Goodbye Blogsphere
Saya menuliskan tulisan berikut ini hanyalah untuk sekedar menumpahkan unek-unek yang selama ini mengganggu pemikiran saya. Dan saya tidaklah terlalu berharap tulisan jelek ini dibaca oleh siapapun juga, karena memang tujuan pertama saya dalam membangun website ini adalah untuk mengungkapkan isi hati. Toh tidak ada salahnya jika ada seseorang yang berkenan membaca serta merenungkannya.
Pertama adalah saya sedang dilanda kebimbangan selama ini dengan konsep yang tidak jelas. Konsep yang hanya berdasar pada “ikut-ikutan” semata, tidak berlandaskan pada hati nurani ataupun kepribadian saya sendiri. Konsepa apakah itu? Yakni konsep dalam mengelola situs ini.
[ad#ads468x60]Dahulu ketika saya pertama kali mengelola blog di wordpress.com (rismaka.wordpress.com), ada kenikmatan tersendiri dalam mengelolanya. Saya bisa menuangkan semua pikiran saya, unek-unek saya, bahkan saya bisa meluapkan segala amarah yang terpendam dalam hati ke dalam tulisan di blog. Dan alhamdulillah saya dapat merasakan manfaat darinya. Namun ketika saya beralih ke blog dengan platform yang memungkinkan saya untuk menjadi seorang blogger profesional, maka timbul lah seribu macam impian dan angan-angan yang ingin saya raih, hingga akhirnya angan-angan itulah yang kini menghancurkan ke-apa ada-annya diri saya.
Berawal dari impian untuk menjadi seorang blogger profesional yang meluangkan waktunya hanya untuk ngeblog, kini saya menghadapi masalah klasik, yakni terombang-ambing dalam konsep yang tidak jelas. Bagaimana tidak, ketika saya melihat orang lain ramai menulis tentang SEO (search engine optimizing), saya ikut-ikutan mempelajari serta hendak menuliskannya. Ketika melihat orang lain ramai membicarakan pendapatannya (baca: dollar), maka saya pun ikut-ikutan mencari situs penyedia layanan iklan.
Dan saya pun menjadi korban
[ad#ppcinbox468]Saya adalah salah satu korbannya. Begitu banyak orang-orang menjadi korban SEO. Mereka terbawa arus gelombang produk yang ditawarkan, yakni “pagerank”. Memang, pagerank menentukan “penghasilan” kita di masa mendatang. Namun ketika pagerank sudah di tangan, dengan apa selanjutnya anda menjual situs/blog anda? Apakah anda akan terus-terusan menulis artikel seputar SEO, pagerank, alexa, dan semisalnya?
Lihatlah para master. Jikalau kita jeli melihatnya, apakah yang dicari orang-orang selama ini ketika mengunjungi blognya? Sebagian besar yang dicari mereka hanyalah seputar dollar, iklan, adsense, pagerank, alexa, dan lain sebagainya. Sementara artikel-artikel lainnya hanyalah imbas dari apa yang mereka cari.
Beberapa blogger pun terlihat menghalalkan berbagai cara untuk sekedar mencari traffik pengunjung. Salah satu contohnya dengan membuat situs-situs porno. Mereka tahu bahwasanya situs porno itulah salah satu dari yang paling banyak dicari orang-orang selama ini. Mereka tidak sadar bahwa ternyata Pagerank dan Traffic ternyata telah menjerumuskan mereka menjadi seorang budak, yakni budak google dan Alexa.
Disamping itu pula ada juga yang melakukan cara-cara yang tidak etis, yakni copy paste tulisan orang tanpa menyertakan sumbernya. Salah seorang master (saya lupa namanya) menyatakan mengundurkan diri dari dunia blogsphere. Berdasarkan asumsi yang saya lihat, ternyata beliau sudah muak dengan kelakuan banyak blogger selama ini yang hanya bisa copy-paste tulisannya. Inilah realita yang ada, bahwasanya banyak orang rela berbuat apa saja demi mendapatkan jumlah pengunjung.
Akankah saya seperti itu?
Tanyalah diri anda masing-masing, apakah anda salah satu orang yang berbuat apa saja demi mendapatkan ranking alexa? Alangkah piciknya jikalau seandainya memang benar anda seperti itu.
Untuk itulah saya merasa perlu untuk menuliskannya, minimal untuk diri saya pribadi. Bahwasanya saya dengan ini mengundurkan diri dari blogsphere, dalam arti kata tidak akan menjadi seseorang yang hanya bisa ikut-ikutan saja, tanpa mempunyai kemampuan di bidangnya.
sy juga merasa kalau blog yg sedang sy kelola mulai berubah konsep, tapi toh tidak ada ruginya juga monetizing while blogging, untuk SEO saya sama sekali tdk ikut2an, sy menulis untuk visitor, bukan untuk search engine
Menurut saya, nama domain ikut mempengaruhi konsistensi kemana arah suatu Blog. Buat personal blog, mah asyik2x aja kalo selalu berubah. Bebas kok. :D
rudy’s last blog post..An introduction to Becky’s Club
waduh saya gak ngerti soal SEO hehe belajarnya aja sambil ter SEO SEO hehe…
My Journey’s last blog post..A Must See Astronomical Objects
iya, menurut saya sih nggak masalah copy paste tulisan orang lain asal dengan menyertakan sumbernya coz tiap orang itu beda, ada yg pintar menulis dan ada jg yang kurang/tidak pintar namun punya semangat ngeblog.
herr’s last blog post..Download Gambar Susunan Shaf Shalat
so, beneran mundur dari dunia perblogan akhi?
Yang mundur tu Mas Dewaji bukan??
Saya menamakan penemuan diri kembali, lakukan. Ngeblog sesuai kata hati. Salam simpatik.
Ersis Warmansyah Abbas’s last blog post..Mencurahkan pikiran
Assalâmu’alaykum wr.wb…
Mampir lagi, akh…
Tiga tulisan ana terakhir semoga meluruskan lagi apa gunanya ngeblog bagi seorang muslim.
Semoga akh Ris berkenan membaca dan mengomentarinya.
Barakallahu fiyka…
Semoga dengan tulisan ini, akan banyak manusia yang sadar akan buruknya riya’…dan niat yang terkotori.
—+++—
apa tidak beralih ke wordpress lagi akhi?
alfitrah™’s last blog post..Tuntunan Di Kuburan yang Mulai Ditinggalkan
ikut baca2 dulu,,, lagi blm mudeng SEO dan sejenisnya… maklum masih kacangan… ;)
itmam’s last blog post..Aku Tertidur Selama Dua Tahun
Mundur siy nggak, tapi tepatnya kembali menjadi seorang rismaka yang dulu 8)
Iya betul… Nah, aku taunya kan dari dirimu :)
Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh
Insya Allah akh..
Wa fiika barakallah.
Insya Allah akh. Allah masih menyadarkan akan pentingnya niat dalam melakukan segala sesuatunya. Jazakallah atas kunjungan antum.
Mengenai pindah ke wordpress gratisan, ana sedang nulis alasan2 kenapa kita mesti pindah dari gratisan ke profesional 8) . Tunggu aja ya