I Don;t Wanna Be a Hizb
Iseng-iseng nulis…
Ku tak ingin menjadi hizbi, ku tak ingin bergabung dengan hizbi, dan ku tak ingin mempromosikan hizbi. Persaksikanlah bahwa aku berlepas diri dari kehizbiyyahan, sebagaimana anak panah keluar dari busurnya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan.Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” [Ar-Ruum: 31-32]
Ciri-ciri dari hizbi:
-
Suatu kelompok yang terdapat ke-ta’azuban (kefanatikan yang berlebihan) dalam diri mereka.
-
Menganggap diri paling eksklusif.
-
Menjadikan kelompok tersebut sebagai standar kebenaran dan menjadi dasar bagi wala (loyalitas) dan bara’ (kebencian dan permusuhan).
-
Bukan dari kalangan ulama.
-
Mengambil fatwa yang sesuai dengan hawa nafsunya, serta menolak fatwa yang tidak sesuai dengan hawa nafsunya.
-
Cepat mengambil kesimpulan sepihak terhadap fatwa ulama, serta memaksa orang lain untuk mengikuti kesimpulannya tersebut.
-
Tidak menghargai khilaf (perselisihan) ijtihadiyyah yang masih memungkinkan adanya kebenaran diantara khilaf tersebut.
PS: Kita tidaklah boleh langsung memvonis seseorang berdasarkan prasangka kita. Serahkan semuanya pada ulama yang berhak memutuskan mereka hizbi atau bukan. Jangan hanya berdasarkan akal kita yang dangkal, atau otak kita yang tumpul. Janganlah karena semata-mata kita sudah mendapatkan “gelar” atau pengakuan sebagai seorang salafi/y, maka kita seolah-olah berhak menyandang “pangkat” berupa hak untuk menjarh, mentahdzir, bahkan mentabdi orang lain. Tawadhu lah wahai saudaraku…
Udah selesai coret-coretnya. Jangan kasih koment yang pedas ya.. Klo kasih koment yang pedas, saya simpulkan bahwa anda merasa kesindir dengan salah satu ciri di atas. 8) . Spamming yes, jarh no !
iya kak, bener banget, kita tak bisa memfonis seseorang sesuai prasangka kita..