January 27, 2009 — . Bukan Golput, Tapi Berlepas Diri ditulis oleh rismaka pada January 27, 2009. Berikut ulasan selengkapnya.
Beberapa waktu belakangan ini sepertinya sedang marak-maraknya isu kontroversi “fatwa haram”nya MUI untuk aktivitas “golput”. Golput bisa dikatakan “golongan putih”, yakni dengan kata lain tidak melakukan pencoblosan saat pemilu nanti. Anda yang cukup aktif mengikuti perkembangan politik di Indonesia mungkin sudah tau alur cerita terjadinya isu “fatwa haram” tersebut (link terkait: di sini, di sana, dan di mana-mana).
Sebenarnya ada apa dengan “fatwa haram” tersebut yang kini menuai kontroversi? Jujur saja saya tidak tahu masalahnya, karena saya tidak pernah mengikuti perkembangan politik -atau bisa dikatakan malas-. Yang jelas saya tidaklah berada pada golongan orang-orang yang pro fatwa haram tersebut, dan bukan pula termasuk golongan orang-orang yang pro golput.
Fenomena golput di masyarakat sepertinya diakibatkan oleh antipati masyarakat terhadap janji-janji kosong para pemimpin, sehingga kejengahan masyarakat mendorong timbulnya aksi golput. Namun…, bagaimana pandangan islam mengenai golput itu sendiri?
Tidak dipungkiri pula bahwa golput adalah bagian dari demokrasi. Dan demokrasi bukanlah dari islam. Maka dengan ini saya menyatakan bahwa saya tidaklah memilih untuk golput dan tidaklah pula memilih untuk ikut berdemokrasi, melainkan saya berlepas diri dari semuanya.
Sebelum Anda ikut-ikutan berpolemik tentang haram atau tidaknya menjadi golput, coba baca dulu rangkaian artikel yang membahas tuntas pandangan Islam tentang demokrasi berikut:
Dari Ibnu Umar radliallahu anhu berkata, berkata Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam : “Wajib bagi seorang muslim untuk taat dalam hal-hal yang dia sukai ataupun yang dia benci, kecuali kalau diperintah untuk berbuat maksiat maka tidak boleh mendengar dan taat” [HR. Bukhari dan Muslim]
Pingback: Kebersamaan di Bukit Gading | Rismaka's Weblog
Pingback: Ulah Konyol Para Caleg | RISOFTE
Pingback: Kampanye Damai (Berlepas Diri dari) Pemilu Indonesia 2009 | RISOFTE
Pingback: 3 plugins Wordpress pilihanku « YaHya's PaLacE