Tuluslah Dalam Menulis

Submitted by rismaka on January 19, 2009 – 10:58 pm7 Comments
This entry was writen by Rismaka, The Admin, Biochemist (sometimes) and Data Management Staff of PT. Ex-WF. [Contact: rismaka[at]rismaka.net]

writingBerangkat dari ketulusan menulis, itulah yang disebutkan oleh blogger ternama indonesia, mas Fatih Syuhud (fatihsyuhud.com) di salah satu tulisannya. Barangkali hal tersebut yang menyebabkan seseorang layaknya mas Fatih bisa terus eksis berkarya dalam menulis artikel-artikel yang bermanfaat. Saya sendiri banyak belajar dari karya-karyanya. Mungkin slogan “Tuluslah dalam menulis” sangat penting untuk dibudayakan, karena itu merupakan salah satu faktor seorang blogger bisa menjadi profesional.

Ada banyak blogger yang dalam merintis “usahanya” tidak diimbangi dengan ketulusan menulis, yang akhirnya hal tersebut dapat mematikan kreativitasnya sendiri. Apa saja ketidaktulusan tersebut? Mungkin banyak faktor subyektif yang bisa kita sebutkan. Tinjauan pribadi saya mengatakan, bahwa mereka menulis hanya karena ingin dianggap beken, ataupun menulis karena tujuan utamanya karena ingin cepat terkenal, ataupun juga mengambil tanpa izin hakcipta penulis dengan mencopy-paste yang tanpa disertai nama penulis maupun sumber tulisan itu sendiri.

Budaya copy-paste sepertinya sudah melekat erat di benak sebagian orang indonesia. Kita lihatlah sendiri, banyak para blogger yang melakukan copy-paste hasil karya orang lain (tanpa menyebutkan sumber). Jika bisa direnungkan, apakah tujuan mereka dalam melakukan hal yang tidak terpuji tersebut? Bisa jadi, dan kemungkinan besar mereka hendak memamerkan karya (tulisan) tersebut dengan mengakuinya sebagai karya sendiri, sehingga ia berharap menjadi beken dan terkenal dengan tulisannya itu.

Kemudian kita lihat anak-anak kuliah yang mencontek teman sebelahnya. Hampir bisa dipastikan contekannya sama dengan tulisan orang yang dicontek. Tak sedikit pula para mahasiswa yang dibebankan tugas laporan padanya. Mereka acap kali melakukan copy-paste “master laporan” milik kakak kelasnya. Itulah fakta kelam yang tidak bisa kita ingkari.

Beranjak dari permasalahan itulah selayaknya kita menginterospeksi diri kita, sudahkah kita tulus dalam menulis?

Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya
[HR. Bukhari dan Muslim]

Artikel yang berhubungan:

  1. Nothing Impossible | Tuluslah dalam Menulis
  2. Menampilkan Update Twitter dalam Bentuk Image
  3. Goodbye Blogsphere
  4. Menampilkan Kategori dalam Dua Kolom

Berlangganan Artikel

Dengan berlangganan, anda akan dikirim artikel terbaru blog ini secara lengkap. Masukkan alamat email anda, kemudian tekan tombol subscribe:

Jika tidak mendapatkan informasi yang diinginkan, anda bisa manfaatkan mode pencarian berikut ini:

7 Comments »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.