April 14, 2009 — berdasarkan penilaian saya pribadi, mari kita bersama-sama menelaah tingkah para komentator baik yang elegant maupun yang kampungan. Mengenal Tingkatan Kasta Komentar Para BlogWalker ditulis oleh rismaka pada April 14, 2009. Berikut ulasan selengkapnya.
BlogWalker adalah sebutan dari subjek yang melakukan aktifitas blogwalking. Dan apa itu blogwalking? Banyak yang menyebutkan, blogwalking adalah suatu bentuk aktifitas kunjungan dari satu blog ke blog lain, tentunya dengan tujuan untuk saling berkunjung dan meninggalkan jejak (baca: komentar).
Sebenarnya tidak tepat jika aktifitas berkunjung dari satu blog ke blog lain diartikan secara general dengan blogwalking, karena pada kenyataannya kebanyakan dari para “blogwalker” tersebut tidaklah benar-benar melakukan “blogwalking“, tapi lebih dari itu, yakni melakukan “blogruning“… Tapi tak apalah, kita samakan semuanya dengan istilah “blogwalking”, dan subjeknya disebut dengan “blogwalker”
Eniwei, kalau kita jeli mengamati komentar para blogwalker yang mampir ke blog kita (atau mungkin anda yang sedang membaca), kita bisa melihat atau minimal menebak (walaupun tidak dipastikan 100% ketepatannya) apakah blogwalker tersebut appreciate -menghargai- kontent dari blog kita ataukah biasa saja.. Atau bahkan malah menganggap remeh.
IMO, bisa benar atau salah, kebanyakan dari para pengunjung yang menuliskan komentar di buku tamu atau di halaman “about” adalah pengunjung yang sedikit banyak appreciate terhadap kontent blog atau diri kita. Kenapa demikian? Karena halaman buku tamu dan halaman-halaman lain dari blog kita jarang diakses oleh pengunjung. Para pengunjung baik yang datang melalui search engine ataupun dari blogwalking akan lebih tertarik pada isi postingan, apalagi yang mempunyai banyak komentar di dalamnya. Dan sangat jarang pengunjung akan membuka halaman-halaman yang kurang menarik menurut mereka, apalagi berkomentar di situ. Oleh karena itu jika seandainya ada pengunjung yang kemudian membuka halaman buku tamu atau “about” dan kemudian memberikan komentar yang bermutu (tidak sekedar basa-basi), maka hampir dipastikan orang tersebut menghargai isi dari blog kita.
Saya tidak menyebutkan bahwa yang tidak menulis komentar di buku tamu sebagai orang yang kurang menghargai, sama sekali tidak. Di sini saya beropini bahwa dengan waktu terbatas yang digunakan untuk aktifitas blogwalking, sangat sedikit orang yang rela mengorbankan waktunya HANYA untuk membuka halaman buku tamu yang notabene kurang penting. CMIIW. Oleh karena itu, suatu kesalahan bila kita agak mengabaikan pengunjung yang datang dan memberikan salam perkenalan serta beberapa kalimat di buku tamu. Kebanyakan dari kita malah lebih mengutamakan komentar basa-basi dari para blogwalker.
To the point aja, berdasarkan penilaian saya pribadi, mari kita bersama-sama menelaah tingkah para komentator (salah satunya anda yang membaca)
Komentar yang bermutu dan mempunyai nilai plus
1. komentar yang menunjukkan ketertarikan akan suatu topik yang kita posting.
Biasanya komentar itu mengandung nilai diskusi, entah itu bertanya ataupun mengemukakan pendapat yang relevan (nyambung dengan topik yang dibahas). Karena biasanya seseorang yang bertanya tentang hal yang relevan pastinya ia telah membaca keseluruhan postingan dan berusaha untuk memahami apa yang disampaikan oleh penulis. Namun tentunya ada atau bahkan mungkin banyak komentator yang bertanya hanya sekedar basa-basi saja. Biasanya pertanyaannya ga jauh-jauh dari hal yang sudah dijelaskan tapi ditanyakan lagi, itu tandanya orang tersebut melakukan kesalahan dalam blogwalking, yaitu “speedreading” karena memburu waktu.
2. komentar yang memberikan masukan atau tambahan.
Tidak mungkin seseorang itu memberikan masukan saran dan tambahan informasi kalau tanpa membaca dan memahami apa yang penulis sampaikan di postingan.
3. Komentar yang mengoreksi jika ada kesalahan penulisan ataupun kejanggalan kalimat.
Artinya orang tersebut benar-benar membaca, dan tak sekedar membaca cepat untuk memburu waktu agar bisa blogwalking ke blog lainnya. Dan juga komentar yang tidak selalu mengiyakan apa-apa yang disampaikan oleh penulis, namun tentunya harus disertai dengan bahasa yang sopan dan elegant, serta mempunyai pendapat yang lebih kuat daripada apa yang disampaikan oleh penulis.
Komentar yang biasa-biasa dan basa-basi saja (judul yang aneh)
1. komentar yang selalu mengiyakan tulisan penulis, dan seolah-olah selalu mendukung, tapi tanpa disertai alasan yang relevan kenapa dia mendukung.
2. komentar yang singkat dan sangat pasaran.
Contohnya: Artikel yang bagus, nice info, thanx for sharing, menuju ke TKP, ijin donlot, wah boleh juga nih, dan lain sebagainya. Yang intinya kita bisa menemukan kata-kata tersebut di pasaran blog. Tidak jelek memang, tapi komentar seperti itu terkesan basa-basi dan seolah-olah hanya ingin absen saja :) .
Komentar yang Kampungan dan Menyebalkan
1. komentar spam
Biasanya dilakukan oleh para maniak blogwalker. Mereka biasanya hanya menginginkan orang lain agar berkunjung ke blog mereka. Singkatnya: HANYA MENCARI TRAFIK PENGUNJUNG. Mereka biasanya berkomentar dengan disertai link-link yang tidak jelas, semacam link affiliasi, bisnis ebook sampah, de el el.
Dan juga para maniak tersebut biasanya menggunakan kata-kata yang sangat singkat dan tidak relevan, serta bertujuan agar sang penulis mengunjungi blog mereka. Mungkin anda sudah pernah menjumpai kata-kata dari para maniak tersebut, antara lain:
“lam kenal, kunjungi blogku yaaaaaaaaaa………….” http://……..com http://……..blogspot.com atau link2 yg lain
Coba pikir, apa susahnya siy menulis dengan kalimat yang benar, dan sedikit appreciate? Jika ditelaah lebih dalam, kita akan menemukan banyak komentar-komentar dari para maniak tersebut tersebar di blogosphere. Dan ciri dari mereka adalah setelah berkomentar, mereka tidak pernah kembali lagi. Atau mereka kembali tapi lupa bahwa mereka pernah berkunjung ke blog kita, terbukti mereka tetap melakukan spamming dengan kata-kata yang sama. Jangan harap deh saya mau berkunjung, apalagi sampai memberikan komentar yang bermutu pada blognya.
2. komentar yang asbun (asal bunyi) dan asal njeplak saja
Jenis komentar ini sangatlah jarang ditemui, karena biasanya terjadi pada blog-blog bernuansa agama (islami). Mereka biasanya memberikan komentar yang bernada dan bersifat mengcounter pihak penulis dengan kata-kata yang asbun, tanpa disertai argumen. Berbeda pendapat memang hal yang lumrah. [Di blog saya yang ini (dulu,
waktu masih aktif) pun bukan hanya satu, tapi BANYAK dijumpai komentar yang berbeda pendapat, sampai pada komentar-komentar sampah dan asbun.] Tapi perlu diperhatikan bahwa dalam mengemukakan pendapat pun harus ada aturannya, apalagi dalam masalah agama.
Ciri-ciri dari komentar asbun adalah mereka biasanya tidak menyertakan identitas yang jelas, baik itu nama atau alamat email. Yang lebih parah lagi bila mereka menggunakan alamat URL palsu. Inilah yang bisa menimbulkan fitnah. Hal ini pernah dialami oleh salah seorang teman saya, semoga tidak terjadi pada kita. Ciri yang kedua adalah bernada mengejek, mengcounter dengan kalimat-kalimat celaan lain, serta tidak menyertakan argumen yang jelas kenapa dia mengcounter tulisan kita. Singkatnya: ASAL bacot NJEPLAK aja.
Mungkin itulah pendapat pribadi saya mengenai macam-macam komentar, baik yang elegant hingga kampungan. Seiseng-isengnya kita menjadi seorang blogger, semoga kita tidak termasuk ke dalam jenis yang terakhir, yakni menjadi komentator kampungan.
FYI, saya menuliskan ini hanya untuk mencoba trik baru, lanjutan dari trik di postingan ini.
Pingback: Komentarku “Mengenal Tingkatan Kasta Komentar Para BlogWalker” « Blognya saliem
Pingback: Antara SEO, Comment dan Body yang Seksi | blogiologi
Pingback: 6 Tips Memaksimalkan Kecepatan Loading Blog WordPress.Com | RISOFTE | tutorial | tips dan trik | wordpress | download | ebook
Pingback: Nothing Impossible | Tuluslah dalam Menulis | RISOFTE
Pingback: Hello World & Hello WordPress | RISOFTE
Pingback: Rismaka's Personal Blog
Pingback: Rismaka's Personal Blog
Pingback: Sebuah Komentar dan Kritikan dari Seseorang | RISOFTE
Pingback: Etika Berkomentar (di blog ini) | Rudy Azhar