Cara Mematikan Post Revision Pada WordPress
Post revision merupakan fitur yang terintegrasi pada wordpress yang berfungsi menyimpan revisi setiap postingan yang kita edit. Biasanya post revision akan bertambah jika kita sering melakukan pengeditan terhadap tulisan/posting. Hal ini sangat bermanfaat karena jika suatu saat kita lupa dalam mengedit suatu tulisan, maka kita dapat “me-restore” tulisan sebelum kita edit. Sederhananya, setiap kali suatu postingan diedit, maka wordpress akan menyimpan postingan tersebut di dalam database.
Namun dalam kondisi tertentu post revision merupakan biang keladi yang menyebabkan ukuran database pada table wp-posts akan membengkak, yang mengakibatkan database sering mengalami overhead.
Salah satu cara untuk mengurangi dampak membesarnya ukuran database adalah dengan men-disable atau mematikan fungsi post revision pada wordpress. Caranya adalah sebagai berikut:
-
Buka file wp-config.php di direktori utama (root) instalasi wordpress
-
Cari tag <?php , kemudian sisipkan kode berikut tepat di bawah tag <?php
define(‘WP_POST_REVISIONS’, false);<?phpdefine('WP_POST_REVISIONS', false);
/*** The base configurations of the WordPress.
*
* This file has the following configurations: MySQL settings, Table Prefix,
* Secret Keys, WordPress Language, and ABSPATH. You can find more information by
-
Kemudian save file wp-config.php tersebut.
Salah satu keuntungan mematikan fitur post revision ini adalah database wordpress tidak akan terpenuhi dengan revisi postingan yang tidak berguna. Semakin kecil ukuran database, maka semakin cepat pula loading situs tersebut. Namun ada saatnya post revision sangat diperlukan, yakni pada situs/blog yang mempunyai multi author, dimana dengan adanya post revision, admin dapat mengetahui atau melacak suatu postingan yang telah diedit berulang kali.
Tips yang mungkin bisa dilakukan adalah, jika kita tidak pernah mengedit suatu postingan maka sebaiknya mendisable post revision tersebut, terlebih bila space hosting wordpress kita kecil, sehingga akan dapat menghemat space. Namun jika suatu situs mempunyai multi author ataupun kita sering mengedit suatu postingan, alangkah baiknya untuk tidak mematikan fitur ini. Semuanya kembali ke selera masing-masing.
Ada alternatif lain untuk mengurangi post revision, yakni dengan menggunakan plugin “revision delete“. Plugin ini dapat memungkinkan pengguna wordpress untuk menghapus revisi pada tiap postingan dengan tetap menjaga revisi terakhir. Jika dibandingkan dengan cara sebelumnya di atas, penggunaan plugin ini merupakan cara yang terbaik, dimana kita bisa menghapus revisi tulisan, namun tidak menghapus revisi terakhir yang mungkin saja berguna ke depannya.

Download plugin revision delete
Atau bisa juga menggunakan plugin lain yang serupa.
Selamat mencoba
Punya mba rismaka space nya berapa??
idealnya buat sebuah blog baal punyaku kalo diupgrade yang segimana?
Kalau situs ini perlu banyak space dan bandwidth mbak, mengingat di halaman homepage banyak gambar tumbhnail yang harus ditampilkan. Kalau melihat blog mbak, saya rasa space 250 MB itu udah cukup ;)
BTW sepertinya sudah ancang-ancang mau pindah ke wordpress hosting sendiri ya…, saran saya kalau sudah pindah, blog lama yg di wordpress.com jangan dihapus. Nanti akan saya jelaskan sendiri pembahasannya.
Saya sudah mematikan fitur Post Revision menggunakan plugin “WP-Post Control” dan berhasil. Sampai sekarang, artikel sudah tidak lagi di-auto save. Tapi artikel yang sebelumnya kan masih tersisa hasil post revision-nya. Bagaimana cara menghapusnya?
infini3’s last blog post..Ayo Dukung Earth Hour 2009
Bisa dengan menggunakan plugin “revision delete” yang sudah saya tulis di atas mas.. Atau kalau tidak mau menanmbahkan plugin lagi, bisa dengan menggunakan cara ini:
makasih buat tips-nya
kebetulan ada beberapa post revision yang mau saya hapus :D
Infopemula’s last blog post..Cari Uang lewat Review Ciao
sepertinya ini buat yang wp.org ya, kalau buat wp yang free ada nggak fitur yang seperti itu mbak?
trims.
masjaliteng’s last blog post..Caleg = calon stres
Betul mas, ini khusus untuk wordpress yang dihosting sendiri. Untuk wordpress.com tidak perlu dirisaukan, karena wordpress.com mempunyai sistem maintenance sendiri pada database user-nya, sehingga pengguna tak akan perlu khwatir akan database yang overhead.
mendingan pake wp-optimizer aja :D
post revisi tetep ada tapi bisa dihapus sekaligus :D
Terlalu banyak plugin itu merepotkan :)
mas kalau membuat bookmarks di blog kita gimana ya.!
maksudnya biar orang lain mengklick blog kita dan langsung tersimpan. htm nya gimana?
tks
Itu menggunakan javascript mas. Untuk sementara saya belum menguasainya.
info bagus nih makasih ya….
Artikel yang bagus .. Makasih ya.. Moga-moga Bisnis internet indonesia makin maju
Salam kenal,
Terimakasih tipsnya, berguna sekali bagi yang masih memakai hosting ukuran kecil, “seperti saya”. :D
Terima kasih.. sekarang blog aku sudah tidak kelebihan wp post lagi..
Seep banget tutorialnya..
wah kayaknya master php nih, ikut belajar ya…
^_^
makasih bos udah sharing. . .
revisions memang mengganggu. . .
hehe