pada tumbhnail akan secara otomatis terisi dengan keywords yang sama dengan keywords postingan.
Credits:
Terima kasih khususnya buat pak Dokter atas review dan saran yang diberikan.
Pingback: Arthemia Freemium dari Kak Rismaka | dindasmart [dot] com
Pingback: rismaka.net | blogger tips
Pingback: Blog Review : Rismaka.net | aldy my name