BUILDING ON FREE HOSTING
Jika sebelumnya telah dijelaskan kenapa aku pribadi lebih memilih membeli domain sendiri, maka aku akan menjelaskan kronologis terbangunnya situs resmi ini yang merupakan awal mula trademark “RismakaCorp” suatu saat 8) . Beberpa faktor telah kujelaskan mengenai begitu menyebalkannya menjadi “budak” hyperwebenable. Dan dari faktor-faktor di atas lah, akhirnya kuputuskan untuk membeli domain sendiri dengan trademark yang tidak jauh berbeda, yakni rismaka.net. Domain ini aku beli di situs yang menyediakan layanan hosting dan juga domain, yakni pasarhosting.com.
Kenapa aku memilih membeli di sana? Ada beberapa faktor, yakni karena pasarhosting direkomendasikan sebagai tempat hosting yang mempunyai layanan online yang memuaskan. Yang kedua adalah karena pusat dari pasarhosting berada di daerah domisiliku sekarang, Bogor. Wah tetangga ternyata. Dengan demikian aku berpikir kalau seandainya aku berlangganan hosting di sana, tentulah akses ke situs yang akan kubangun bisa lebih cepat daripada di tempat lain.Namun ternyata ada hal yang membuatku untuk berpikir dua kali membeli domain dan hosting sekaligus, yakni masalah biaya. Yeah, masalah klasik yang dihadapi oleh kustomer… Ada beberapa paket yang ditawarkan, dan masing-masing paket mempunyai harga yang berbeda-beda. Tapi untunglah, tiba-tiba saja ku teringat bahwa aku pernah mendaftar hosting gratisan di salah satu penyedia layanan hosting di luar negeri. Aku akhirnya memutuskan untuk membeli domainnya saja, yakni rismaka.net
Melewati mas rangga (CS pasarhosting.com), aku banyak bertanya tentang masalah domain, hosting, instalasi dan lain sebagainya. Hingga akhirnya kuputuskan mentransfer uang malam itu juga. Salah satu kemudahan yang diberikan oleh pasarhosting ialah mereka mau menerima transfer rekening via BNI, karena aku sendiri tidaklah memiliki rekening di BCA, MANDIRI, ataupun bank-bank besar lainnya. Oleh karena itulah aku putuskan untuk mentransfernya malam itu juga.
Setelah ditransfer, kemudian aku konfirmasi melalui situs mereka dan juga melalui mas rangga via chating. Dalam beberapa menit akhirnya domain rismaka.net telah teraktivasi…. selamat bung..! Sungguh pelayanan yang cukup memuaskan. Aku bercerita di sini tidaklah untuk mempromosikan pasarhosting, tidak sama sekali. Sudah menjadi komitmentku dari awal untuk tetap bersikap objektif. Jika seandainya pasarhosting mampu memberikan pelayanan maksimal pada pelanggannya, kenapa tidak? Lagian juga seandainya mereka gagal dalam meberikan yang terbaik, aku adalah orang pertama yang menegakkan “jarh” atas mereka.
[ad#ads468x60]Kembali lagi ke masalah akun yang telah teraktivasi. Wah gembiranya aku menerima ticket (konfirmasi aktivasi domain) via email. Akhirnya kegundahanku terjawablah sudah (ikut2an si surya ikhsanudin hehehehe). Berawal dari malam itulah aku bangun kembali “trademark” yang mungkin akan runtuh dalam beberapa tahun mendatang. Trademark yang semoga akan tumbuh besar seperti halnya yahoo, google, amazon, alexa, dan lain sebagainya. Wah kalau ini sepertinya agak berlebihan… ck ck ck.
Malam itu aku begadang hingga siang untuk membangun situs pribadi ini. Maklumlah, layaknya seorang anak kecil yang mendapatkan mainan baru, segala hal yang diberikan pasarhosting berupa layanan domain, management DNS, MX RECORD, CNAME, dll aku coba semuanya. Aku hanyalah seorang biochemist, tidak mengerti apa-apa tentang IT, dan tidaklah aku mempelajari semuanya kecuali pada malam itu.
Alhamdulillah berkat usaha coba-coba yang seringkali gagal, ditambah quota bandwidth yang membeludak, akhirnya ku dapat mengkonfigurasi settingan pada domain yang baru ini. Ternyata mudah memang. Kuncinya hanya berani untuk mencoba saja, ditambah jangan patah arang jika berkali-kali gagal. Nah lho, aku menemukan falsafah hidup lagi nih 8)
Setelah semuanya siap, kini tinggal lah mengeksport berkas-berkas yang ada pada domain rismaka.com untuk aku import ke sini. Dan sengaja aku hanya memilihkan tulisan-tulisan yang pure 100% dari hasil benakku sendiri. Adapun tulisan-tulisan lain baik berupa saduran, terjemahan, ataupun yang dengan referensi, maka aku tidaklah ambil. Rencananya adalah bahwa ku ingin membiarkan saja rismaka.com tetap berdiri dengan mengedepankan sisi komersialnya, sedangkan rismaka.net aku dedikasikan sebagai catatan harian semata, yang tidak menuntut adanya kejar target dan promosi.
Biarlah ku jadikan situs pribadi ini sebagai situs minimalis dengan tampilan sederhana, namun tetap mengedepankan sisi ilmiyyah dari apa-apa yang terlintas di benak ini semata. Duh jadi ingat Alm. rismaka.wordpress.com, yang berjudul “Apa Yang Terlintas Dalam Benakku Semata”. Hah.. sebenarnya belum almarhum siy. Kalau seandainya semua orang tahu, situs tersebut adalah situs penopang dari rismaka.com. Seandainya rismaka.wordpress benar-benar mati, maka tamatlah juga riwayat rismaka.com (ini rahasia ya sstttt….)
[ad#ads336x280]