April 24, 2009 — Attribut nofollow mulai diperkenalkan oleh google di tahun 2005. Pengenalan nofollow sendiri merupakan antisipasi dari google agar para spammers menghentikan serangan mereka. cara menghilangkan nofollow dari wordpress adalah sebagai berikut. Attribut nofollow, dan Cara menghapus nofollow dari WordPress diposting oleh rismaka pada April 24, 2009. Berikut ulasan selengkapnya.
Secara default, wordpress dan juga blog-blog lain selalu menggunakan attribut nofollow pada tiap link yang ditambahkan melalui komentar. Hal tersebut adalah upaya untuk menanggulangi spam dan menjaga kredibilitas blog itu sendiri. Attribut nofollow mulai diperkenalkan oleh google kira-kira di tahun 2005. Pengenalan nofollow sendiri merupakan antisipasi dan upaya google agar para spammers menghentikan “serangan-serangan” mereka khususnya yang menjadikan kolom komentar sebagai sasaran utamanya.

Spammers adalah suatu mesin/robot yang terprogram untuk menyebarkan link-link suatu situs (biasanya dalam upaya promosi) di tiap textarea yang mereka jumpai. Mereka (para mesin tersebut) akan men-scan setiap halaman web, dan bila dijumpai ada kolom komentar, mereka secara terprogram akan mengisinya dengan username, email, dan tentunya link-link yang akan mereka promosikan. Keberadaan link-link yang ditinggalkan oleh spammers di suatu blog akan menyebabkan kredibilitas blog itu menurun di mata search engine seperti google. Oleh karena itulah maka sebagai upaya antisipasi agar para spammers menghentikan serangannya, maka oleh google diperkenalkanlah attribut nofollow (atau bisa kita baca relation=nofollow).
Hubungan antara nofollow, google, dan kredibilitas suatu blog sangatlah erat. Search engine seperti google akan mengindex setiap halaman web, serta akan mengindex setiap link yang ditemuinya. Bila webspider (mesin pengindex) menemukan adanya link yang sudah dipandang “rendah derajatnya”, maka akan menyebabkan blog yang mencantumkan link tersebut akan turun kredibilitasnya di mata google. Hal tersebut sekali lagi dapat menurunkan pagerank. Link-link apa sajakah yang dianggap “rendah derajatnya” tersebut? Salah satunya adalah link-link dari para spammers, kemudian warez, pembajakan, situs-situs yang diketahui menyebarkan virus, broken link, situs yang telah dibanned sama google, de el el. Oleh karena itu maka berhati-hatilah, jangan sampai kita memberikan link kepada situs-situs warez, atau situs-situs yang sudah terkena banned oleh google, serta waspadalah terhadap broken link (link yang rusak atau tidak valid).
Saat mengindex suatu link, bila google menemukan adanya attribut nofollow pada kode html link tersebut, maka oleh google (dan juga search engine lain) link tersebut tidak jadi diindex, dengan kata lain link tersebut hanya dilalui tanpa dipegang, dan hal tersebut tidak akan berpengaruh terhadap pagerank, karena google tidak akan memberikan kredit/ranking kepada link itu, maupun kepada blog/situs yang mencantumkan link tersebut.
nofollow vs Dofollow
Mungkin kita sering melihat simbol-simbol atau tulisan yang bertuliskan: “Blog ini dofollow”, “nofollow free” atau “domain-blablabla.com is 100% dofollow” de el el. Dulu saya sempat mengira bahwa dofollow adalah salah satu attribut juga yang sama dengan nofollow, hanya saja fungsinya berbeda. Memang perkiraan itu ada benarnya, tapi juga banyak salahnya. Sekarang kita lihat perbedaan nofollow dan dofollow dengan melihat contohnya di bawah ini:
Link 1 adalah link nofollow, link 2 adalah link dofollow, dan link 3 adalah link nofollow. Perbedaan keduanya adalah terletak pada struktur html-nya.
-
Link 1 mempunyai struktur html sebagai berikut:
<a href="http://www.rismaka.net/" rel="external nofollow"> Link 1 </a>
-
Link 2 mempunyai struktur html sebagai berikut:
<a href="http://www.rismaka.net/"> Link 2 </a>
-
Link 3 mempunyai struktur html sebagai berikut:
<a href="http://www.rismaka.net/" rel="nofollow"> Link 3 </a>
Terlihat bahwa link 1 dan link 3 disebut sebagai link nofollow karena mempunyai rel= (baca: relation) “nofollow”. Baik “nofollow” maupun “external nofollow” adalah sama Sementara link 2 disebut link dofollow karena tidak mempunyai rel=”nofollow” ataupun rel=”external nofollow”.
Cara menghilangkan rel="nofollow" pada WordPress
Ada beberapa cara atau tips untuk menghilangkan attribut nofollow pada komentar di wordpress. Banyak blog, website, atau forum menghilangkan attribut nofollow pada situs-situs mereka, alasannya adalah agar banyak pengunjung. Hal ini terkait dengan pengunjung pada umumnya, dan maniak pencari backlink pada khususnya yang lebih menyukai situs dofollow untuk mereka spam. Namun banyak pula yang bermotivasi bahwasanya dengan menghilangkan rel=”nofollow”, artinya mereka lebih menghargai pengunjung yang memberikan komentarnya.
Saya di sini berpendapat bahwa hal tersebut (menghilangkan rel=”nofollow”) tidaklah mengapa selagi itu bertujuan baik, tapi saya sendiri tidak menyarankan khususnya bagi situs-situs yang saya kelola. Karena saya pribadi lebih menghargai komentar yang bermutu (walau sedikit) ketimbang komentar yang banyak namun dihasilkan oleh para maniak pencari backlink, dimana biasanya para maniak tersebut tidaklah mempunyai kontent blog yang bermutu, tapi ngebet ingin agar blognya mendapat PR tinggi.
Namun kenapa saya menuliskan tips ini adalah agar kita dapat belajar mengenai penghilangan attribut nofollow, setidaknya sharing ilmu tentang ini. Berikut caranya:
-
Pada direktori /wp-includes/ wordpress, cari file comment-template.php
-
Backup file comment-template.php tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan.
-
Edit file tersebut, cari (Control + F) frase “external nofollow” (tanpa tanda petik)
Kita akan menemukan sebaris kode berikut:
$return = "<a href='$url' rel='external nofollow'>$author</a>";
Kemudian hapuslah frase nofollow pada baris kode tersebut sehingga menjadi
$return = "<a href='$url' rel='external'>$author</a>";
-
Save file tersebut.
[Khusus bagi pengguna wordpress 2.7.1] Jika dirasa merepotkan, silahkan download file comment-template.php (dalam bentuk zip) di sini. kemudian ekstrak, lalu replace file comment-template.php yang ada di direktori /wp-includes/.
Kini setiap link pada komentar blog kita akan berubah attributnya menjadi “external” saja, dengan kata lain blog kita menjadi 100% dofollow.
Dofollow Plugins
Cara di atas sebenarnya riskan dan tidak efektif bagi blogger yang tidak mau mendalami ilmu “bongkar pasang” komponen wordpress. Alternatif lain untuk menghilangkan rel=”nofollow” adalah dengan menggunakan plugin. Ada banyak plugin untuk menghilangkan attribut nofollow, kesemuanya berjumlah 14 buah plugin dari 14 sumber yang berbeda, namun hanya 9 yang berhasil saya kumpulkan, berikut saya list satu-persatu:
- DoFollow by kimmo | Download | Source
- nofollow-free | Download | Source
- sem-dofollow | Download | Source
- Follow URL | Download | Source
- Dofollow Trackback | Download | Source
- nofollow Blacklist Plugin | Download | Source
- Lucia’s Linky Love Plugin | Download | Source
- Remove nofollow | Download | Source
- WordPress No Follow | Download | Source
Demikianlah yang bisa sharing di sini mengenai apa itu nofollow, kelebihan serta kekurangannya, cara menghilangkan attribut nofollow, serta plugin-plugin untuk menghilangkan attribut nofollow. Semoga sedikit penjelasan ini bermanfaat bagi yang belum tahu. Jika ada yang mau menambahkan atau mengoreksi, silahkan utarakan pendapat anda di komentar. No spam please, be nice, be clean, and not OOT.
Pingback: Cara Mengetahui Attribut dari Suatu Link (nofollow atau dofollow) | RISOFTE
Pingback: Articulos para leer esta semana « Enlaces web
Pingback: Potensi Besar WordPress.Com Jarang Diketahui Penggunanya « Si Nonong – All About Computers
Pingback: Membuat Recent Comments Dengan Tag Nofollow | RISOFTE